• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Siaga Krisis? Obligasi Dunia Rontok, Yield AS-Jepang-Inggris Rekor

Siaga Krisis? Obligasi Dunia Rontok, Yield AS-Jepang-Inggris Rekor

September 3, 2026
RI Mau Jadi Price Maker Nikel, Bursa Mineral Bisa Wujudkan?

RI Mau Jadi Price Maker Nikel, Bursa Mineral Bisa Wujudkan?

September 13, 2026
17 Tahun Indonesia Eximbank (LPEI) Dorong Ekspor Nasional

17 Tahun Indonesia Eximbank (LPEI) Dorong Ekspor Nasional

September 13, 2026
Mantan Menteri RI Ditangkap, Kejagung Temukan Brankas Isi Rp 3 Miliar

Mantan Menteri RI Ditangkap, Kejagung Temukan Brankas Isi Rp 3 Miliar

September 13, 2026
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Sukses Dorong Jutaan UMKM Naik Kelas

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Sukses Dorong Jutaan UMKM Naik Kelas

September 13, 2026
Strategi Market Maker Gali Daya Tarik Investasi ETF Emas

Strategi Market Maker Gali Daya Tarik Investasi ETF Emas

September 13, 2026
Bandar Kripto Bangkrut, Uang Nasabah Lenyap Rp 143 Miliar

Bandar Kripto Bangkrut, Uang Nasabah Lenyap Rp 143 Miliar

September 13, 2026
Kisah Konglomerat RI Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Minta Petunjuk

Kisah Konglomerat RI Rutin Bolak-Balik Gunung Kawi, Minta Petunjuk

September 13, 2026
Racikan Investasi Nasabah Tajir Era Perang & Suku Bunga Tinggi

Racikan Investasi Nasabah Tajir Era Perang & Suku Bunga Tinggi

September 13, 2026
Ketika Anak Presiden Minta Warga Buang Dolar Buat Selamatkan Rupiah

Ketika Anak Presiden Minta Warga Buang Dolar Buat Selamatkan Rupiah

September 13, 2026
Hobi Hidup Mewah Saat Rakyat Susah, Rumah Orang Terkaya Dijarah Habis

Hobi Hidup Mewah Saat Rakyat Susah, Rumah Orang Terkaya Dijarah Habis

September 13, 2026
5 Tanda Anda Masuk Golongan Kelas Bawah, Bukan Cuma Gaji Kecil

5 Tanda Anda Masuk Golongan Kelas Bawah, Bukan Cuma Gaji Kecil

September 13, 2026
Sosok Tuan Tanah Matraman, Kuasai Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

Sosok Tuan Tanah Matraman, Kuasai Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

September 13, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, September 13, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Siaga Krisis? Obligasi Dunia Rontok, Yield AS-Jepang-Inggris Rekor

1 week ago
in Market
Siaga Krisis? Obligasi Dunia Rontok, Yield AS-Jepang-Inggris Rekor
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar obligasi global kembali mengalami tekanan. Harga surat utang pemerintah di berbagai negara turun pada Rabu sementara imbal hasil (yield) melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun bahkan puluhan tahun.

Kenaikan yield menunjukkan investor meminta imbal hasil lebih tinggi untuk memegang surat utang. Perlu diketahui, harga obligasi dan yield bergerak berlawanan arah, di mana ketika harga obligasi turun, yield biasanya naik.

Di Eropa, yield obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun mencapai 3,378%, naik 4 basis poin. Angka ini merupakan level tertinggi sejak 2011.

Tekanan juga terjadi di Jepang. Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun berada di sekitar 3,016%, setelah sehari sebelumnya menembus level 3% untuk pertama kalinya dalam tiga dekade.

Sementara itu, yield US Treasury tenor 10 tahun sempat menyentuh 4,814%, level tertinggi sejak November 2023. Di Inggris, yield obligasi pemerintah atau gilts tenor 10 tahun bahkan mencapai 5,25%, menjadi level tertinggi sejak setelah krisis keuangan global 2008.

Apa yang Terjadi?

Inflasi dan Perang Timur Tengah Jadi Pemicu

Salah satu faktor utama yang membuat pasar obligasi tertekan adalah kembali meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi. Konflik baru di Timur Tengah ikut menjadi perhatian investor karena berpotensi mendorong harga minyak dunia lebih tinggi.

Jika harga minyak naik, biaya energi dan transportasi dapat meningkat sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi. Kondisi tersebut menjadi masalah bagi pasar obligasi karena inflasi yang tinggi dapat membuat bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan kembali menaikkan bunga.

Pasar saat ini memperkirakan sejumlah bank sentral besar akan menaikkan suku bunga pada September. Ketua bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), Kevin Warsh sebelumnya juga memberikan sinyal hawkish dalam pidatonya di Jackson Hole.

Di Jepang, Bank of Japan (BoJ), pun diperkirakan berpotensi menaikkan suku bunga untuk membantu menopang yen yang melemah. Sementara itu, pasar juga sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa (ECB) setelah data inflasi zona euro dirilis pada Selasa.

Utang Negara Jadi Masalah Besar

Selain inflasi, investor juga semakin khawatir terhadap kondisi fiskal negara-negara besar. AS, Jepang hingga Prancis menghadapi beban utang pemerintah yang tinggi.

Ketika kebutuhan pembiayaan pemerintah meningkat, negara harus menawarkan imbal hasil lebih tinggi untuk menarik investor membeli surat utangnya. Kondisi ini kemudian dapat meningkatkan biaya utang pemerintah.

Tekanan di pasar obligasi juga mulai merembet ke pasar saham. Indeks-indeks utama AS telah turun selama tiga sesi berturut-turut, sementara pasar saham Eropa dan Asia juga berada di zona merah.

Padahal, sepanjang tahun ini banyak pasar saham dunia telah mencatat kenaikan kuat dan bahkan mencapai rekor, didorong optimisme terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Chief Investment Officer dan Global Head of Equities Principal Asset Management, George Maris, mengatakan kondisi fundamental pasar kini mulai lebih rapuh.

“Jika biaya uang dan risiko meningkat, itulah yang terlihat dari kenaikan yield secara global,” ujar Maris kepada CNBC International dalam program Squawk Box Europe, dikutip Kamis (3/9/2026).

“Level utang di seluruh dunia berada pada tingkat yang sangat tinggi dan terus meningkat. Solusi untuk mengatasinya belum terlihat jelas,” katanya merujuk ke kekhawatiran.

Maris menilai situasi menjadi semakin rentan karena kenaikan utang terjadi ketika ekonomi global masih tumbuh cukup sehat. Artinya, jika terjadi guncangan besar terhadap perekonomian atau pasar keuangan, tingginya utang dapat membuat dampaknya menjadi lebih sulit untuk ditangani.

“Kita berada di tempat yang lebih rentan jika terjadi gangguan,” ujarnya.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
RI Mau Jadi Price Maker Nikel, Bursa Mineral Bisa Wujudkan?

RI Mau Jadi Price Maker Nikel, Bursa Mineral Bisa Wujudkan?

September 13, 2026
17 Tahun Indonesia Eximbank (LPEI) Dorong Ekspor Nasional

17 Tahun Indonesia Eximbank (LPEI) Dorong Ekspor Nasional

September 13, 2026
Mantan Menteri RI Ditangkap, Kejagung Temukan Brankas Isi Rp 3 Miliar

Mantan Menteri RI Ditangkap, Kejagung Temukan Brankas Isi Rp 3 Miliar

September 13, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .