• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Analis Khawatir Kenaikan Harga Emas & Perak, Ada Apa?

Analis Khawatir Kenaikan Harga Emas & Perak, Ada Apa?

January 29, 2026
BI Digitalisasi Sistem Pembayaran Pemda-Warga RI, Daya Beli Terkerek!

BI Digitalisasi Sistem Pembayaran Pemda-Warga RI, Daya Beli Terkerek!

September 24, 2026
Harga Saham Terbang Tinggi, BEI Gembok Saham ASPI, SINI, dan IDEA

Harga Saham Terbang Tinggi, BEI Gembok Saham ASPI, SINI, dan IDEA

September 24, 2026
BEI Hapus Harga MInimum Saham, Lo Kheng Hong Bilang Begini

BEI Hapus Harga MInimum Saham, Lo Kheng Hong Bilang Begini

September 24, 2026
Penumpang Sepi & Utang Menumpuk, Perusahaan Kereta Cepat Mau Bangkrut

Penumpang Sepi & Utang Menumpuk, Perusahaan Kereta Cepat Mau Bangkrut

September 24, 2026
2 Sosok Penting Ini Borong Saham ASII di Harga Rp4.800-an

2 Sosok Penting Ini Borong Saham ASII di Harga Rp4.800-an

September 24, 2026
Saham Masih Disuspensi, NICK Buka-bukaan Soal Kondisi Bisnis

Saham Masih Disuspensi, NICK Buka-bukaan Soal Kondisi Bisnis

September 24, 2026
Deltamas Tunjuk Shinji Yoneda Jadi Wakil Presiden Direktur

Deltamas Tunjuk Shinji Yoneda Jadi Wakil Presiden Direktur

September 24, 2026
Breaking! Rupiah Melemah 0,59%, Dolar AS Tembus Rp17.900

Breaking! Rupiah Melemah 0,59%, Dolar AS Tembus Rp17.900

September 24, 2026
IHSG Sesi I Dibuka Melemah 0,16% ke Level 6.364

IHSG Sesi I Dibuka Melemah 0,16% ke Level 6.364

September 24, 2026
Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.835 Pagi Ini

Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.835 Pagi Ini

September 24, 2026
NexAI (MGLV) Kantongi Kredit BNI Rp10,75 T untuk Ekspansi Data Center

NexAI (MGLV) Kantongi Kredit BNI Rp10,75 T untuk Ekspansi Data Center

September 24, 2026
Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

September 24, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, September 24, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Analis Khawatir Kenaikan Harga Emas & Perak, Ada Apa?

8 months ago
in Market
Analis Khawatir Kenaikan Harga Emas & Perak, Ada Apa?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas dan perak kembali mencetak rekor tertinggi di pasar global. Situasi ini memicu perdebatan di kalangan analis mengenai apakah pergerakan tersebut masih mencerminkan fundamental atau justru menunjukkan pasar yang semakin tidak wajar.

Pada perdagangan Kamis (29/1/2026), emas spot melonjak lebih dari 3% dan terakhir diperdagangkan di level US$5.501,18 atau sekitar Rp86,4 juta per ons troi. Sementara kontrak berjangka emas Februari naik ke US$5.568,66 (Rp87,4 juta) per ons, berdasarkan data LSEG.

Perak juga mencatatkan lonjakan signifikan. Harga perak spot naik lebih dari 2% menjadi US$119,3 atau sekitar Rp1,87 juta per ons sedangkan kontrak berjangka perak AS untuk Maret melonjak hampir 5% ke level US$118,73 per ons.

Logam putih ini bahkan sempat menembus US$117 per ons untuk pertama kalinya. Ini setelah perak mencatatkan kenaikan lebih dari 145% sepanjang 2025 dan sekitar 65% sejak awal tahun berjalan.

Kenaikan tajam tersebut tidak hanya terjadi pada emas dan perak. Platinum dan paladium, hingga beberapa logam dasar, juga terkerek.

“Kami telah memprediksi kenaikan harga emas sejak awal tahun lalu,” kata Presiden Yardeni Research, Ed Yardeni, seperti dikutip CNBC International, Kamis (29/1/2025).

“Hal itu telah berubah menjadi kenaikan harga semua logam mulia, banyak logam dasar, dan mineral langka,” tambahnya.

Sejumlah analis menilai reli ini didorong oleh permintaan investor yang mencari aset lindung nilai di tengah ketegangan geopolitik, lonjakan utang pemerintah global, serta ketidakpastian arah suku bunga dan nilai tukar. Pembelian berkelanjutan oleh bank sentral turut menopang emas, sementara perak mendapat dukungan tambahan dari permintaan industri seperti tenaga surya dan elektronik.

Meski demikian, volatilitas ekstrem memicu kekhawatiran. Pergerakan harga saat ini lebih dipengaruhi arus likuiditas global ketimbang penawaran dan permintaan fisik.

“Saya akan menyebut pasar logam mulia sebagai pasar yang kacau mengingat volatilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Nicky Shiels dari MKS PAMP. 

Pandangan serupa disampaikan CEO Galena Asset Management, Maximilian Tomei. Menurutnya, lonjakan harga logam mulia saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan fundamental.

“Pergerakan ini didorong oleh pelemahan mata uang, bukan semata permintaan logam,” katanya, seraya menambahkan bahwa fundamental saja tidak cukup menjelaskan kenaikan harga hingga ratusan persen.

Tomei juga menyoroti kelebihan likuiditas global sebagai faktor kunci. Saat valuasi aset lain dianggap terlalu tinggi, sebagian dana mengalir ke emas dan perak sebagai tempat parkir modal, bukan karena perubahan mendasar pada pasokan atau permintaan.

Guy Wolf dari Marex menilai pasar perak dan platinum yang relatif kecil lebih rentan terhadap arus masuk modal spekulatif, sehingga harga mudah terdorong jauh dari fundamental. Keterbatasan kapasitas produksi membuat pasokan fisik sulit mengejar lonjakan permintaan, meningkatkan risiko koreksi tajam ketika likuiditas menyusut.

Meski begitu, tidak semua analis menilai pasar telah sepenuhnya “rusak”. Gautam Varma dari V2 Ventures menyebut lonjakan ini mencerminkan besarnya modal spekulatif yang masuk.

“Modal tersebut mungkin hadir karena alasan selain permintaan dan penawaran fundamental,” ujarnya.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BI Digitalisasi Sistem Pembayaran Pemda-Warga RI, Daya Beli Terkerek!

BI Digitalisasi Sistem Pembayaran Pemda-Warga RI, Daya Beli Terkerek!

September 24, 2026
Harga Saham Terbang Tinggi, BEI Gembok Saham ASPI, SINI, dan IDEA

Harga Saham Terbang Tinggi, BEI Gembok Saham ASPI, SINI, dan IDEA

September 24, 2026
BEI Hapus Harga MInimum Saham, Lo Kheng Hong Bilang Begini

BEI Hapus Harga MInimum Saham, Lo Kheng Hong Bilang Begini

September 24, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .