• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
ADB & FTSE Russell Akui Ketahanan Ekonomi RI, Modal Pikat Investor

ADB & FTSE Russell Akui Ketahanan Ekonomi RI, Modal Pikat Investor

April 14, 2026
IHGS Anjlok 2% Lebih, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHGS Anjlok 2% Lebih, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 13, 2026
IHSG Anjlok Di Atas 2%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

IHSG Anjlok Di Atas 2%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

October 13, 2026
Tok! Entitas Haji Isam Caplok 30,25% Saham Bayan, Rp 2.588 Per Saham

Tok! Entitas Haji Isam Caplok 30,25% Saham Bayan, Rp 2.588 Per Saham

October 12, 2026
Trump Umumkan Gencatan Energi Rusia-Ukraina, Harga Minyak Malah Naik

Trump Umumkan Gencatan Energi Rusia-Ukraina, Harga Minyak Malah Naik

October 12, 2026
PGEO Laporkan Update Pengeboran 5 Sumur Panas Bumi

PGEO Laporkan Update Pengeboran 5 Sumur Panas Bumi

October 12, 2026
OJK Mau Bagi Pindar Jadi 4 Tier, Pakai Sederet Indikator Ini

OJK Mau Bagi Pindar Jadi 4 Tier, Pakai Sederet Indikator Ini

October 12, 2026
IHSG Anjlok 2,59% Tertekan Aksi Jual, Sentuh Level Terendah 3 Bulan

IHSG Anjlok 2,59% Tertekan Aksi Jual, Sentuh Level Terendah 3 Bulan

October 12, 2026
KB Bank (BBKP) Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar, Tawarkan Bunga 9,3%

KB Bank (BBKP) Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar, Tawarkan Bunga 9,3%

October 12, 2026
Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

October 12, 2026
PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

October 12, 2026
Video:Saham Konglo Dilego, IHSG Anjlok Hingga 2% & Merosot ke 5.900-an

Video:Saham Konglo Dilego, IHSG Anjlok Hingga 2% & Merosot ke 5.900-an

October 12, 2026
Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.895

Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.895

October 12, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, October 13, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

ADB & FTSE Russell Akui Ketahanan Ekonomi RI, Modal Pikat Investor

6 months ago
in Market
ADB & FTSE Russell Akui Ketahanan Ekonomi RI, Modal Pikat Investor
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Ketangguhan ekonomi Indonesia mendapatkan pengakuan dari pelaku pasar global dan lembaga multilateral. Pengakuan ini dirilis di tengah tekanan dari konflik yang memanas di Timur Tengah. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Pertama, proyeksi pertumbuhan disampaikan oleh Asian Development Bank (ADB) yang memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh stabil sebesar 5,2% pada 2026 dan 2027, naik dari realisasi 5,1% pada 2025, sebagaimana tertuang dalam laporan Asian Development Outlook April 2026: The Middle East Conflict Challenges Resilience in Asia and the Pacific.

“Pada hari yang hampir bersamaan, lembaga indeks global FTSE Russell pada 7 April 2026 resmi mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai Secondary Emerging Market dan secara eksplisit menyatakan tidak mempertimbangkan Indonesia untuk dimasukkan ke dalam Watch List penurunan status,” papar Airlangga, dikutip Rabu (15/4/2026).

Proyeksi ADB untuk Indonesia didasarkan pada skenario stabilisasi dini konflik Timur Tengah, dan berada signifikan di atas proyeksi subregional Asia Tenggara yang hanya 4,7% pada 2026, mencerminkan kekuatan struktural yang membedakan Indonesia dari mayoritas peers-nya di kawasan.

ADB menyebut permintaan domestik yang tangguh, inflasi yang terkendali di kisaran 2,5% sesuai rentang target Pemerintah, serta kebijakan moneter yang terkalibrasi dengan baik sebagai tiga pilar utama yang membedakan kinerja Indonesia dari mayoritas peers-nya di kawasan.

Dari sisi faktor pendorong, ADB mencatat bahwa momentum pertumbuhan awal 2026 ditopang oleh penguatan konsumsi rumah tangga yang didukung peningkatan produktivitas pertanian dan efek musiman Ramadan dan Idulfitri, berlanjutnya pembangunan infrastruktur publik, serta meningkatnya partisipasi sektor swasta dalam investasi hilir.

Arus masuk Penanaman Modal Asing yang solid turut membantu membiayai kesenjangan eksternal sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar. Kebijakan fiskal yang terarah dinilai berperan penting dalam mempertahankan daya beli rumah tangga dan momentum investasi secara simultan.

Di sisi lain, pengakuan FTSE Russell merupakan cerminan langsung dari serangkaian reformasi struktural pasar modal yang tengah diakselerasi secara konsisten.

FTSE Russell dalam pengumumannya mengakui kemajuan implementasi delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal yang mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham, perluasan klasifikasi investor menjadi 39 kategori, penetapan batas minimum free float sebesar 15%, serta penerapan mekanisme High Shareholding Concentration (HSC) sebagai peringatan dini bagi investor.

Status Indonesia yang setara dengan China dan India dalam klasifikasi FTSE mempertegas bahwa pasar modal Indonesia terus bergerak menuju standar tata kelola dan transparansi kelas dunia.

Otoritas Jasa Keuangan sebelumnya menyambut positif penilaian tersebut sebagai bukti bahwa reformasi yang sedang berjalan “menunjukkan progres yang positif dan kredibel di mata global index provider.”

Airlangga memastikan pemerintah memandang kedua pengakuan internasional tersebut sebagai validasi atas arah kebijakan makroekonomi yang ditempuh secara konsisten yakni dengan memelihara permintaan domestik, memperkuat fondasi fiskal, menjaga kredibilitas moneter, dan melanjutkan reformasi struktural pasar keuangan.

“Di tengah lingkungan eksternal yang penuh tantangan, Indonesia membuktikan bahwa kestabilan fundamental domestik merupakan jangkar yang efektif dalam menjaga kepercayaan investor jangka panjang,” tegasnya.

Pemerintah, sambung Airlangga, telah komitmen untuk terus mengakselerasi reformasi, termasuk dalam rangka mempersiapkan review kuartalan FTSE Russell yang dijadwalkan pada Juni 2026, serta review MSCI di Mei 2026, demi memastikan pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan terhadap berbagai guncangan eksternal.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHGS Anjlok 2% Lebih, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHGS Anjlok 2% Lebih, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 13, 2026
IHSG Anjlok Di Atas 2%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

IHSG Anjlok Di Atas 2%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

October 13, 2026
Tok! Entitas Haji Isam Caplok 30,25% Saham Bayan, Rp 2.588 Per Saham

Tok! Entitas Haji Isam Caplok 30,25% Saham Bayan, Rp 2.588 Per Saham

October 12, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .