• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Heboh Petani Jawa Mendadak Ketemu Emas 16 Kg Saat Gali Sawah

Heboh Petani Jawa Mendadak Ketemu Emas 16 Kg Saat Gali Sawah

July 26, 2025
Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

October 29, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,43% ke 5.305

IHSG Dibuka Menguat 0,43% ke 5.305

October 29, 2026
IHSG Dibuka Melemah 0,17% ke 5.273

IHSG Dibuka Melemah 0,17% ke 5.273

October 29, 2026
Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Kinerja Big Tech dan The Fed

Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Kinerja Big Tech dan The Fed

October 29, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

October 29, 2026
Saham RANS Anjlok ke Rp117, Harga Kini 31% di Bawah IPO

Saham RANS Anjlok ke Rp117, Harga Kini 31% di Bawah IPO

October 29, 2026
BEI Ubah Cara Berantas Manipulasi Saham, Sasar Rekening Pelaku

BEI Ubah Cara Berantas Manipulasi Saham, Sasar Rekening Pelaku

October 29, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Asing Serbu 10 Saham Ini

IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Asing Serbu 10 Saham Ini

October 29, 2026
Asing Pilih Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Menguat

Asing Pilih Lepas 10 Saham Ini Kala IHSG Menguat

October 29, 2026
BNI Siap-Siap Buyback Saham, Rogoh Kocek Rp547 Miliar

BNI Siap-Siap Buyback Saham, Rogoh Kocek Rp547 Miliar

October 28, 2026
Mandiri (BMRI) Jual Saham Inhealth ke IFG Life Senilai Rp570 Miliar

Mandiri (BMRI) Jual Saham Inhealth ke IFG Life Senilai Rp570 Miliar

October 28, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 29, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Heboh Petani Jawa Mendadak Ketemu Emas 16 Kg Saat Gali Sawah

1 year ago
in Lifestyle
Heboh Petani Jawa Mendadak Ketemu Emas 16 Kg Saat Gali Sawah
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Kisah penemuan harta karun tanpa sengaja ternyata pernah terjadi di Indonesia. Harta karun berupa emas ditemukan oleh seorang petani miskin di Jawa.

Pada tahun 1990 lalu, seorang petani tanpa sengaja menemukan ‘harta karun’ berupa emas saat menggali sawah. Adalah Cipto Suwarno, dia sudah seminggu lebih sibuk menggali lahan sawah miliknya di Desa Wanoboyo, Klaten, Jawa Tengah.

Suwarno menggali tanah dari matahari terbit hingga tenggelam menggunakan cangkul berukuran sedang. Tak terhitung berapa luas tanah yang sudah tercabik olehnya.

Pokoknya, dia ingin air irigasi bisa masuk ke lahan sawahnya seperti sedia kala. Maklum, proyek di sekitar sawah telah mengacak-acak kontur lahan. Namun, pada Rabu 17 Oktober 1990 saat menggali di kedalaman 2,5 meter, tangan Suwarno mendadak berhenti.

Mata cangkulnya tiba-tiba menyentuh benda keras. Mulanya dia berpikir hanya batu dan lantas menyingkirkannya. Akan tetapi, saat benda keras itu diangkat dia langsung terperanjat.

“Emas, emas, emas!!!,” teriak Suwarno.

Betapa kagetnya dia melihat benda keras bukanlah batu, melainkan guci keramik dibalut emas. Kerumunan pun langsung terjadi. Di hadapan para pejabat desa, dia melanjutkan penggalian dan ditemukan harta karun fantastis: 16 Kg emas.

“Jika dirinci, barang temuan tadi terdiri dari bokor gembung, 6 tutup bokor, 3 gayung, 1 baki, 97 gelang, 22 mangkuk, pipa rokok, guci besar, 2 guci kecil, 11 cincin, 7 piring, 8 subang, tas tangan, keris, manik-manik, dan uang logam,” tulis Tempo (3 November 1990).

Penemuan Suwarno kemudian dicatat sejarah sebagai Harta Karun Wonoboyo yang kelak dianggap sebagai temuan arkeologi berupa emas terbesar sepanjang sejarah.

Para arkeolog menyimpulkan seluruh harta karun tersebut berasal dari akhir abad ke-9 hingga pertengahan abad ke-10. Kesimpulan ini diperoleh karena bentuk temuan emas yang sesuai dengan zamannya. Dalam mangkuk emas ada relief Ramayana. Lalu, di koin emas terdapat tulisan “Saragi Diah Bunga.”

Terlepas dari kapan dan dari mana harta itu berasal, Harta karun Wonoboyo dapat mengindikasikan bagaimana orang-orang Jawa pada masa kerajaan kuno abad ke-9 dan 10, baik elit atau rakyat biasa, menggunakan emas dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, jauh sebelum masa itu.

Masyarakat Jawa Hobi Pakai Emas

Dahulu emas memang bisa diperoleh dengan mudah dan murah. Alhasil, benda berharga itu melekat dalam kehidupan masyarakat Jawa kuno.

Berbagai catatan menunjukkan di era Majapahit (1293-1527 M), misalnya, para bangsawan kerap memiliki emas dalam jumlah besar. Berbagai benda dilapisi oleh emas, mulai dari kereta hingga kipas.

Selain itu, sebagaimana dipaparkan Stuart Robson dalam Desawarna by Mpu Prapanca (1995), kerajaan Daha yang sezaman dengan Majapahit juga punya kebiasaan serupa. Dia menyoroti kebiasaan putri dari Raja Daha yang kerap menggunakan kereta berlapis emas.

Lalu, arkeolog Slamet Mulyana dalam Menuju Puncak Kemegahan (2012), menceritakan bagaimana emas menjadi barang idaman di era Majapahit seperti yang ditulis oleh Empu Prapanca dalam Nagarakertagama. “Ia ingin sama dengan empu Winada yang bercita-cita mengumpulkan banyak uang dan emas,” tulis Prapanca, ditulis ulang oleh Slamet Mulyana.

Kegemaran mengoleksi emas juga tak hanya buat estetika, tapi juga transaksi perdagangan. Erwin Kusuma dalam Uang Indonesia: Sejarah dan Perkembangannya (2021) mencatat, masyarakat Jawa kuno lazim menggunakan emas dalam transaksi perdagangan di pasar. Hanya saja, transaksi melalui emas digunakan dalam skala besar, seperti jual-beli tanah, bukan transaksi di pasar.

Kaitan antara masyarakat Jawa dan emas juga kerap menjadi sorotan penjelajah asing. Saat berkunjung ke Jawa, penjelajah China takjub melihat para raja hidup mewah. Seperti diceritakan Nusantara dalam Catatan Tionghoa (2009), penjelajah China tersebut melihat emas bertaburan di sekitar raja. Saat makan saja mereka menggunakan peralatan berbahan emas.

Sementara penjelajah Eropa Tome Pires dalam Suma Oriental (1944) juga berkata demikian. Saat mengunjungi Jawa tahun 1513 dia melihat raja Jawa yang sangat kaya. Penampilannya dari atas ke bawah full menggunakan emas. Bahkan, para pengawal dan anjing peliharaan juga memakai kalung dan gelang emas.

Meski hobi memakai emas, mereka tak bisa mendapatnya di Pulau Jawa. Maka, untuk memperolehnya para penduduk biasa mengimpor emas dari Sumatera, pulau yang memang disebut sebagai ‘Surga Emas’. Atau mereka bisa mendapatnya dari India.

Seiring waktu, kebiasaan menggunakan emas terus berlanjut. Namun, saat runtuhnya kerajaan kuno dan kemunculan kolonialisme, terjadi perubahan pola hidup. Di titik perhiasan emas kemudian menjadi harta karun terpendam. Barang itu tertimbun di bawah tanah antah berantah yang terus menjadi objek pemburu harta karun.

Sampai akhirnya, emas kerajaan ditemukan dalam skala besar di Wonoboyo. Harta karun Wonoboyo kemudian disimpan di Museum Nasional, Jakarta.

Catatan: Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu. Lewat kisah seperti ini, CNBC Insight juga menghadirkan nilai-nilai kehidupan dari masa lampau yang masih bisa dijadikan pelajaran di hari ini.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Tukang Becak Mendadak Kaya Raya, Dapat Rp 50 Miliar Semalam




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

October 29, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,43% ke 5.305

IHSG Dibuka Menguat 0,43% ke 5.305

October 29, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .