• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Tertekan Dalam, Intip Potensi Saham-Saham Ini

IHSG Tertekan Dalam, Intip Potensi Saham-Saham Ini

October 28, 2025
Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

October 15, 2026
Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

October 15, 2026
Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

October 15, 2026
Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

October 15, 2026
Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

October 15, 2026
Pasar Saham Kebakaran

Pasar Saham Kebakaran

October 15, 2026
Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

October 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Tertekan Dalam, Intip Potensi Saham-Saham Ini

12 months ago
in Market
IHSG Tertekan Dalam, Intip Potensi Saham-Saham Ini
Share on FacebookShare on Twitter



Daftar Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 1,87% ke level 8.117,15 pada perdagangan Senin (27/10), mengikuti tekanan di hampir seluruh sektor saham.

Saham-saham seperti Bank Central Asia (BBCA) naik 0,91%, Telkom Indonesia (TLKM) 1,22%, dan Chandra Asri Pacific (TPIA) 1,72% menjadi penopang utama (leading movers). Sementara itu, DSSA anjlok 12,83%, Barito Pacific (BRPT) 9,34%, dan Amman Mineral (AMMN) 6,19%, menjadi penekan indeks (lagging movers).

Dari sisi aliran dana, investor asing mencatatkan net buy Rp341,06 miliar di pasar reguler dan Rp1,20 triliun di seluruh pasar. Hal ini menandakan masih adanya optimisme terhadap pasar domestik.

Secara sektoral, 10 dari 11 sektor mengalami pelemahan, dengan sektor energi tertekan (-3,71%), sementara sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang menguat (+1,05%).

Dari dalam negeri, lembaga penyusun indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International) tengah meninjau perubahan signifikan pada metode perhitungan free-float saham Indonesia. Rencana ini berpotensi mengurangi bobot foreign inclusion factor (FIF) bagi sejumlah emiten besar (blue chip) maupun perusahaan yang tergabung dalam grup konglomerasi.

Dalam usulan baru, MSCI akan memanfaatkan data kepemilikan publik dari KSEI, termasuk porsi kepemilikan di bawah 5%, serta mempertimbangkan kepemilikan korporasi domestik dan asing sebagai bagian dari free float.

Jika pendekatan ini disetujui, maka penurunan bobot FIF untuk saham-saham besar bisa menjadi lebih ringan dibandingkan metode lama tanpa data KSEI.

Sementara itu, emiten properti Bukit Uluwatu Villa (BUVA) berencana melaksanakan rights issue pada 7-13 November 2025 dengan target dana Rp603,98 miliar.
Perusahaan akan menerbitkan 4,02 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp150 per saham, atau setara dengan 16,36% dari total saham beredar setelah aksi korporasi ini.

Bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya, kepemilikan akan terdilusi hingga 16,36%. Dana hasil penerbitan saham baru akan digunakan untuk akuisisi, pengembangan lahan, dan modal belanja lahan bagi anak usahanya.

Langkah ini diharapkan mendukung ekspansi bisnis BUVA, sekaligus memperkuat posisi perusahaan di segmen properti pariwisata Bali.

Berikut adalah rekomendasi saham hari ini dihimpun oleh InvestasiKu

TPIA 

Buy 7250-7400

TP 7525-7650

SL 6850

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

HMSP

Buy 820-830

TP 850-865

SL 770

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

AADI 

Buy 7850-7950

TP 8100-8200

SL 7500

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

Disclaimer: Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

(fsd/fsd)




Next Article



IHSG Menguat, Cek Rekomendasi Saham di Sini




Source link

Share198Tweet124
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

Video: Risiko Gangguan Pasokan Minyak

October 15, 2026
Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

Akhir Sesi I, IHSG Ditutup Anjlok 2,16%

October 15, 2026
Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

October 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .