• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Harga Bitcoin Diprediksi Tembus US5.000 di 2026, Ini Penyebabnya

Harga Bitcoin Diprediksi Tembus US$225.000 di 2026, Ini Penyebabnya

January 8, 2026
COO Danantara Ungkap Progres Restrukturisasi BUMN Karya

COO Danantara Ungkap Progres Restrukturisasi BUMN Karya

August 18, 2026
Laba Emiten Cat Konglomerat Surabaya Ini Naik 20,7% di Semester I-2026

Laba Emiten Cat Konglomerat Surabaya Ini Naik 20,7% di Semester I-2026

August 18, 2026
BUMN Bakal Punya Bioskop Tahun Depan, Bernama Sinewara

BUMN Bakal Punya Bioskop Tahun Depan, Bernama Sinewara

August 18, 2026
Prabowo Usulkan Sarjito Jadi ADK OJK Pengawas Bursa Mineral

Prabowo Usulkan Sarjito Jadi ADK OJK Pengawas Bursa Mineral

August 18, 2026
Profil Sarjito, Calon ADK OJK Pengawas Bursa Mineral RI

Profil Sarjito, Calon ADK OJK Pengawas Bursa Mineral RI

August 18, 2026
IHSG Naik 0,75% ke Level 6.449 Digendong Saham BYAN

IHSG Naik 0,75% ke Level 6.449 Digendong Saham BYAN

August 18, 2026
IHSG Melaju di Zona Hijau Tapi Asing Masih Sepi, Kenapa?

IHSG Melaju di Zona Hijau Tapi Asing Masih Sepi, Kenapa?

August 18, 2026
Ngeri! Trump Ancam Bom Oman, Yield Obligasi AS Tembus Rekor 19 Tahun

Ngeri! Trump Ancam Bom Oman, Yield Obligasi AS Tembus Rekor 19 Tahun

August 18, 2026
Rupiah Masih Melemah di Rp 17.800/USD, BI Rate Bakal Naik Lagi?

Rupiah Masih Melemah di Rp 17.800/USD, BI Rate Bakal Naik Lagi?

August 18, 2026
Tes Calon Gubernur BI Destry Dimulai Minggu Depan

Tes Calon Gubernur BI Destry Dimulai Minggu Depan

August 18, 2026
Rupiah Ditutup Melemah 0,17%, Dolar AS Naik ke Rp17.850

Rupiah Ditutup Melemah 0,17%, Dolar AS Naik ke Rp17.850

August 18, 2026
Prabowo Usulkan M. Sarjito Jadi ADK OJK Pengawas Bursa Mineral

Prabowo Usulkan M. Sarjito Jadi ADK OJK Pengawas Bursa Mineral

August 18, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, August 18, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Harga Bitcoin Diprediksi Tembus US$225.000 di 2026, Ini Penyebabnya

7 months ago
in News
Harga Bitcoin Diprediksi Tembus US5.000 di 2026, Ini Penyebabnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dan kemudian mengalami koreksi tajam tahun lalu, bitcoin diproyeksikan kembali berpeluang menembus level baru pada 2026. Namun, para eksekutif industri dan investor menilai potensi kenaikan tersebut akan disertai volatilitas yang sangat besar.

Dalam rangkuman tahunan prediksi bitcoin CNBC, para analis memproyeksikan rentang harga yang lebar untuk 2026, mulai dari US$75.000 hingga setinggi US$225.000. Perbedaan proyeksi ini mencerminkan ketidakpastian pasar kripto di tengah dinamika ekonomi global.

Bitcoin sempat menyentuh rekor lebih dari US$126.000 pada Oktober lalu sebelum anjlok ke kisaran US$80.000 di akhir tahun, menurut data CoinMetrics. Saat ini, harga bitcoin masih berada sekitar 30% di bawah level tertingginya.

Pasar kripto tahun lalu sempat terdorong oleh ekspektasi regulasi yang lebih ramah di Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump serta meningkatnya minat investor institusional dan lembaga keuangan tradisional seperti bank. Selain itu, muncul lonjakan perusahaan digital asset treasury (DAT) yang mengakumulasi bitcoin dan aset kripto lainnya.

Di sisi lain, tekanan muncul seiring perdebatan valuasi saham teknologi dan kekhawatiran bahwa ledakan kecerdasan buatan dapat berubah menjadi gelembung. Aksi jual kripto di akhir tahun terjadi ketika investor menilai ulang aset berisiko, memicu likuidasi paksa yang memperdalam penurunan harga dan menciptakan latar yang menantang untuk 2026.

“Kami berada dalam lingkungan investasi yang kompleks, dengan valuasi ekuitas yang tinggi, kondisi geopolitik yang kacau, serta perubahan arah kebijakan moneter,” ujar Alex Thorn, Head of Research Galaxy dikutip dari CNBC.com, Kamis, (8/1/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat prospek bitcoin pada 2026 sulit diprediksi. Carol Alexander, profesor keuangan University of Sussex, memproyeksikan bitcoin akan bergerak dalam kisaran volatil tinggi antara US$75.000 hingga US$150.000 pada 2026. Ia memperkirakan titik keseimbangan harga berada di sekitar US$110.000 seiring transisi pasar dari dominasi investor ritel ke likuiditas institusional.

Alexander menilai keterlibatan investor institusional yang meningkat dalam dua tahun terakhir akan terus berlanjut dan mengubah pola pergerakan harga bitcoin. Meski sebelumnya ia sempat memprediksi bitcoin bisa mencapai US$200.000 pada 2026, realisasi harga pada 2025 yang berada di atas US$100.000 dinilai masih sejalan dengan kisaran proyeksinya.

Sementara itu, James Butterfill, Head of Research CoinShares, memperkirakan bitcoin berada di rentang US$120.000 hingga US$170.000 pada 2026. Ia menilai pergerakan harga yang lebih konstruktif kemungkinan terjadi pada paruh kedua tahun tersebut.

Butterfill mengatakan pasar akan mencermati pergantian Ketua Federal Reserve AS setelah masa jabatan Jerome Powell berakhir pada Mei. Selain itu, kepastian terkait RUU Clarity Act yang mengatur aset digital di AS dinilai dapat menjadi katalis penting bagi pasar kripto.
Standard Chartered memproyeksikan harga bitcoin sebesar US$150.000 pada 2026, setelah memangkas target sebelumnya dari US$300.000. Bank tersebut menilai koreksi harga pada 2025 masih berada dalam batas wajar, meski penurunan tersebut mendorong revisi proyeksi.

Geoff Kendrick, Global Head of Digital Asset Research Standard Chartered, menilai pembelian bitcoin oleh perusahaan DAT kemungkinan tidak lagi menjadi penopang utama harga. Menurutnya, kenaikan harga ke depan lebih berpotensi didorong oleh arus dana ke produk exchange-traded fund (ETF) berbasis bitcoin.

Dari Maple Finance, CEO Sidney Powell memasang target harga bitcoin US$175.000 pada 2026. Optimisme ini didorong oleh potensi penurunan suku bunga serta peningkatan adopsi institusional terhadap bitcoin.

Powell juga menilai tonggak penting pada 2026 adalah ketika pinjaman berbasis bitcoin melampaui US$100 miliar. Ia meyakini kecenderungan investor untuk meminjam dengan jaminan bitcoin, bukan menjualnya, akan mengurangi tekanan jual dan mendukung kenaikan harga.

Bit Mining melalui Kepala Ekonominya, Youwei Yang, memproyeksikan rentang harga yang sangat lebar antara US$75.000 hingga US$225.000 pada 2026. Ia menilai bitcoin berpotensi mencatat tahun yang kuat, meski volatilitas tinggi akan tetap mewarnai pergerakan harga akibat ketidakpastian makroekonomi dan geopolitik.

Sementara itu, analis Nexo Iliya Kalchev memperkirakan bitcoin bergerak di kisaran US$150.000 hingga US$200.000 pada 2026. Ia menilai tekanan dari aksi jual pemegang jangka panjang mulai mereda, sementara alokasi institusional diperkirakan meningkat secara bertahap.

Kalchev menyebut bitcoin memasuki 2026 dengan risiko pasokan yang lebih rendah dan basis modal yang lebih luas. Jika kondisi keuangan global menjadi lebih longgar, bitcoin dinilai berpeluang kembali menembus bahkan melampaui rekor harga sebelumnya.

 

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
COO Danantara Ungkap Progres Restrukturisasi BUMN Karya

COO Danantara Ungkap Progres Restrukturisasi BUMN Karya

August 18, 2026
Laba Emiten Cat Konglomerat Surabaya Ini Naik 20,7% di Semester I-2026

Laba Emiten Cat Konglomerat Surabaya Ini Naik 20,7% di Semester I-2026

August 18, 2026
BUMN Bakal Punya Bioskop Tahun Depan, Bernama Sinewara

BUMN Bakal Punya Bioskop Tahun Depan, Bernama Sinewara

August 18, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .