• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Chatib Basri Ungkap Efek Bunga Deposito Dolar Naik, Rupiah Bisa Loyo

Chatib Basri Ungkap Efek Bunga Deposito Dolar Naik, Rupiah Bisa Loyo

September 26, 2025
Rekening Judol Nambah Terus, Bos OJK Mau Keluarin ‘Jurus’ Ini

Rekening Judol Nambah Terus, Bos OJK Mau Keluarin ‘Jurus’ Ini

July 14, 2026
BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham ‘Jumbo’ Bakal Masuk Daftar

BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham ‘Jumbo’ Bakal Masuk Daftar

July 14, 2026
Bunga Tinggi, Bos Otomotif Ungkap Efeknya ke Penjualan Mobil

Bunga Tinggi, Bos Otomotif Ungkap Efeknya ke Penjualan Mobil

July 14, 2026
Jumlah Rekening Dolar Naik 58%, Perbanas Ungkap Penyebabnya

Jumlah Rekening Dolar Naik 58%, Perbanas Ungkap Penyebabnya

July 14, 2026
Bursa Efek Indonesia Cecar Emiten TGUK Soal Pendapatan, Ada Apa?

Bursa Efek Indonesia Cecar Emiten TGUK Soal Pendapatan, Ada Apa?

July 14, 2026
OJK Gelar Forum Tata Kelola dan Risiko Manajemen, Usung Ini

OJK Gelar Forum Tata Kelola dan Risiko Manajemen, Usung Ini

July 14, 2026
IHSG Tak Bergeming Hari Ini, Bertahan di Level 6.000-an

IHSG Tak Bergeming Hari Ini, Bertahan di Level 6.000-an

July 14, 2026
RUU PFII Masih Digodok, Baru 20 dari 97 DIM Substansi Dibahas

RUU PFII Masih Digodok, Baru 20 dari 97 DIM Substansi Dibahas

July 14, 2026
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp18.080

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp18.080

July 14, 2026
Protelindo Caplok 51% Saham DATA, Geser iForte Sebagai Pengendali

Protelindo Caplok 51% Saham DATA, Geser iForte Sebagai Pengendali

July 14, 2026
OJK Sambut Baik Keputusan S&P Pertahankan Rating Surat Utang RI

OJK Sambut Baik Keputusan S&P Pertahankan Rating Surat Utang RI

July 14, 2026
Rekening di Bawah Rp100 Juta Naik Pesat, Tabungan Jumbo Tancap Gas

Rekening di Bawah Rp100 Juta Naik Pesat, Tabungan Jumbo Tancap Gas

July 14, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 14, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Chatib Basri Ungkap Efek Bunga Deposito Dolar Naik, Rupiah Bisa Loyo

10 months ago
in News
Chatib Basri Ungkap Efek Bunga Deposito Dolar Naik, Rupiah Bisa Loyo
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank pelat merah kompak menaikkan suku bunga deposito valuta asing (valas) dolar Amerika Serikat ke level 4% mulai November 2025. Kenaikan bunga deposito valas ini terjadi di tengah penguatan dolar AS terhadap rupiah.

Ekonom Senior sekaligus mantan Menteri Keuangan di era Presiden SBY, Chatib Basri menilai kenaikan bunga deposito valas ini menarik untuk dipelajari dampaknya baik dari sisi likuiditas rupiah, nilai tukar hingga dampaknya ke sistem perbankan Tanah Air.

“Apa dampak menaikkan bunga deposito USD pada bank Himbara dengan tujuan menarik arus modal kembali ke Indonesia. Gunakan kerangka ekonomi makro,” papar Chatib, dikutip dari laman X @ChatibBasri, Jumat (26/9/2025).

Dari sisi likuiditas rupiah, Chatib menilai jika bunga deposito dalam dolar AS di Indonesia naik, akan muncul insentif bagi deposan untuk mengalihkan aset dari rupiah ke dolar AS.

“Akibatnya, terjadi permintaan lebih besar atas dolar AS,” tulisnya di laman X.

Hal ini terjadi karena masyarakat atau korporasi akan menukar rupiah ke dolar. Alhasil, likuiditas rupiah di pasar menurun karena rupiah keluar dari sistem perbankan.

“Secara makro, ini bisa menimbulkan tightening likuiditas rupiah di pasar uang domestik. Suku bunga pasar rupiah bisa naik,” katanya.

Kemudian, dia melihat dari sisi nilai tukar, kebijakan bank Himbara ini akan meningkatkan permintaan atas dolar AS. Ini akan memberikan tekanan depresiasi rupiah.

“Apalagi kalau selisih bunga dolar AS di Bank Indonesia dengan rupiah mengecil, investor mungkin melihat dolar lebih atraktif (lebih aman, mengurangi risiko kurs),” papar Chatib.

Kondisi inilah yang memicu rupiah melemah. Namun, dia menilai jika BI melakukan intervensi atau menaikkan bunga rupiah untuk menjaga daya tariknya, dampaknya bisa berbeda.

Lebih lanjut, Chatib pun menganalisa dampak kenaikan bunga simpanan valas ini terhadap perbankan. Dia menekankan, kebijakan ini bisa menambah dana dalam dolar AS perbankan karena jumlah deposito valasnya meningkat. Namun, Chatib mengingatkan ini bisa membuat dana dalam rupiah berkurang, karena nasabah shifting ke dolar AS.

Dari sisi manajemen aset dan liabilitas, dia memandang bank harus menyalurkan simpanan dolar AS tersebut dalam bentuk.

“Kalau demand kredit dalam dolar rendah, bisa timbul mismatch,” ujarnya. Mismatch ini terjadi antara kewajiban dolar AS dan aset rupiah di perbankan.

Ujung-ujungnya, likuiditas sistem perbankan rupiah bisa mengetat. Ini, kata Chatib, dapat mendorong persaingan bunga deposito rupiah naik untuk mempertahankan dana rupiah.

Dari analisa ini, Chatib menyimpulkan likuiditas rupiah akan menurun alias ketat. Lalu, nilai tukar rupiah melemah karena permintaan dolar AS naik. Di sisi perbankan, dana pihak ketiga (DPK) valas meningkat, tetapi dana dalam rupiah berkurang dan risiko mismatch serta biaya dana dalam rupiah meningkat.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan kenaikan suku bunga deposito valas merupakan respons BRI terhadap dinamika pasar global sekaligus strategi untuk memperluas basis dana valuta asing.

“Peningkatan suku bunga deposito valas ini menjadi salah satu upaya BRI dalam memberikan nilai tambah bagi nasabah, sekaligus memperkuat likuiditas perseroan dalam denominasi mata uang asing,” ujarnya.

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Riduan menjelaskan bahwa dinamika pasar global telah meningkatkan kebutuhan nasabah terhadap instrumen valas yang aman, fleksibel, sekaligus memberikan potensi keuntungan menarik.

Menurut Riduan, mengerek naik bunga deposito valas menjadi 4% sejalan dengan arahan strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar serta memperkuat daya saing industri perbankan nasional.

“Bank Mandiri hadir dengan produk simpanan valas yang kompetitif serta layanan lengkap untuk membantu nasabah mengoptimalkan dana dan transaksi bisnis, baik di onshore maupun offshore. Pada saat yang sama, kami berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat stabilitas nilai tukar dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Riduan.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



BI Rate Turun, Rupiah Makin Semangat Hantam Dolar AS




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rekening Judol Nambah Terus, Bos OJK Mau Keluarin ‘Jurus’ Ini

Rekening Judol Nambah Terus, Bos OJK Mau Keluarin ‘Jurus’ Ini

July 14, 2026
BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham ‘Jumbo’ Bakal Masuk Daftar

BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham ‘Jumbo’ Bakal Masuk Daftar

July 14, 2026
Bunga Tinggi, Bos Otomotif Ungkap Efeknya ke Penjualan Mobil

Bunga Tinggi, Bos Otomotif Ungkap Efeknya ke Penjualan Mobil

July 14, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .