• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Purbaya Pede Investor Asing Bakal Serbu RI: Mereka Bakal Menikmati!

Purbaya Pede Investor Asing Bakal Serbu RI: Mereka Bakal Menikmati!

September 30, 2025
Rekening Judol Nambah Terus, Bos OJK Mau Keluarin ‘Jurus’ Ini

Rekening Judol Nambah Terus, Bos OJK Mau Keluarin ‘Jurus’ Ini

July 14, 2026
BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham ‘Jumbo’ Bakal Masuk Daftar

BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham ‘Jumbo’ Bakal Masuk Daftar

July 14, 2026
Bunga Tinggi, Bos Otomotif Ungkap Efeknya ke Penjualan Mobil

Bunga Tinggi, Bos Otomotif Ungkap Efeknya ke Penjualan Mobil

July 14, 2026
Jumlah Rekening Dolar Naik 58%, Perbanas Ungkap Penyebabnya

Jumlah Rekening Dolar Naik 58%, Perbanas Ungkap Penyebabnya

July 14, 2026
Bursa Efek Indonesia Cecar Emiten TGUK Soal Pendapatan, Ada Apa?

Bursa Efek Indonesia Cecar Emiten TGUK Soal Pendapatan, Ada Apa?

July 14, 2026
OJK Gelar Forum Tata Kelola dan Risiko Manajemen, Usung Ini

OJK Gelar Forum Tata Kelola dan Risiko Manajemen, Usung Ini

July 14, 2026
IHSG Tak Bergeming Hari Ini, Bertahan di Level 6.000-an

IHSG Tak Bergeming Hari Ini, Bertahan di Level 6.000-an

July 14, 2026
RUU PFII Masih Digodok, Baru 20 dari 97 DIM Substansi Dibahas

RUU PFII Masih Digodok, Baru 20 dari 97 DIM Substansi Dibahas

July 14, 2026
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp18.080

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp18.080

July 14, 2026
Protelindo Caplok 51% Saham DATA, Geser iForte Sebagai Pengendali

Protelindo Caplok 51% Saham DATA, Geser iForte Sebagai Pengendali

July 14, 2026
OJK Sambut Baik Keputusan S&P Pertahankan Rating Surat Utang RI

OJK Sambut Baik Keputusan S&P Pertahankan Rating Surat Utang RI

July 14, 2026
Rekening di Bawah Rp100 Juta Naik Pesat, Tabungan Jumbo Tancap Gas

Rekening di Bawah Rp100 Juta Naik Pesat, Tabungan Jumbo Tancap Gas

July 14, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 14, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Purbaya Pede Investor Asing Bakal Serbu RI: Mereka Bakal Menikmati!

10 months ago
in ENTREPRENEUR
Purbaya Pede Investor Asing Bakal Serbu RI: Mereka Bakal Menikmati!
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara ihwal derasnya aliran modal asing yang keluar dari Indonesia pada pekan lalu, hingga akhirnya membuat premi risiko meningkat. Premi risiko itu tercermin dari naiknya level premi credit default swap (CDS).

Purbaya mengatakan, aliran modal asing yang keluar sebetulnya tak terjadi di pasar saham, melainkan sebatas di pasar obligasi. Pasar saham memang kini cenderung terus mengalami penguatan hingga mampu bertengger di level 8.123,24, berlawanan arah dengan pasar obligasi yang justru mengalami tekanan sejak pekan lalu.

“Kalau Anda lihat bursa saham naik terus kan. Pasti asing banyak masuk sana. Jumat aja asing masuk,” kata Purbaya seperti dikutip Selasa (30/9/2025).

Adapun terkait dengan tekanan di pasar obligasi, Purbaya mengatakan, lebih disebabkan belum terserapnya sinyal pemerintah kepada para investor terkait dengan langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat.

Ia percaya diri, bila sinyal itu sudah dipahami dengan kuat oleh para investor, maka mereka akan berbondong-bondong balik menanamkan modalnya di tanah air.

“Kalau investor tahu saya enggak main-main memperbaiki ekonomi Indonesia dan ke depan ekonomi Indonesia betul-betul akan membaik, harusnya sih mereka akan masuk ke sini. Karena investor masuk ke sini untuk ikut menikmati kue ekonomi, bukan untuk membangun. Jadi kalau prospek ekonominya bagus, biasanya mereka masuk,” ucap Purbaya.

Purbaya pun memastikan, pada kuartal IV-2025 Indonesia akan bisa menikmati level pertumbuhan hingga di atas 5,5% yoy karena kebijakan fiskal ekspansif yang kini betul-betul dilaksanakan pemerintah, dan kebijakan moneter dari Bank Indonesia yang sangat longgar untuk turut serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Harusnya ke depan akan bagus. Ke depannya saya yakin triwulan yang ketiga mungkin agak lambat karena waktu kecewaan kan. Tapi triwulan keempat saya yakin pertumbuhannya akan lebih bagus dibanding tiruan-tiruan sebelumnya, saya yakin akan ada di atas 5,5% triwulan keempat ya,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, investor asing masih kabur dari pasar Indonesia hingga mencatat net outflow pekan lalu.
Merujuk data Bank Indonesia berdasarkan transaksi sepanjang 22-25 September 2025, total net ouflow sebesar Rp 2,17 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan pada pekan sebelumnya yang tercatat Rp 8,12 triliun.

Net sell di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 2,16 triliun dan di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 5,06 triliun.

Kabar baiknya, di pasar saham mencatat net inflow sebesar Rp 4,51 triliun setelah. Net outflow di pasar keuangan Indonesia sudah berlangsung lima pekan sebelumnya dengan nilai menembus Rp 32,17 triliun.

Sementara itu, secara keseluruhan, selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen sampai dengan 25 September 2025, asing net outflow sebesar Rp51,34 triliun di pasar saham dan Rp128,85 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp 36,25 triliun di pasar SBN.

Indikator Bank Indonesia juga menunjukkan premi credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun melesat ke 83,18 bps, naik dibanding dengan 19 September 2025 sebesar 69,59 bps.

Premi CDS Indonesia pekan lalu menjadi yang tertinggi sejak pertengahan Mei 2025 atau empat bulan terakhir yang saat itu ada di angka 88,93.

Sebagai catatan, CDS merupakan instrumen derivatif yang mencerminkan biaya perlindungan terhadap risiko gagal bayar utang suatu negara atau korporasi.

Semakin tinggi level CDS, maka semakin mahal biaya asuransi risiko tersebut yang berarti investor melihat risiko Indonesia meningkat. Naiknya CDS membuat investor asing cenderung mengurangi eksposur di pasar domestik sehingga dapat memberi tekanan terhadap rupiah.

“Kalau kita lihat, capital outflow terus terjadi. Faktor internal cukup besar. Saat ini porsi bond holding lebih banyak di bank domestik. Iklim investasi tampaknya juga belum kondusif karena banyak perubahan kebijakan, ditambah spread suku bunga dengan AS yang makin kecil. Mungkin juga ada outflow dari investor lokal,” jelas Ekonom UOB Kayhian, Surya Wijaksana.

(arj/mij)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Badai PHK Belum Berakhir, OJK Beri Peringatan ke Industri Multifinance




Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rekening Judol Nambah Terus, Bos OJK Mau Keluarin ‘Jurus’ Ini

Rekening Judol Nambah Terus, Bos OJK Mau Keluarin ‘Jurus’ Ini

July 14, 2026
BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham ‘Jumbo’ Bakal Masuk Daftar

BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham ‘Jumbo’ Bakal Masuk Daftar

July 14, 2026
Bunga Tinggi, Bos Otomotif Ungkap Efeknya ke Penjualan Mobil

Bunga Tinggi, Bos Otomotif Ungkap Efeknya ke Penjualan Mobil

July 14, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .