• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dolar AS Tembus Rp16.601, Ini Penyebab & Analisanya!

Dolar AS Tembus Rp16.601, Ini Penyebab & Analisanya!

October 27, 2025
BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

October 7, 2026
Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

October 7, 2026
DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

October 7, 2026
Tanoko Borong 1,79 Juta Saham AVIA di Harga Rp330, Ini Alasannya

Tanoko Borong 1,79 Juta Saham AVIA di Harga Rp330, Ini Alasannya

October 7, 2026
Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

October 7, 2026
Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

October 7, 2026
IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

October 7, 2026
Video: Nasib Rupiah Saat Perang & Efeknya ke Dunia Usaha

Video: Nasib Rupiah Saat Perang & Efeknya ke Dunia Usaha

October 7, 2026
Bos OJK & Dirut KB Bank Buka Suara Soal Isu Diakuisisi Induk Koperasi

Bos OJK & Dirut KB Bank Buka Suara Soal Isu Diakuisisi Induk Koperasi

October 7, 2026
Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

October 7, 2026
LPS Ubah Aturan Biaya Perjalanan Dinas Hingga Rapat di Tahun 2027

LPS Ubah Aturan Biaya Perjalanan Dinas Hingga Rapat di Tahun 2027

October 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, October 7, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Dolar AS Tembus Rp16.601, Ini Penyebab & Analisanya!

12 months ago
in Lifestyle
Dolar AS Tembus Rp16.601, Ini Penyebab & Analisanya!
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Dolar Amerika Serikat (AS) kembali mencapai level Rp16.600-an pada perdagangan hari ini. Ekonom menyebut pelemahan rupiah terhadap dolar AS karena tekanan eksternal.

Berdasarkan data Refinitiv pada perdagangan Senin (27/10/2025) dolar tercatat ditutup di Rp16.610 per dolar AS atau melemah 0,12% dari posisi penutupan perdagangan terakhir.

Chief Economist BCA David Sumual mengatakan penerapan tarif dagang Amerika Serikat terhadap China yang segera dilakukan menjadi penekan.

Ia juga mengatakan ada faktor dari perubahan bobot MSCI terhadap perhitungan konstituen Bursa Efek Indonesia yang turut menekan mata uang Garuda hari ini.

“Masih terkait isu eksternal. Pasar wait and see kemungkinan penerapan tarif dagang AS dengan China dan isu kemungkinan perubahan bobot MSCI bursa Indonesia,” ucapnya kepada CNBC Indonesia pada Senin (27/10/2025).

David mengatakan ke depan pergerakan rupiah terhadap dolar cenderung stabil di posisi Rp16,600 – Rp16,800 per dolar AS.

“Pergerakan rupiah ke depan cenderung stabil 16600-16800,” pungkasnya.

Ekonom Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menjelaskan pelemahan rupiah terjadi wajar karena meningkatnya permintaan dolar secara musiman untuk kebutuhan bayar bunga utang luar negeri maupun impor.

“Saya lihat ini ada permintaan dolar yang memang secara musiman atau secara rutin itu meningkat pada akhir bulan. Biasalah itu untuk kebutuhan bayar bunga utang. Terutama utang luar negeri ya ataupun juga untuk pembayaran impor,” kata Myrdal kepada CNBC Indonesia pada Senin (27/10/2025).

Selain itu, adanya aksi ambil untung atau profit taking di SBN sehingga dana asing keluar dari pasar keuangan Indonesia.

“Terutama profit taking di government bond market, sudah kelihatan ya karena yield kita dalam beberapa bulan terakhir kan menurun. Jadi investor asing kelihatannya banyak yang keluar, sambil mereka menunggu nanti yield kita naik lagi,” katanya.

(ras/mij)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Penyebab Rupiah Ngamuk Tendang Dolar Usai Trump Acuhkan Negosiasi




Source link

Share198Tweet124
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

October 7, 2026
Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

October 7, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .