• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Harga Minyak Melemah, tapi Masih Bertahan di Atas US

Harga Minyak Melemah, tapi Masih Bertahan di Atas US$90

April 16, 2026
Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

October 15, 2026
Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

October 15, 2026
Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

October 15, 2026
Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

October 15, 2026
Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

October 15, 2026
Pasar Saham Kebakaran

Pasar Saham Kebakaran

October 15, 2026
Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

October 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Harga Minyak Melemah, tapi Masih Bertahan di Atas US$90

6 months ago
in ENTREPRENEUR
Harga Minyak Melemah, tapi Masih Bertahan di Atas US
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Harga minyak dunia bergerak melemah pada perdagangan Kamis pagi (16/4/2026), setelah pelaku pasar merespons peluang meredanya tensi antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan adanya jalur diplomasi baru membuat premi risiko geopolitik sedikit surut, meski gangguan pasokan global masih membayangi.

Menurut data Refinitiv pada pukul 09.30 WIB, harga Brent kontrak terdekat berada di US$95,19 per barel, naik tipis dibanding penutupan sebelumnya di US$94,93 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$91,60 per barel, lebih tinggi dari penutupan Rabu di US$91,29 per barel.



Meski posisi harga saat ini menguat dibanding penutupan terakhir, arah perdagangan global sempat tertekan pada sesi Asia. Pasar mencerna laporan bahwa Iran membuka peluang kapal-kapal kembali melintas di sisi Oman dari Selat Hormuz apabila tercapai kesepakatan untuk mencegah konflik baru. Jalur ini sangat vital karena sekitar seperlima arus minyak dan LNG dunia melewati kawasan tersebut.

Gedung Putih pada Rabu waktu setempat menyampaikan optimisme terkait peluang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran. Namun Washington tetap mengingatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran akan diperbesar bila tidak ada kemajuan. Di saat bersamaan, pejabat AS dan Iran dikabarkan mempertimbangkan perundingan lanjutan akhir pekan ini, dengan Pakistan kembali mengambil peran mediasi.

Pasar tetap berhitung hati-hati. Negosiasi antara Washington dan Teheran beberapa kali terlihat mendekati titik temu, lalu kembali buntu. Artinya, sentimen damai masih rapuh dan bisa berubah cepat sewaktu-waktu. Selama akses pelayaran di Hormuz belum sepenuhnya pulih, volatilitas harga diperkirakan masih tinggi.

Dari sisi pasokan, Amerika Serikat juga menambah tekanan lewat keputusan tidak memperpanjang izin tertentu yang sebelumnya memungkinkan pembelian sebagian minyak Iran dan Rusia tanpa terkena sanksi. Langkah ini berpotensi memperketat suplai di pasar internasional.

Sementara itu, data Energy Information Administration (EIA) memberi bantalan bagi harga. Persediaan minyak mentah AS turun 913 ribu barel menjadi 463,8 juta barel pada pekan yang berakhir 10 April. Angka ini berlawanan dengan ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan 154 ribu barel. Penurunan stok biasanya dibaca sebagai sinyal permintaan masih cukup solid.

Secara teknikal sederhana, Brent masih bertahan di area US$95 per barel setelah sempat melonjak ke atas US$99 pada 13 April. WTI pun bertahan di atas US$90 per barel. Itu berarti pasar belum sepenuhnya melepas premi risiko Timur Tengah. Untuk saat ini, diplomasi menjadi komoditas paling mahal di pasar energi dunia.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

October 15, 2026
Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

October 15, 2026
Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

October 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .