• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Raksasa Bisnis China Ini Akuisisi 86% Saham KDTN

Raksasa Bisnis China Ini Akuisisi 86% Saham KDTN

December 18, 2025
BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

October 7, 2026
Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

October 7, 2026
DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

October 7, 2026
Tanoko Borong 1,79 Juta Saham AVIA di Harga Rp330, Ini Alasannya

Tanoko Borong 1,79 Juta Saham AVIA di Harga Rp330, Ini Alasannya

October 7, 2026
Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

October 7, 2026
Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

October 7, 2026
IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

October 7, 2026
Video: Nasib Rupiah Saat Perang & Efeknya ke Dunia Usaha

Video: Nasib Rupiah Saat Perang & Efeknya ke Dunia Usaha

October 7, 2026
Bos OJK & Dirut KB Bank Buka Suara Soal Isu Diakuisisi Induk Koperasi

Bos OJK & Dirut KB Bank Buka Suara Soal Isu Diakuisisi Induk Koperasi

October 7, 2026
Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

October 7, 2026
LPS Ubah Aturan Biaya Perjalanan Dinas Hingga Rapat di Tahun 2027

LPS Ubah Aturan Biaya Perjalanan Dinas Hingga Rapat di Tahun 2027

October 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, October 7, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Raksasa Bisnis China Ini Akuisisi 86% Saham KDTN

10 months ago
in Lifestyle
Raksasa Bisnis China Ini Akuisisi 86% Saham KDTN
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Purisentul Permai Tbk (KDTN), emiten yang bergerak di bidang jasa akomodasi dan perhotelan, mengungkap rencana pengambilalihan 86% saham KDTN oleh Ruby Mining Ltd, anak usaha yang dimiliki langsung oleh Huayou Holdings Group, salah satu perusahaan tambang nikel dan material baterai terbesar di China.

Huayou Holdings Group merupakan korporasi global yang telah melantai di Bursa Saham China dan dikenal sebagai pemain utama dalam rantai industri baterai kendaraan listrik dunia, dengan lini bisnis terintegrasi mulai dari pertambangan nikel, smelter, HPAL (High Pressure Acid Leaching), material katoda baterai, hingga daur ulang baterai.

Di Indonesia, Huayou bukanlah pemain baru. Perusahaan ini telah memiliki setidaknya 9 pabrik smelter, termasuk fasilitas yang menggunakan teknologi HPAL, teknologi kunci untuk menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebagai bahan baku utama baterai lithium.

Salah satu proyek terbesar Huayou adalah Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) di Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara. Kawasan ini dikembangkan sebagai kawasan industri hijau terintegrasi.

IPIP sendiri telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh pemerintah Indonesia dan diproyeksikan menjadi hub industri baterai kelas dunia dengan standar ESG tinggi. Selain Pomalaa, Huayou juga terlibat dalam berbagai proyek strategis lain di Indonesia, termasuk kerja sama dengan Vale Indonesia dan Ford Motor Company, yang semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat rantai pasok baterai global.

Berdasarkan data publik dan estimasi industri, total nilai aset Huayou Holdings Group di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar Rp180 triliun. Angka ini kontras dengan kapitalisasi pasar KDTN saat ini yang masih berada di kisaran Rp1,2 triliun.

Perbedaan skala yang sangat besar ini memunculkan spekulasi kuat di kalangan pelaku pasar bahwa KDTN berpotensi menjadi kendaraan publik (listed vehicle) bagi ekspansi aset dan bisnis Huayou di Indonesia.

Apabila ke depan terjadi pengalihan atau injeksi aset melalui skema korporasi seperti right issue, private placement, atau aksi korporasi lainnya, maka valuasi KDTN dinilai masih sangat undervalued dibandingkan potensi fundamental yang dapat terbentuk.

Bahkan, dengan pendekatan valuasi berbasis aset dan kapitalisasi pasar, sejumlah pelaku pasar menilai harga saham KDTN secara teoritis dapat berada di level yang jauh lebih tinggi dibandingkan posisi saat ini yaitu di level Rp. 144.000 / lembar apabila integrasi aset Huayou terealisasi secara resmi.

Masuknya Huayou Holdings Group melalui Ruby Mining Ltd membuka peluang besar bagi KDTN untuk mengalami transformasi bisnis secara fundamental, dari emiten perhotelan menjadi perusahaan dengan eksposur langsung ke industri nikel dan baterai kendaraan listrik, salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat secara global.

KDTN dinilai berpotensi menjadi salah satu emiten strategis baru di sektor energi hijau dan kendaraan listrik di Bursa Efek Indonesia. Hingga saat ini, manajemen KDTN belum mengumumkan secara rinci rencana lanjutan pasca pengambilalihan saham tersebut. 

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

October 7, 2026
Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

October 7, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .