• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Reli Panjang Putus, IHSG Berakhir Melemah 0.68% ke 7.623

Reli Panjang Putus, IHSG Berakhir Melemah 0.68% ke 7.623

April 15, 2026
IHSG Anjlok Di Atas 2%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

IHSG Anjlok Di Atas 2%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

October 13, 2026
Tok! Entitas Haji Isam Caplok 30,25% Saham Bayan, Rp 2.588 Per Saham

Tok! Entitas Haji Isam Caplok 30,25% Saham Bayan, Rp 2.588 Per Saham

October 12, 2026
Trump Umumkan Gencatan Energi Rusia-Ukraina, Harga Minyak Malah Naik

Trump Umumkan Gencatan Energi Rusia-Ukraina, Harga Minyak Malah Naik

October 12, 2026
PGEO Laporkan Update Pengeboran 5 Sumur Panas Bumi

PGEO Laporkan Update Pengeboran 5 Sumur Panas Bumi

October 12, 2026
OJK Mau Bagi Pindar Jadi 4 Tier, Pakai Sederet Indikator Ini

OJK Mau Bagi Pindar Jadi 4 Tier, Pakai Sederet Indikator Ini

October 12, 2026
IHSG Anjlok 2,59% Tertekan Aksi Jual, Sentuh Level Terendah 3 Bulan

IHSG Anjlok 2,59% Tertekan Aksi Jual, Sentuh Level Terendah 3 Bulan

October 12, 2026
KB Bank (BBKP) Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar, Tawarkan Bunga 9,3%

KB Bank (BBKP) Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar, Tawarkan Bunga 9,3%

October 12, 2026
Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

Mau Kuasai Saham AUTO, Astra (ASII) Ungkap Alasan-Dampak ke Free Float

October 12, 2026
PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

PGUN Tegaskan Tak Terlibat Kredit Bank Mandiri

October 12, 2026
Video:Saham Konglo Dilego, IHSG Anjlok Hingga 2% & Merosot ke 5.900-an

Video:Saham Konglo Dilego, IHSG Anjlok Hingga 2% & Merosot ke 5.900-an

October 12, 2026
Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.895

Rupiah Balik Melemah, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp17.895

October 12, 2026
China Borong Emas Dalam Jumlah Rekor 23 Bulan Berturut-Turut

China Borong Emas Dalam Jumlah Rekor 23 Bulan Berturut-Turut

October 12, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, October 13, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Reli Panjang Putus, IHSG Berakhir Melemah 0.68% ke 7.623

6 months ago
in Market
Reli Panjang Putus, IHSG Berakhir Melemah 0.68% ke 7.623
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memutus reli penguatan sepakan terakhir. Pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (15/4/2026), indeks melemah 0,68% atau berkurang 52,36 poin balik ke level 7.623,58. Padahal nyaris sepanjang perdagangan hari ini IHSG nyaman di zona hijau sebelum ambruk satu jam sebelum pasar tutup.

Pelemahan ini merupakan yang pertama dalam sepekan terakhir. Diketahui IHSG pada akhir perdagangan kemarin mampu mencatatkan kenaikan hingga nyaris 9%. Mengutip data bursa, dari 7 April – 14 April 2026, IHSG selalu berakhir di zona merah dan melesat 8,66% selama periode tersebut.

Nilai transaksi hari ini tergolong ramai yakni mencapai Rp 22,61 triliun, melibatkan 51,44 miliar saham dalam 3,16 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 13.606 triliun.

Mayoritas sektor perdagangan melemah dengan koreksi paling dalam dicatatkan oleh sektor kesehatan, konsumer non-primer dan finansial. Sementara itu penguatan paling tinggi dibukukan oleh sektor industri, konsumer primer dan energi.

Emiten grup konglomerat tercatat menjadi pemberat kenaikan IHSG hari ini. Berikut adalah 10 emiten dengan sumbangsih pelemahan indeks poin terbanyak yakni bank raksasa milik Grup Djarum (BBCA), emiten RS Mayapada milik Dato Tahir (SRAJ), emiten Grup MNC Hary Tanoe (MSIN), emiten Grup Barito Prajogo Pangestu (TPIA dan BRPT), emiten tambang terafiliasi Grup Salin (AMMN dan BUMI) serta tiga emiten BUMN (BBRI, BMRI dan TLKM).

Gerak IHSG sejalan dengan bursa di kawasan. Bursa Asia melanjutkan reli pada awal perdagangan hari ini. Hal tersebut sejalan dengan harapan gencatan senjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa mengatakan pembicaraan untuk mengakhiri perang Iran dapat kembali dilanjutkan di Pakistan dalam dua hari ke depan setelah gagalnya negosiasi akhir pekan lalu mendorong Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Pejabat dari kawasan Teluk, Pakistan, dan Iran juga mengatakan tim negosiasi dari AS dan Iran kemungkinan kembali ke Pakistan pekan ini, meski seorang sumber senior Iran menyebut belum ada tanggal yang ditetapkan.

“Anda sebaiknya tetap berada di sana, karena sesuatu bisa terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih condong ke sana,” kata Trump dalam wawancara dengan New York Post.

Meski blokade AS memicu retorika keras dari Teheran, tanda-tanda bahwa jalur diplomasi masih berlanjut membantu menenangkan pasar minyak, sehingga harga acuan turun di bawah US$100 pada Selasa.

pasar global masih mencari kepastian soal kekuatan pertumbuhan ekonomi dunia di tengah potensi suku bunga yang akan disinyalir higher for longer akibat perang di Timur Tengah akibat meningkatnya harga minyak dunia.

Dana Moneter International (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global akibat lonjakan harga energi karena perang di Timur Tengah dan gangguan pengiriman di Selat Hormuz.

Dalam laporan World Economic Outlook edisi April 2026, IMF memperkirakan ekonomi global diperkirakan tumbuh 3,1% tahun ini.

Angka tersebut turun dari proyeksi 3,3% pada Januari 2026, sebelum pecahnya permusuhan setelah serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, yang memicu serangan balasan Teheran dan memperluas konflik di kawasan.

IMF menyiapkan beberapa skenario: ringan, buruk, dan parah. Dalam skenario terburuk, ekonomi dunia nyaris resesi, dengan harga minyak rata-rata US$110 per barel pada 2026 dan US$125 pada 2027. Pertumbuhan global bisa turun ke 2,0%.

Skenario dasar IMF mengasumsikan konflik singkat dan harga minyak turun ke rata-rata US$82 per barel pada 2026. Namun ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas mengatakan kondisi saat ini sudah bergerak ke skenario yang lebih buruk.

Dampak terbesar diperkirakan terjadi di negara berkembang dan kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah. Pertumbuhan kawasan itu diproyeksikan turun menjadi 1,9% pada 2026.

Untuk negara besar ekonomi Amerika Serikat tumbuh 2,3%, zona Euro tumbuh 1,1%, China akan ekspansi 4,4%, dan India tumbuh 6,5%. Untuk Indonesia, IMF tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan di angka 5,0%.

(fsd/fsd)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Anjlok Di Atas 2%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

IHSG Anjlok Di Atas 2%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

October 13, 2026
Tok! Entitas Haji Isam Caplok 30,25% Saham Bayan, Rp 2.588 Per Saham

Tok! Entitas Haji Isam Caplok 30,25% Saham Bayan, Rp 2.588 Per Saham

October 12, 2026
Trump Umumkan Gencatan Energi Rusia-Ukraina, Harga Minyak Malah Naik

Trump Umumkan Gencatan Energi Rusia-Ukraina, Harga Minyak Malah Naik

October 12, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .