• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Ambruk 3,8%, Lo Kheng Hong: Peluang Emas

IHSG Ambruk 3,8%, Lo Kheng Hong: Peluang Emas

October 27, 2025
Tok! Entitas Haji Isam Caplok 30,25% Saham Bayan, Rp 2.588 Per Saham

Tok! Entitas Haji Isam Caplok 30,25% Saham Bayan, Rp 2.588 Per Saham

October 12, 2026
Trump Umumkan Gencatan Energi Rusia-Ukraina, Harga Minyak Malah Naik

Trump Umumkan Gencatan Energi Rusia-Ukraina, Harga Minyak Malah Naik

October 12, 2026
PGEO Laporkan Update Pengeboran 5 Sumur Panas Bumi

PGEO Laporkan Update Pengeboran 5 Sumur Panas Bumi

October 12, 2026
OJK Mau Bagi Pindar Jadi 4 Tier, Pakai Sederet Indikator Ini

OJK Mau Bagi Pindar Jadi 4 Tier, Pakai Sederet Indikator Ini

October 12, 2026
IHSG Anjlok 2,59% Tertekan Aksi Jual, Sentuh Level Terendah 3 Bulan

IHSG Anjlok 2,59% Tertekan Aksi Jual, Sentuh Level Terendah 3 Bulan

October 12, 2026
KB Bank (BBKP) Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar, Tawarkan Bunga 9,3%

KB Bank (BBKP) Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar, Tawarkan Bunga 9,3%

October 12, 2026
Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

October 12, 2026
PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

October 12, 2026
Video:Saham Konglo Dilego, IHSG Anjlok Hingga 2% & Merosot ke 5.900-an

Video:Saham Konglo Dilego, IHSG Anjlok Hingga 2% & Merosot ke 5.900-an

October 12, 2026
Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.895

Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.895

October 12, 2026
China Borong Emas Dalam Jumlah Rekor 23 Bulan Berturut-Turut

China Borong Emas Dalam Jumlah Rekor 23 Bulan Berturut-Turut

October 12, 2026
Emiten Sepeda Listrik Akuisisi Tambang Batu Bara, Sahamnya ARA

Emiten Sepeda Listrik Akuisisi Tambang Batu Bara, Sahamnya ARA

October 12, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, October 13, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

IHSG Ambruk 3,8%, Lo Kheng Hong: Peluang Emas

12 months ago
in News
IHSG Ambruk 3,8%, Lo Kheng Hong: Peluang Emas
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Investor kawakan Lo Kheng Hong merespons pasar saham Indonesia pada perdagangan sesi I hari ini yang amblas diatas 3,5%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada rentang 7.959,17-8.354,67. Lebih dari 500 saham turun dan pasar kehilangan kapitalisasi Rp 639 triliun dalam hitungan menit.

Namun, Lo Kheng Hong memandang kondisi ini menjadi momentum terbaik dalam mengakumulasi saham-saham berkinerja baik. 

“Penurunan harga saham adalah peluang emas, di mana Investor bisa membeli wonderful company di harga discount,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Senin (27/10).

Indeks mendadak ambruk hari ini disebabkan oleh koreksi tajam di sejumlah saham konglomerat, khususnya emiten milik Prajogo Pangestu dan Hapsoro.

Secara total, saham Prajogo menyeret IHSG turun lebih dari 84,8 indeks poin. Penurunan terbesar terjadi di saham Barito Renewables Energy (BREN) yang kembali bertengger di level 8.000, setelah sebelumnya berada di level 9.000 lebih.

Secara individu, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menjadi saham dengan bobot indeks terbesar. DSSA yang turun 13,42% menyumbang -52,64 indeks poin.

Lo Kheng Hong sempat membocorkan strategi investasinya yaitu memburu saham emiten yang memiliki prospek cemerlang. Investor ini dikenal dengan strategi value investing-nya,

Ia memandang, banyak saham-saham perusahaan bagus di Bursa Efek Indonesia (BEI) namun memiliki harga saham yang undervalue alias murah ketimbang valuasi aslinya.

Namun dia menegaskan perlu kecermatan dari investor dalam melihat kesempatan saham mana yang masuk dalam kategori ini.

Analoginya, jika cermat investor bisa membeli saham di harga bajaj, padahal aslinya harga saham tersebut masuk kategori lebih tinggi alias masuk tipe mobil Mercedes Benz (Mercy).

“Di dunia nyata tidak ada orang yang menjual Mercy harga Bajaj, tapi di bursa saham banyak,” ujarnya.

Untuk menemukan wonderful company di pasar saham, kata Lo, kunci sederhananya adalah dari valuasi price to earnings (PER) dan price to book (PBV).

“Sebenarnya cuma melakukan penambahan, pembagian, pengurangan, perkalian, yang simple tapi ini sempurna,” imbuhnya.

Setelah membeli saham dengan PER dan PBV rendah, lanjutnya, tentu memerlukan waktu agar saham dengan harga Bajaj ini untuk bisa kembali ke harga Mercy. Dalam hal ini, kesabaran investor harus diuji.

“Memang kesabaran adalah ilmu tingkat tinggi, belajarnya setiap hari, ujiannya sering mendadak, tetapi investor yang lulus ujian akan mendapat cuan yang besar,” sebutnya.

Untuk bisa mencapai tahapan melakukan value investing atau investasi dengan prinsip nilai, diakuinya memang tidak mudah.

Sebab di masa awalnya berinvestasi kurang lebih 32 tahun silam, seorang Lo Kheng Hong pun pernah merasakan menjadi investor yang ikut-ikutan karena belum paham cara berinvestasi yang benar.

“Saya sama sekali buta dengan saham, jadi saya beli saham tanpa pengetahuan sama sekali. Waktu itu strategi saya bukan value investing tapi pertama kali itu adalah beli saham IPO [initial public offering], ketika listing saya jual. Itu strategi saya, itu yang 32 tahun yang lalu,” terang dia.

Langkah ini dilakukan karena melihat tren saham-saham yang baru melakukan IPO lalu sahamnya naik. Namun sayangnya, ketika pertama kali mencoba dia malah mengalami kerugian padahal demand atas saham tersebut cukup tinggi.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, dia banyak belajar mulai dengan memahami kinerja emiten dan strategi investasi dari investor yang sudah lebih dulu sukses, seperti Warren Buffet. Dia juga mulai memperhatikan kondisi pergerakan harga saham untuk menentukan posisinya.

“Jadi saya selalu mikirin safety, tidak mengejar yang naik tapi membeli saham yang belum naik,” imbuhnya.

Pergerakan saham ‘Mercy’ ini, menurut dia tercermin dalam kondisi pandemi. Sebab banyak saham-saham dengan kondisi fundamental baik justru banyak dilepas investor saat ini.

Dia menilai kondisi ini hanya terjadi dalam jangka pendek saja, untuk jangka panjang nantinya akan terseleksi mana saham yang benar-benar memiliki potensi kenaikan karena fundamentalnya baik.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Banyak Dilakukan Warga RI, Kebiasaan Ini Ternyata Bikin Miskin




Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Tok! Entitas Haji Isam Caplok 30,25% Saham Bayan, Rp 2.588 Per Saham

Tok! Entitas Haji Isam Caplok 30,25% Saham Bayan, Rp 2.588 Per Saham

October 12, 2026
Trump Umumkan Gencatan Energi Rusia-Ukraina, Harga Minyak Malah Naik

Trump Umumkan Gencatan Energi Rusia-Ukraina, Harga Minyak Malah Naik

October 12, 2026
PGEO Laporkan Update Pengeboran 5 Sumur Panas Bumi

PGEO Laporkan Update Pengeboran 5 Sumur Panas Bumi

October 12, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .