• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Bank Sentral Besar Ramai-Ramai Mau Naikkan Suku Bunga

Bank Sentral Besar Ramai-Ramai Mau Naikkan Suku Bunga

May 1, 2026
Terusir Dari China, Sosok Ini Malah Menjadi Raja Perabot Elektronik RI

Terusir Dari China, Sosok Ini Malah Menjadi Raja Perabot Elektronik RI

May 1, 2026
Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

May 1, 2026
Keren, Jajan di Tiongkok Kini Bisa Bayar Pakai QR Bank Mandi

Keren, Jajan di Tiongkok Kini Bisa Bayar Pakai QR Bank Mandi

May 1, 2026
GoTo & Grab Buka Suara Usai Prabowo Restui Potongan Aplikator 8%

GoTo & Grab Buka Suara Usai Prabowo Restui Potongan Aplikator 8%

May 1, 2026
Dunia Demam Emas, Ternyata Ini Tempat Penyimpanannya

Dunia Demam Emas, Ternyata Ini Tempat Penyimpanannya

May 1, 2026
Sentimen Ini Bikin Rupiah Lemah Lawan Dolar AS

Sentimen Ini Bikin Rupiah Lemah Lawan Dolar AS

May 1, 2026
Pasar Sepatu Tembus USD400 M, RI Perlu Punya Industri Pendukung

Pasar Sepatu Tembus USD400 M, RI Perlu Punya Industri Pendukung

May 1, 2026
Prabowo Dorong B50 Era Perang, Emiten Sawit Akan Diuntungkan?

Prabowo Dorong B50 Era Perang, Emiten Sawit Akan Diuntungkan?

May 1, 2026
Ikut Anjuran Nabi Nuh, Pria AS Punya Harta Rp 214 Triliun

Ikut Anjuran Nabi Nuh, Pria AS Punya Harta Rp 214 Triliun

May 1, 2026
Danantara Sudah Pegang Saham Aplikator Ojol

Danantara Sudah Pegang Saham Aplikator Ojol

May 1, 2026
Cicilan KPR Buruh akan Bisa Diperpanjang hingga 40 Tahun

Cicilan KPR Buruh akan Bisa Diperpanjang hingga 40 Tahun

May 1, 2026
Danareksa Incar Jadi Manajemen Aset Terbesar Kedua di RI

Danareksa Incar Jadi Manajemen Aset Terbesar Kedua di RI

May 1, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, May 1, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Bank Sentral Besar Ramai-Ramai Mau Naikkan Suku Bunga

2 hours ago
in Market
Bank Sentral Besar Ramai-Ramai Mau Naikkan Suku Bunga
Share on FacebookShare on Twitter



Daftar Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Bank-bank sentral utama dunia kompak mempertahankan suku bunga pada pekan ini. Namun, mereka memperingatkan bahwa bisa segera menaikkannya untuk mencegah lonjakan harga energi akibat perang AS-Israel dengan Iran meluas menjadi kenaikan inflasi yang lebih luas.

Bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga tetap, namun tiga pembuat kebijakan menilai bahwa acuan mengenai “bias pelonggaran” dalam pernyataan kebijakan sudah tidak lagi tepat. Sementara itu, bank-bank sentral di Eropa dan Jepang memberi sinyal bahwa mereka akan menaikkan suku bunga pada pertemuan mendatang.

Mengutip Reuters, berikut posisi 10 bank sentral negara maju, diurutkan dari suku bunga kebijakan tertinggi hingga terendah:

Australia

Reserve Bank of Australia (RBA) telah menaikkan suku bunga dua kali tahun ini, kini menjadi 4,1%, menjadi level tertinggi di kelompok G10. Pasar melihat sekitar 80% peluang RBA kembali menaikkan suku bunga pekan depan, dan memperkirakan setidaknya dua kali kenaikan lagi hingga akhir tahun.

Inflasi masih tinggi, data Rabu menunjukkan inflasi utama mencapai 4,1% pada kuartal I dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Itu jauh di atas target RBA sebesar 2-3%, meskipun inflasi inti di level 3,5% memberi sedikit kelegaan.

Norwegia

Norges Bank juga akan menggelar pertemuan pekan depan setelah sebelumnya menyatakan kemungkinan menaikkan suku bunga satu atau dua kali tahun ini guna meredam tekanan inflasi yang kembali muncul akibat pertumbuhan upah yang kuat dan biaya energi yang lebih tinggi.

Bank sentral Norwegia menahan suku bunga di level 4% pada Maret. Inflasi inti, sekitar 3,0% pada Maret, telah melampaui target 2% setiap bulan sejak awal 2022.

Inggris

Bank of England (BoE) mempertahankan suku bunga acuannya di 3,75% pada Kamis, dengan satu suara mendukung kenaikan suku bunga.

BoE juga menghapus praktik biasanya dalam menerbitkan proyeksi sentral untuk inflasi dan indikator ekonomi utama lainnya, dan menggantinya dengan tiga skenario. Skenario paling ekstrem menunjukkan perlunya kenaikan biaya pinjaman secara “tegas”.

Amerika Serikat

The Fed mempertahankan suku bunga pada Rabu dengan hasil voting 8 banding 4, selisih tersempit dalam beberapa dekade. Tiga pejabat menolak arah kebijakan yang condong ke pelonggaran, sementara satu pejabat memilih pemangkasan suku bunga.

The Fed tetap mempertahankan “bias pelonggaran” dalam pernyataan kebijakannya. Namun, Ketua The Fed yang akan lengser, Jerome Powell, mengatakan perubahan bisa saja dilakukan secepat Juni.

Trader memperkirakan The Fed akan melewatkan pemangkasan suku bunga sepanjang 2026 dan bahkan mungkin menaikkan suku bunga pada paruh pertama 2027.

Selandia Baru

Reserve Bank of New Zealand mempertahankan suku bunga di 2,25% pada awal April. Gubernurnya mengatakan pekan ini bahwa ukuran inflasi inti tetap stabil dalam kisaran target 1-3% pada kuartal pertama, meskipun bank sentral siap bertindak bila diperlukan. Pasar memperkirakan tiga kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun.

Kanada

Bank of Canada (BoC) mempertahankan suku bunga di 2,25% pada Rabu, dengan menyatakan harga minyak yang lebih tinggi akan menguntungkan Kanada lewat peningkatan pendapatan ekspor, meskipun sedikit menekan dunia usaha dan konsumen.

BoC memperkirakan harga minyak akan turun ke US$75 per barel pada pertengahan 2027, dan jika itu terjadi maka suku bunga kebijakannya sudah berada di level yang tepat. Namun, bank sentral menegaskan akan merespons cepat jika inflasi terbukti persisten. Inflasi naik menjadi 2,4% pada Maret, masih dalam kisaran target BoC.

Zona Euro

Bank Sentral Eropa (ECB) juga masih menunggu untuk saat ini. ECB mempertahankan suku bunga di 2% pada Kamis.

Meski demikian, mereka memberi sinyal meningkatnya kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi, memperkuat spekulasi bahwa ECB akan menaikkan suku bunga beberapa kali tahun ini. Langkah awal kemungkinan akan dilakukan bulan Juni.

Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan keputusan akhir untuk menahan suku bunga diambil secara bulat, namun dalam konferensi pers ia menyebut kemungkinan kenaikan suku bunga telah dibahas “secara panjang lebar” oleh para pembuat kebijakan.

Swedia

Riksbank akan menggelar pertemuan pekan depan dengan mayoritas ekonom memperkirakan tidak ada perubahan pada suku bunga acuan 1,75%.

Tetapi, para pembuat kebijakan Swedia juga telah memperingatkan risiko inflasi yang lebih tinggi akibat perang, dan menyatakan mereka dapat mengambil tindakan bila diperlukan.

Jepang

Bank of Japan (BOJ) mempertahankan suku bunga di 0,75% pada Selasa, tetapi memberikan sinyal yang tidak biasa tegas mengenai kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Bank sentral Jepang itu juga memperingatkan perlunya kewaspadaan ekstra untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Tiga anggota berbeda pendapat dan mengusulkan kenaikan suku bunga.

Adapun sejak 2022, BOJ secara hati-hati telah menaikkan suku bunga dari wilayah negatif. Namun levelnya masih jauh lebih rendah dibanding negara lain, yang berkontribusi terhadap pelemahan yen, dan pada gilirannya bisa semakin mendorong inflasi.

Yang juga memperumit situasi bagi BOJ, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang kini berada di level tertinggi dalam beberapa dekade.

Swiss

Dengan suku bunga 0%, Swiss National Bank (SNB) memiliki level suku bunga terendah di kelompok G10. SNB diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan Juni dan mengandalkan intervensi valuta asing untuk menahan apresiasi tajam franc Swiss, yang didukung oleh investor yang mencari aset safe haven.

Mata uang yang lebih kuat menurunkan harga impor, sehingga meredam dampak inflasi dari kenaikan biaya energi, tetapi juga berisiko mendorong inflasi turun di bawah kisaran target SNB sebesar 0-2%.

Harga konsumen naik 0,3% bulan lalu dibandingkan Maret 2025, tertinggi dalam 12 bulan terakhir.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Australian Soon-to-Be Property Billionaire Jamie McIntyre Eyes Bold Expansion in Indonesia with Planned Mini-Cities

Australian Soon-to-Be Property Billionaire Jamie McIntyre Eyes Bold Expansion in Indonesia with Planned Mini-Cities

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Terusir Dari China, Sosok Ini Malah Menjadi Raja Perabot Elektronik RI

Terusir Dari China, Sosok Ini Malah Menjadi Raja Perabot Elektronik RI

May 1, 2026
Bank Sentral Besar Ramai-Ramai Mau Naikkan Suku Bunga

Bank Sentral Besar Ramai-Ramai Mau Naikkan Suku Bunga

May 1, 2026
Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

Modal Cangkul, Guru SD Dapat Harta Karun Miliaran di Halaman Sekolah

May 1, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .