• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Sempat Balik Arah, Ini Penyebab IHSG Gagal Tutup di Zona Hijau

Sempat Balik Arah, Ini Penyebab IHSG Gagal Tutup di Zona Hijau

April 16, 2026
BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

October 7, 2026
Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

October 7, 2026
DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

DPR Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, Subsidi Pemerintah Rp3 Juta

October 7, 2026
Tanoko Borong 1,79 Juta Saham AVIA di Harga Rp330, Ini Alasannya

Tanoko Borong 1,79 Juta Saham AVIA di Harga Rp330, Ini Alasannya

October 7, 2026
Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

Investor Siap-Siap, Mau Ada Pengumuman Penting Dari Indofarma (INAF)

October 7, 2026
Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

Emiten Konstruksi RI Ini Akuisisi Saham Global Pacific Indonesia

October 7, 2026
IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

IHSG Ditutup Melemah 0,75% ke Level 6.146, Terbebani Saham BYAN

October 7, 2026
Video: Nasib Rupiah Saat Perang & Efeknya ke Dunia Usaha

Video: Nasib Rupiah Saat Perang & Efeknya ke Dunia Usaha

October 7, 2026
Bos OJK & Dirut KB Bank Buka Suara Soal Isu Diakuisisi Induk Koperasi

Bos OJK & Dirut KB Bank Buka Suara Soal Isu Diakuisisi Induk Koperasi

October 7, 2026
Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

October 7, 2026
LPS Ubah Aturan Biaya Perjalanan Dinas Hingga Rapat di Tahun 2027

LPS Ubah Aturan Biaya Perjalanan Dinas Hingga Rapat di Tahun 2027

October 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, October 7, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Sempat Balik Arah, Ini Penyebab IHSG Gagal Tutup di Zona Hijau

6 months ago
in ENTREPRENEUR
Sempat Balik Arah, Ini Penyebab IHSG Gagal Tutup di Zona Hijau
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan Kamis (16/4/2026), setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari.

IHSG ditutup di level 7.621,38, turun 2,21 poin atau 0,03%. Sejak pembukaan, IHSG sebenarnya sempat bergerak di zona hijau dan menyentuh level tertinggi di kisaran 7.705, tetapi tekanan jual mulai meningkat menjelang siang hingga indeks sempat terperosok ke area 7.575.

Pada sesi II,IHSG mencoba rebound namun akhirnya kembali ditutup tipis di zona merah. Sebanyak 385 saham naik, 326 saham turun, dan 248 saham stagnan.

Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi tercatat cukup ramai dengan total sekitar Rp17,88 triliun dan volume mencapai 37,19 miliar saham, dengan frekuensi transaksi sekitar 2,58 juta kali.

Kapitalisasi pasar tercatat berada di kisaran Rp13.584 triliun.

Adapun mengutip Refinitiv, IHSG ditopang Sejahteraraya Anugrahjaya (SRAJ) menjadi penopang utama dengan kontribusi 8,64 indeks poin. Saham emiten rumah sakit milik Dato Sri Tahir ini melesat 15,27% ke level 15.100 hari ini. 

Akan tetapi kinerja SRAJ tidak mampu membendung koreksi IHSG yang disebabkan oleh merosotnya saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dan Barito Pacific (BRPT). DSSA yang turun 2,09% dan BRPT -4,62% masing-masing menyeret IHSG sebesar 7,94 poin dan 6,75 poin. 

Sementara itu, bursa Asia mayoritas di zona hijau hari ini. Nikkei naik 2,38%, Kospi naik 2,21%, dan HSI 1,72%. 

Hal itu seiring dengan kondisi geopolitik yang mendapatkan angin segar. Pemerintahan Trump menyampaikan optimisme pada Rabu mengenai peluang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran, sembari memperingatkan tekanan ekonomi yang semakin besar terhadap Teheran jika tetap bersikap keras kepala.

Trump mengatakan perang yang dilancarkannya bersama Israel sejak akhir Februari hampir berakhir, meskipun blokade pelayaran yang diumumkannya mulai berlaku dan lalu lintas melalui Selat Hormuz masih jauh di bawah tingkat normal.

Amerika Serikat memperingatkan bahwa mereka dapat menambah sanksi sekunder terhadap pembeli minyak Iran sebagai upaya meningkatkan posisi tawar menjelang negosiasi lanjutan, hanya beberapa pekan setelah Washington melonggarkan penegakan sebagian sanksi energi terhadap Iran.

Pejabat AS dan Iran sedang mempertimbangkan kembali ke Pakistan untuk pembicaraan lanjutan secepat akhir pekan ini, setelah negosiasi pada Minggu berakhir tanpa terobosan. Panglima militer Pakistan tiba di Teheran pada Rabu untuk mencoba mencegah pecahnya kembali konflik.

Militer Pakistan mengonfirmasi bahwa Field Marshal Asim Munir telah tiba di Teheran. Sumber senior Iran kepada Reuters mengatakan Munir, yang memediasi putaran pembicaraan terakhir, akan berupaya “memperkecil perbedaan” antara kedua pihak. Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi menulis di X menyambut Munir dan mengatakan Iran berkomitmen “mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan.”

Pembicaraan akhir pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan untuk mengakhiri perang, yang dimulai Trump bersama Israel pada 28 Februari, memicu serangan Iran ke negara-negara Teluk dan kembali memanaskan konflik antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon.

Dalam perkembangan lain, di World Economic Outlook edisi April 2026, IMF merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1% pada 2026 dan 3,2% pada 2027. Angka ini merupakan laju pertumbuhan terlemah dalam dua dekade terakhir. IMF turut memaparkan skenario terburuk jika konflik di Timur Tengah meluas dan merusak infrastruktur energi.

Dalam skenario berat tersebut, pertumbuhan global diproyeksikan anjlok hingga ke level 2%, dengan tingkat inflasi global melonjak melebihi 6% pada tahun 2027.

Di tengah bayang-bayang pesimisme global, perekonomian Indonesia dinilai memiliki daya tahan yang solid. IMF memproyeksikan Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5% pada tahun 2026, lebih tinggi dibandingkan proyeksi China di level 4,4% dan Filipina di 4,1%, meski masih di bawah India yang diproyeksikan tumbuh 6,5%. Inflasi domestik juga diperkirakan terkendali di kisaran 3% untuk tahun ini.

IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,0% pada 2026, dari 5,1% pada proyeksi sebelumnya.

Kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia semakin kuat. Dalam pertemuan di sela-sela IMF Spring Meetings, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyebut Indonesia sebagai “titik terang” di tengah perekonomian dunia.

Predikat ini didasarkan pada konsistensi pemerintah menjaga defisit fiskal di bawah 3% dari PDB, serta bauran kebijakan Bank Indonesia yang adaptif dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan likuiditas makroekonomi.

(mkh/mkh)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

BUMN Ini Ungkap Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

Ekonomi Biru RI Punya Potensi Besar, Pembiayaan Jadi Kunci Utama

October 7, 2026
Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

Tok! Biaya Haji 2027 Disepakati Rp98,46 Juta

October 7, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .