• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Suntikan Rp200 T & BI Rate Turun Belum Bisa Dorong Daya Beli

Suntikan Rp200 T & BI Rate Turun Belum Bisa Dorong Daya Beli

October 13, 2025
Asing Net Buy Rp933 Miliar, Ternyata Gara-Gara Ini

Asing Net Buy Rp933 Miliar, Ternyata Gara-Gara Ini

August 20, 2026
Bos BI Ungkap Strategi Bank Sentral Sukses Perkuat Rupiah

Bos BI Ungkap Strategi Bank Sentral Sukses Perkuat Rupiah

August 19, 2026
Awas Meledak! Krisis Kredit Macet China Makin Mengerikan

Awas Meledak! Krisis Kredit Macet China Makin Mengerikan

August 19, 2026
Pemerintah Bakal Tertibkan Bank yang Masih Salurkan Dana Talangan Haji

Pemerintah Bakal Tertibkan Bank yang Masih Salurkan Dana Talangan Haji

August 19, 2026
Teropong Potensi BI Rate Naik & Nasib Rupiah Hingga Akhir Tahun

Teropong Potensi BI Rate Naik & Nasib Rupiah Hingga Akhir Tahun

August 19, 2026
Bank Mega Resmikan Kantor Regional Jakarta 3

Bank Mega Resmikan Kantor Regional Jakarta 3

August 19, 2026
400.000 Antrean Haji Invalid, Potensi Rekening Dorman Rp10 T

400.000 Antrean Haji Invalid, Potensi Rekening Dorman Rp10 T

August 19, 2026
BI Rilis Skema Lindungi Aset Rupiah Investor Global dari Gejolak Kurs

BI Rilis Skema Lindungi Aset Rupiah Investor Global dari Gejolak Kurs

August 19, 2026
Direktur Astra (ASII) Borong Saham Rp 2,4 Miliar

Direktur Astra (ASII) Borong Saham Rp 2,4 Miliar

August 19, 2026
IHSG Terkoreksi 0,86% Terseret Kinerja Saham Bayan Resources (BYAN)

IHSG Terkoreksi 0,86% Terseret Kinerja Saham Bayan Resources (BYAN)

August 19, 2026
Garuda (GIAA) Ungkap Alasan Pemberhentian Direktur Niaga Reza Aulia

Garuda (GIAA) Ungkap Alasan Pemberhentian Direktur Niaga Reza Aulia

August 19, 2026
Bank RI Kini Bisa Fasilitasi Renminbi China, Permintaan Rp713 T/Tahun

Bank RI Kini Bisa Fasilitasi Renminbi China, Permintaan Rp713 T/Tahun

August 19, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, August 20, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Suntikan Rp200 T & BI Rate Turun Belum Bisa Dorong Daya Beli

10 months ago
in News
Suntikan Rp200 T & BI Rate Turun Belum Bisa Dorong Daya Beli
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – LPEM FEB UI memandang bahwa suntikan likuiditas Rp200 triliun ke bank oleh pemerintah dan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) belum mampu mendorong permintaan yang tercermin dari masih rendahnya inflasi inti.

“Meskipun pemerintah telah menyuntikkan likuiditas sekitar Rp200 triliun ke bank Himbara untuk mendorong kredit, dan Bank Indonesia (BI) telah memangkas suku bunga kebijakan hingga tiga kali berturut-turut menjadi 4,75% di September 2025, inflasi inti masih rendah dan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) belum menguat,” tulis LPEM FEB UI dalam publikasinya seperti dikutip pada Senin (13/10/2025).

“Kondisi ini menyiratkan bahwa tambahan likuiditas yang digelontorkan belum sepenuhnya bermutasi menjadi permintaan barang dan jasa di tingkat konsumen,” sambungnya.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan tingkat inflasi inti pada September sebesar 2,19% year-on-year (yoy). Inflasi inti tersebut hanya tumbuh 0,02 basis poin dari Agustus sebesar 2,17% yoy.

Padahal inflasi umum secara tahunan atau year on year mampu tumbuh 2,65% yoy atau melaju 0,34 basis poin dari Agustus 2025 sebesar 2,31% yoy.

Perbedaan laju antara inflasi inti dan umum tersebut karena adanya lonjakan kelompok pangan bergejolak. Sebagai informasi, kelompok pangan bergejolak tidak dihitung dalam inflasi inti, sehingga ukuran daya beli masyarakat lebih tercermin dalam inflasi inti.

“Pemicu lonjakan inflasi September 2025 kali ini berbeda. Bukan dari harga yang diatur pemerintah, melainkan tekanan yang kembali menguat dari kelompok pangan bergejolak (volatile food) setelah sempat mereda,” tulis LPEM FEB UI.

Kondisi kenaikan harga yang tercermin pada inflasi juga disebabkan oleh gelontoran likuiditas namun tidak bersamaan dengan kapasitas produksi.

“Terlepas dari jeda transmisi dari pembiayaan ke sektor riil, jika uang beredar terus bertambah sementara kapasitas produksi dan distribusi tidak ikut meningkat, maka yang bergerak naik adalah biaya dan harga produsen yang lalu diteruskan ke konsumen,” ucapnya.

Saat inflasi inti masih stagnan atau menunjukkan daya beli yang belum pulih, likuiditas yang melimpah menjadi berisiko. Sebab ada potensi pembiayaan berlebihan pada zombie company sehingga kredit menjadi tidak produktif.

“Lebih jauh, risiko signifikan dari likuiditas yang melimpah saat permintaan masih tertahan adalah potensi pembiayaan berlebihan pada zombie company, yaitu penambahan kredit pada debitur lama yang kurang produktif. Injeksi likuiditas semacam ini berpotensi kontraproduktif bagi sektor riil.”

(ras/haa)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



BI Rate Turun, Ini Alasan Bunga Deposito Bank Digital Ini Masih 9%




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Asing Net Buy Rp933 Miliar, Ternyata Gara-Gara Ini

Asing Net Buy Rp933 Miliar, Ternyata Gara-Gara Ini

August 20, 2026
Bos BI Ungkap Strategi Bank Sentral Sukses Perkuat Rupiah

Bos BI Ungkap Strategi Bank Sentral Sukses Perkuat Rupiah

August 19, 2026
Awas Meledak! Krisis Kredit Macet China Makin Mengerikan

Awas Meledak! Krisis Kredit Macet China Makin Mengerikan

August 19, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .