• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dolar AS Catatkan Kinerja Terburuk Sejak Krisis 1973, Ada Apa?

Dolar AS Catatkan Kinerja Terburuk Sejak Krisis 1973, Ada Apa?

July 1, 2025
IHSG Ditutup Anjlok 1,02%, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini

IHSG Ditutup Anjlok 1,02%, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini

October 2, 2026
Dolar Nyaris Rp18.000, Juda Agung Bocorkan Jurus Amankan Rupiah

Dolar Nyaris Rp18.000, Juda Agung Bocorkan Jurus Amankan Rupiah

October 2, 2026
Sah! Himbara-LinkAja Pungut Pajak Transaksi Digital Luar Negeri

Sah! Himbara-LinkAja Pungut Pajak Transaksi Digital Luar Negeri

October 2, 2026
IHSG Anjlok 1,02%, Asing Malah Serok 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 1,02%, Asing Malah Serok 10 Saham Ini

October 2, 2026
IHSG Sempat Dibawah Level 6.000, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Sempat Dibawah Level 6.000, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 2, 2026
Era Media Sejahtera Siapkan 4 Aksi Korporasi Senilai Rp 2 Triliun

Era Media Sejahtera Siapkan 4 Aksi Korporasi Senilai Rp 2 Triliun

October 2, 2026
Era Media SejahteraSiapkan 4 Aksi Korporasi Senilai Rp 2 Triliun

Era Media SejahteraSiapkan 4 Aksi Korporasi Senilai Rp 2 Triliun

October 1, 2026
Astra Agro Lestari Siapkan Buyback Saham hingga Rp400 Miliar

Astra Agro Lestari Siapkan Buyback Saham hingga Rp400 Miliar

October 1, 2026
Dua Petinggi Link Net Kompak Mundur Bersamaan

Dua Petinggi Link Net Kompak Mundur Bersamaan

October 1, 2026
OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

OONA Indonesia Divestasi 62 Juta Saham ABDA, Raup Duit Rp305 Miliar

October 1, 2026
Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

Presiden Komisaris dan Direktur Link Net (LINK) Mundur Bersamaan

October 1, 2026
Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut

October 1, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 2, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Dolar AS Catatkan Kinerja Terburuk Sejak Krisis 1973, Ada Apa?

1 year ago
in ENTREPRENEUR
Dolar AS Catatkan Kinerja Terburuk Sejak Krisis 1973, Ada Apa?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Dolar Amerika Serikat mencatat pergerakan awal tahun terburuk sejak 1973, tertekan oleh kebijakan ekonomi dan perdagangan Presiden Donald Trump. Sepanjang enam bulan pertama 2025, indeks dolar anjlok 10,8%, menjadi penurunan semester terbesar sejak runtuhnya sistem Bretton Woods.

Diketahui, indeks dolar menggambarkan pergerakan mata uang tersebut terhadap enam mata uang utama lain, termasuk poundsterling, euro, dan yen. Pelemahan ini mencerminkan kegelisahan investor terhadap prospek ekonomi AS di tengah kebijakan yang dinilai tidak konsisten.

“Dolar menjadi kambing hitam dari kebijakan Trump 2.0 yang serba tidak pasti,” kata Francesco Pesole, analis valuta asing dari ING, dikutip dari Financial Times, Selasa, (1/7/2025).

Ia menyebut perang tarif yang tidak menentu, utang jumbo AS, serta kekhawatiran atas independensi The Fed sebagai penyebab menurunnya daya tarik dolar sebagai aset aman.

Pada perdagangan Senin, dolar kembali turun 0,6% menjelang pemungutan suara di Senat AS terkait amandemen terhadap RUU pajak Trump. Undang-undang yang disebut sebagai “big, beautiful tax bill” itu diperkirakan akan menambah utang AS sebesar US$3,2 triliun dalam sepuluh tahun ke depan.

Kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan fiskal AS memicu aksi jual besar-besaran di pasar obligasi negara tersebut. Hasilnya, permintaan terhadap dolar ikut terguncang di tengah eksodus dari aset-aset safe haven AS.

Kondisi ini berkebalikan dari prediksi awal tahun yang memperkirakan perang dagang Trump justru akan memperkuat dolar. Alih-alih menguat, dolar justru melemah drastis, sementara euro menguat 13% hingga menembus level US$1,17.

Beberapa bank Wall Street bahkan sebelumnya memprediksi euro akan jatuh ke level paritas terhadap dolar. Namun justru kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi AS mendorong investor beralih ke aset lain seperti obligasi Jerman.

Andrew Balls, Chief Investment Officer di Pimco, menyebut pengumuman Trump soal “reciprocal tariffs” pada April sebagai titik balik kebijakan ekonomi AS. Meski ia menilai tak ada ancaman nyata terhadap status dolar sebagai mata uang cadangan global, Balls mengakui tren pelemahan tetap bisa terjadi.

Menurutnya, investor global kini semakin aktif melakukan lindung nilai terhadap eksposur dolar. Aktivitas ini justru menambah tekanan terhadap nilai tukar greenback.

Ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga secara agresif juga menjadi beban tambahan bagi dolar. Pasar kini memperkirakan setidaknya lima kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun depan.

Meskipun pelemahan dolar mendukung reli saham AS yang mencapai rekor tertinggi, indeks S&P 500 tetap tertinggal jauh dari bursa Eropa jika diukur dalam satuan mata uang yang sama. Investor institusi, termasuk dana pensiun dan bank sentral, juga mulai mengurangi kepemilikan terhadap aset berdenominasi dolar.

“Investor asing kini menuntut lindung nilai lebih besar atas aset dolar mereka, dan itu turut menghambat dolar untuk ikut rebound bersama saham AS,” kata Pesole.

Di saat bersamaan, harga emas melonjak ke rekor baru akibat pembelian besar-besaran dari bank sentral dan investor yang khawatir terhadap risiko depresiasi dolar.

Saat ini, dolar berada di titik terlemah terhadap mata uang saingannya dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Namun karena posisi jual terhadap dolar sudah terlalu ramai, sebagian analis memperkirakan laju penurunan akan segera melambat.

“Pelemahan dolar sudah jadi tren yang terlalu padat, dan saya menduga kecepatannya akan melambat,” ujar Guy Miller, kepala strategi pasar di Zurich Insurance Group.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Tak Banyak Sentimen, Dolar AS Ditutup Stagnan Rp16.820




Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Ditutup Anjlok 1,02%, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini

IHSG Ditutup Anjlok 1,02%, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini

October 2, 2026
Dolar Nyaris Rp18.000, Juda Agung Bocorkan Jurus Amankan Rupiah

Dolar Nyaris Rp18.000, Juda Agung Bocorkan Jurus Amankan Rupiah

October 2, 2026
Sah! Himbara-LinkAja Pungut Pajak Transaksi Digital Luar Negeri

Sah! Himbara-LinkAja Pungut Pajak Transaksi Digital Luar Negeri

October 2, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .