• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp 16.590

Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp 16.590

October 24, 2025
Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

October 15, 2026
Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

October 15, 2026
Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

October 15, 2026
Pasar Saham Kebakaran

Pasar Saham Kebakaran

October 15, 2026
Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

Ada yang Borong Saham MAPI Rp285,5 Miliar di Harga Rp1.523

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 15, 2026
IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 2%, Ini Penyebabnya

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

Breaking! IHSG Anjlok 2% Lebih

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 2%

October 15, 2026
Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

October 15, 2026
Suroso Isnandar Jadi Bos Baru PLN, Manajemen Buka Suara

Suroso Isnandar Jadi Bos Baru PLN, Manajemen Buka Suara

October 15, 2026
Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

Waskita Beton (WSBP) Mau Ubah Utang Jadi Saham, Nilainya Rp1,71 T

October 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp 16.590

12 months ago
in News
Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp 16.590
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (24/10/2025). 

Melansir data Refinitiv, pada perdagangan terakhir pekan ini, rupiah terapresiasi 0,15% ke posisi Rp16.590/US$. Sekaligus keluar dari level psikologisnya di Rp16.600/US$. Rupiah berhasil berbalik menguat setelah pada pembukaan perdagangan, rupiah dibuka melemah 0,0,2% ke level Rp16.620/US$. 

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) per pukul 15.20 WIB terpantau menguat 0,07% di level 99,010. 


Pergerakan rupiah hari ini cukup volatile seiring dengan beberapa faktor, mulai dari faktor eksternal dari ancaman baru AS ke Rusia hingga mendidihnya harga minyak.

Harga minyak mentah melonjak lebih dari 5% ke level tertinggi dalam dua minggu pada perdagangan Kamis (23/10/2025), menyusul pengumuman sanksi AS terhadap perusahaan-perusahaan minyak utama Rusia.

AS melarang dua raksasa milik negara, Rosneft PJSC dan Lukoil PJSC, dalam langkah yang bertujuan menambah tekanan terhadap Kremlin terkait kurangnya komitmen Moskow terhadap perdamaian di Ukraina.

Rosneft, yang dipimpin sekutu Putin, Igor Sechin, dan Lukoil bersama-sama menyumbang hampir setengah dari ekspor minyak Rusia, sekitar 2,2 juta barel per hari, dengan pendapatan dari minyak dan gas menyumbang sekitar seperempat anggaran federal.

Setelah sanksi diumumkan, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia akan menekan pembeli besar, dan berencana membahas impor minyak Rusia dengan Presiden China Xi Jinping minggu depan, setelah menegaskan kembali bahwa India akan mengurangi pembeliannya.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi. 

“Intervensi akan dilakukan apapun yang diperlukan, dan ini kita lakukan tidak hanya di satu pasar saja, dengan intervensi spot tapi juga intervensi melalui pasar forward, di pasar domestik, maupun juga di luar negeri di offshore,” Jelas Juli Budi Winantya, dalam pelatihan wartawan (24/10/2025).

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Rupiah Dibuka Turun ke Rp 16.290 per Dolar AS




Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

Video:Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke 5.800-an

October 15, 2026
Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

Houthi Ancam Serang Lagi Saudi, IHSG Ambrol 1% Lebih ke Level 5.800

October 15, 2026
Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

Diam-Diam Mau Ada Pengendali Baru di Emiten Pertambangan Emas (SQMI)

October 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .