• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Kurs Naik ke Rp17.275/US$

Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Kurs Naik ke Rp17.275/US$

April 29, 2026
Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 T di Mei 2026

Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 T di Mei 2026

July 7, 2026
Kredit per Mei 2026 Naik 11,51%, Bank BUMN Jadi Motor Penggerak Utama

Kredit per Mei 2026 Naik 11,51%, Bank BUMN Jadi Motor Penggerak Utama

July 7, 2026
26 Asuransi Syariah Spin Off, 15 Perusahaan Bakal Merger

26 Asuransi Syariah Spin Off, 15 Perusahaan Bakal Merger

July 7, 2026
OJK Minta Toyota Astra Financial Evaluasi Total Penagihan

OJK Minta Toyota Astra Financial Evaluasi Total Penagihan

July 7, 2026
IHSG Anjlok 34,74%, Investor Pasar Modal Malah Tembus 28,96 Juta

IHSG Anjlok 34,74%, Investor Pasar Modal Malah Tembus 28,96 Juta

July 7, 2026
Jadi Fondasi Masa Depan, Kebijakan Hilirisasi Untungkan Bisnis Antam

Jadi Fondasi Masa Depan, Kebijakan Hilirisasi Untungkan Bisnis Antam

July 7, 2026
Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Dolar AS Turun Jadi Rp17.975

Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Dolar AS Turun Jadi Rp17.975

July 7, 2026
Breaking News! IHSG Tiba-Tiba Melesat 1%

Breaking News! IHSG Tiba-Tiba Melesat 1%

July 7, 2026
OJK Spill Jumlah Asuransi, Reasuransi dan Dapen yang Modalnya Cukup

OJK Spill Jumlah Asuransi, Reasuransi dan Dapen yang Modalnya Cukup

July 7, 2026
OJK Sebut IHSG Fase Konsolidasi, Anjlok 34,7% Sepanjang Tahun Ini

OJK Sebut IHSG Fase Konsolidasi, Anjlok 34,7% Sepanjang Tahun Ini

July 7, 2026
Perry Ungkap Skema ‘Win-Win’, BI Naikkan Bunga Simpanan Pemerintah

Perry Ungkap Skema ‘Win-Win’, BI Naikkan Bunga Simpanan Pemerintah

July 7, 2026
Judol Makin Marak, Bos OJK Ungkap Indikasinya

Judol Makin Marak, Bos OJK Ungkap Indikasinya

July 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 7, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Kurs Naik ke Rp17.275/US$

2 months ago
in Lifestyle
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Kurs Naik ke Rp17.275/US$
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (29/4/2026).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengakhiri perdagangan di level Rp17.275/US$ atau melemah 0,38%. Pelemahan ini membawa rupiah kembali mendekati level psikologis Rp17.300/US$.

Tekanan terhadap rupiah sudah terlihat sejak awal perdagangan. Rupiah dibuka melemah 0,26% ke level Rp17.255/US$, kemudian pelemahannya sempat semakin dalam hingga menyentuh Rp17.335/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS atau DXY pada pukul 15.00 WIB terpantau bergerak di zona hijau dengan penguatan 0,04% ke level 98,675.


Pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini masih banyak dipengaruhi faktor eksternal, terutama arah dolar AS di pasar global menjelang pengumuman suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).

Dolar AS cenderung menguat pada perdagangan Rabu, seiring sikap investor yang menunggu keputusan suku bunga The Fed. Pertemuan kali ini juga menjadi perhatian karena diperkirakan menjadi salah satu momen terakhir Jerome Powell sebagai Ketua The Fed.

The Fed secara luas diperkirakan masih akan menahan suku bunga. Namun, fokus pasar tidak hanya tertuju pada keputusan bunga, tetapi juga pada pandangan The Fed mengenai dampak perang di Timur Tengah terhadap ekonomi AS, inflasi, dan arah suku bunga ke depan.

Pelaku pasar juga mencermati masa depan Powell di The Fed.

Sebelumnya, Powell pernah mengatakan bahwa dia akan tetap bertahan jika menilai independensi The Fed berada di bawah ancaman. Karena itu, keputusan Powell ke depan dinilai akan sangat bergantung pada persepsinya terhadap independensi bank sentral AS.

Selain agenda The Fed, ketidakpastian perang di Timur Tengah masih menjadi sumber tekanan bagi pasar global.

Harga minyak naik pada perdagangan Selasa karena investor menilai konflik Iran belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian. Kabar Uni Emirat Arab memangkas hubungan dengan OPEC turut menambah perhatian pasar terhadap arah pasokan energi global.

Kenaikan harga minyak juga menekan pasar obligasi AS. Harga obligasi turun, sementara imbal hasilnya naik, karena investor khawatir harga energi yang tinggi dapat kembali mendorong tekanan inflasi.

Kondisi tersebut membuat ruang gerak rupiah semakin terbatas. Ketika dolar AS menguat dan investor memilih aset aman, mata uang negara berkembang seperti rupiah biasanya menjadi lebih rentan tertekan.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 T di Mei 2026

Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 T di Mei 2026

July 7, 2026
Kredit per Mei 2026 Naik 11,51%, Bank BUMN Jadi Motor Penggerak Utama

Kredit per Mei 2026 Naik 11,51%, Bank BUMN Jadi Motor Penggerak Utama

July 7, 2026
26 Asuransi Syariah Spin Off, 15 Perusahaan Bakal Merger

26 Asuransi Syariah Spin Off, 15 Perusahaan Bakal Merger

July 7, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .