• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Harga Minyak Nangkring di US$ 69, Pasar Tunggu Kepastian Tarif Trump

Harga Minyak Nangkring di US$ 69, Pasar Tunggu Kepastian Tarif Trump

July 28, 2025
PGAS Teken Kontrak Penjualan LNG Rp28,11 Triliun, Pasokan Mulai 2029

PGAS Teken Kontrak Penjualan LNG Rp28,11 Triliun, Pasokan Mulai 2029

October 29, 2026
Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

October 29, 2026
Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong

Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong

October 29, 2026
Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hongkong

Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hongkong

October 29, 2026
Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

October 29, 2026
The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

October 29, 2026
Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 1%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

Rupiah Dibuka Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp18.173

October 29, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,43% ke 5.305

IHSG Dibuka Menguat 0,43% ke 5.305

October 29, 2026
IHSG Dibuka Melemah 0,17% ke 5.273

IHSG Dibuka Melemah 0,17% ke 5.273

October 29, 2026
Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Kinerja Big Tech dan The Fed

Bursa Asia Menguat, Investor Cermati Kinerja Big Tech dan The Fed

October 29, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 29, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Harga Minyak Nangkring di US$ 69, Pasar Tunggu Kepastian Tarif Trump

1 year ago
in Market
Harga Minyak Nangkring di US$ 69, Pasar Tunggu Kepastian Tarif Trump
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak mentah dunia terpantau stabil pada perdagangan Senin pagi (28/7/2025), di tengah ketidakpastian seputar kebijakan tarif Amerika Serikat terhadap Uni Eropa dan prospek surplus pasokan global menjelang akhir tahun.

Mengacu pada data Refinitiv per pukul 09.55 WIB, harga Brent (LCOc1) naik tipis ke level US$68,76 per barel, dari US$68,44 pada akhir pekan lalu. Sementara harga WTI juga menguat ke posisi US$65,43 per barel, dibanding US$65,16 pada Jumat (25/7).



Kenaikan ini terjadi setelah Brent sempat melemah 1,1% pada sesi sebelumnya. Stabilnya harga mencerminkan sikap hati-hati pasar menanti kepastian dari negosiasi dagang antara Washington dan Brussel. Presiden AS Donald Trump dijadwalkan menerapkan tarif sebesar 15% atas sebagian besar ekspor Uni Eropa mulai 1 Agustus, namun laporan terkini menunjukkan adanya kesepakatan awal antara kedua pihak.

Namun tekanan terhadap harga masih membayangi. Kekhawatiran atas prospek pertumbuhan global akibat ketegangan dagang, serta rencana OPEC+ untuk menambah kuota produksi, berpotensi menambah pasokan di tengah permintaan yang belum sepenuhnya pulih.

“Pasar sudah mulai memperhitungkan kemungkinan kelebihan pasokan pada kuartal IV/2025,” ungkap analis energi dari ANZ dalam catatannya.

Di sisi lain, negosiasi perdagangan antara AS dan China juga memberi sedikit dukungan terhadap harga. Menurut laporan South China Morning Post, kedua negara dikabarkan akan memperpanjang gencatan senjata tarif mereka selama tiga bulan ke depan. Pertemuan delegasi dagang dijadwalkan berlangsung hari ini di Beijing.

Kondisi ini membuat trader tetap waspada terhadap potensi jebakan harga di atas US$70 per barel. Sebagian besar pelaku pasar memilih wait and see hingga kejelasan lebih lanjut dari kebijakan perdagangan global dan langkah OPEC+ berikutnya.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Laba Saudi Aramco Anjlok, ‘Hanya’ Raup Rp1,75 Kuadriliun di 2024




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
PGAS Teken Kontrak Penjualan LNG Rp28,11 Triliun, Pasokan Mulai 2029

PGAS Teken Kontrak Penjualan LNG Rp28,11 Triliun, Pasokan Mulai 2029

October 29, 2026
Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

October 29, 2026
Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .