• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Ada Aksi Profit Taking, IHSG Sesi 1 Terkoreksi Tipis ke Level 7.095

Ada Aksi Profit Taking, IHSG Sesi 1 Terkoreksi Tipis ke Level 7.095

April 28, 2026
Emiten Udang Kaesang (PMMP) Krisis! Utang Numpuk, Direksi Resign

Emiten Udang Kaesang (PMMP) Krisis! Utang Numpuk, Direksi Resign

July 7, 2026
IHSG Belum Pulih tapi Ada 11 Perusahaan Antre IPO

IHSG Belum Pulih tapi Ada 11 Perusahaan Antre IPO

July 7, 2026
Penyebab IHSG Ditutup Naik 1,19% Hari Ini

Penyebab IHSG Ditutup Naik 1,19% Hari Ini

July 7, 2026
Kasus Debt Collector Toyota Astra Finance, Ini Teguran dari OJK

Kasus Debt Collector Toyota Astra Finance, Ini Teguran dari OJK

July 7, 2026
Multifinance Seret, Pinjol Melambat, Pegadaian Melesat 58%

Multifinance Seret, Pinjol Melambat, Pegadaian Melesat 58%

July 7, 2026
Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 T di Mei 2026

Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 T di Mei 2026

July 7, 2026
Kredit per Mei 2026 Naik 11,51%, Bank BUMN Jadi Motor Penggerak Utama

Kredit per Mei 2026 Naik 11,51%, Bank BUMN Jadi Motor Penggerak Utama

July 7, 2026
26 Asuransi Syariah Spin Off, 15 Perusahaan Bakal Merger

26 Asuransi Syariah Spin Off, 15 Perusahaan Bakal Merger

July 7, 2026
OJK Minta Toyota Astra Financial Evaluasi Total Penagihan

OJK Minta Toyota Astra Financial Evaluasi Total Penagihan

July 7, 2026
IHSG Anjlok 34,74%, Investor Pasar Modal Malah Tembus 28,96 Juta

IHSG Anjlok 34,74%, Investor Pasar Modal Malah Tembus 28,96 Juta

July 7, 2026
Jadi Fondasi Masa Depan, Kebijakan Hilirisasi Untungkan Bisnis Antam

Jadi Fondasi Masa Depan, Kebijakan Hilirisasi Untungkan Bisnis Antam

July 7, 2026
Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Dolar AS Turun Jadi Rp17.975

Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Dolar AS Turun Jadi Rp17.975

July 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 7, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Ada Aksi Profit Taking, IHSG Sesi 1 Terkoreksi Tipis ke Level 7.095

2 months ago
in Lifestyle
Ada Aksi Profit Taking, IHSG Sesi 1 Terkoreksi Tipis ke Level 7.095
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak galau antara zona hijau dah zona merah pada perdagangan hari ini, Selasa (28/4/2026).

IHSG mengawali perdagangan dengan kenaikan hingga 0,5%. Akan tetapi pada perdagangan intraday sesi pertama, IHSG berbalik arah dan turun tajam 1,04% sebelum akhirnya memangkas koreksi. Pada akhir perdagangan sesi pertama, IHSG melemah 0,15% atau 10,94 poin ke level 7.095,58.

Sebanyak 312 saham menguat, 340 melemah dan 161 lainnya tak bergerak. Nilai transaksi hari ini mencapai Rp 8,59 triliun yang melibatkan 17,17 miliar saham dalam 1.27 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar bursa terkoreksi menjadi Rp 12.709 triliun.

Saham emiten perbankan tercatat masih ramai diperdagangkan dengan transaksi di saham Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Central Asia (BBCA) mencapai lebih dari Rp 1 triliun dan transaksi di saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) nyaris mencapai Rp 830 miliar.

IHSG merosot seiring dengan aksi profit taking di saham Amman Mineral (AMMN). Saham emiten tambang Agoes Projosasmito dan Salim ini turun 3,70% ke level 5.200.

Sebagai informasi, pada perdagangan kemarin AMMN melesat naik 8% ke level 5.400. AMMN pun menjadi penjaga IHSG tidak ambruk terlalu dalam.

Pagi ini saham AMMN menjadi pemberat utama IHSG dengan bobot -4,56 poin.

Selain AMMN, tercatat nyaris seluruh emiten tambang emas terkoreksi pada perdagangan hari ini.

Pun pasar di kawasan juga mayoritas mengalami koreksi. Indeks Nikkei di Jepang turun 0,5%, HSI -0,26%, ASX 200 -0,51%. Berbeda arah, Kospi di Korea naik 0,45%.

Adapun memasuki perdagangan Selasa (28/4/2026), pelaku pasar keuangan Tanah Air akan mencermati sejumlah sentimen penting dari dalam dan luar negeri. Dari eksternal, fokus utama tertuju pada keputusan suku bunga Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) yang akan keluar hari ini.

Sementara dari dalam negeri, perhatian pasar akan mengarah pada perkembangan pasar modal Indonesia, mulai dari hasil pertemuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan MSCI, reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto, hingga pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai prospek IHSG dan target pertumbuhan ekonomi pemerintah.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan prospek ekonomi dan pasar saham Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan dalam Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana dan Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026 di Gedung BEI, Senin (27/4/2026).

Baca:
Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada AMMN hingga ARCI
Purbaya meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menembus level 28.000 pada 2029-2030. Menurutnya, proyeksi tersebut bukan hal yang mustahil jika ekspansi ekonomi Indonesia terus berlanjut hingga akhir dekade ini.

“Let’s say sekarang 7.000 lah. Ekspansi kita akan berlangsung sampai 2029-2030. Itu saya bilang bisa 4-5 kali. Bisalah 28.000 paling sial. Mereka bilang Purbaya gila,” ujarnya.

Purbaya menilai proyeksi tersebut bukan sesuatu yang berlebihan. Ia membandingkan dengan periode sebelumnya, ketika IHSG sempat berada di level 400-an pada 2002 dan kemudian naik hingga sekitar 2.500 pada 2009. Artinya, dalam periode tersebut IHSG sempat melesat berkali-kali lipat.

Menurut Purbaya, peluang kenaikan besar IHSG tetap terbuka jika pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dijaga tetap tinggi. Ia bahkan sebelumnya meyakini IHSG bisa mencapai level 10.000 pada akhir tahun ini, meski pasar keuangan masih dibayangi ketidakpastian global.

Optimisme tersebut juga dikaitkan dengan semakin besarnya partisipasi investor muda di pasar modal. Purbaya menyebut investor dari kalangan Gen Z telah mencapai sekitar 57%, sehingga menjadi salah satu penopang pertumbuhan pasar modal dalam jangka panjang.

Di kesempatan yang sama, Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah tidak main-main dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi 8% hingga 2029. Menurutnya, pemerintah sudah mulai melakukan reformasi besar-besaran, termasuk di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

“Yang kita jalankan tidak main-main. Reformasi yang kita perbaiki, reformasi betulan. Tiga bulan pertama itu pajak saya tumbuh 20%, nanti akan lebih. Bea cukai juga ada reformasi, yang lain lanjut kita reformasi dengan cepat,” kata Purbaya.

Dari sisi belanja pembangunan, Purbaya menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memberikan ruang besar kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk mempercepat program pembangunan, salah satunya melalui Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP).

Dengan percepatan program tersebut, Purbaya percaya pertumbuhan ekonomi 6% sudah berada dalam jangkauan pemerintah. Angka ini disebut sebagai modal awal untuk mengejar target pertumbuhan yang lebih tinggi.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Emiten Udang Kaesang (PMMP) Krisis! Utang Numpuk, Direksi Resign

Emiten Udang Kaesang (PMMP) Krisis! Utang Numpuk, Direksi Resign

July 7, 2026
IHSG Belum Pulih tapi Ada 11 Perusahaan Antre IPO

IHSG Belum Pulih tapi Ada 11 Perusahaan Antre IPO

July 7, 2026
Penyebab IHSG Ditutup Naik 1,19% Hari Ini

Penyebab IHSG Ditutup Naik 1,19% Hari Ini

July 7, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .