• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Ciri-Ciri Golongan Masyarakat Kelas Bawah, Anda Termasuk?

Ciri-Ciri Golongan Masyarakat Kelas Bawah, Anda Termasuk?

June 13, 2026
Tertarik Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal 2026

Tertarik Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal 2026

June 13, 2026
Harta Karun Rp38 T Diambil Pemerintah, Penemu Malah Dibiarkan Melarat

Harta Karun Rp38 T Diambil Pemerintah, Penemu Malah Dibiarkan Melarat

June 13, 2026
Bukan BI Checking Lagi, Ini Cara Cek Utang Sendiri di Internet

Bukan BI Checking Lagi, Ini Cara Cek Utang Sendiri di Internet

June 13, 2026
Jurus Ekspansi Bisnis Emas Hadapi Ketidakpastian 2026

Jurus Ekspansi Bisnis Emas Hadapi Ketidakpastian 2026

June 13, 2026
Bank Besar Mulai Kencang PHK Massal, Ini Biang Keroknya

Bank Besar Mulai Kencang PHK Massal, Ini Biang Keroknya

June 13, 2026
Ekspansi Bisnis Listrik EBT, Pengusaha Perluas Proyek PLTS-PLTB

Ekspansi Bisnis Listrik EBT, Pengusaha Perluas Proyek PLTS-PLTB

June 13, 2026
Bos MI Bagi Jurus Gali Cuan Reksadana Saat Pasar Bergejolak

Bos MI Bagi Jurus Gali Cuan Reksadana Saat Pasar Bergejolak

June 13, 2026
Pembantu Nekat Beli Saham Pakai Gaji, Hasilnya Tak Terduga

Pembantu Nekat Beli Saham Pakai Gaji, Hasilnya Tak Terduga

June 13, 2026
Perluas Pasar di Indonesia, Motor Premium Incar Pembeli Royal

Perluas Pasar di Indonesia, Motor Premium Incar Pembeli Royal

June 13, 2026
Anak Pejabat RI Hidup Melarat, Tolak Jual Nama Besar Orang Tua

Anak Pejabat RI Hidup Melarat, Tolak Jual Nama Besar Orang Tua

June 13, 2026
Pengemis Terkaya Tinggal di Apartemen Mewah, Tabungan Rp 14 Miliar

Pengemis Terkaya Tinggal di Apartemen Mewah, Tabungan Rp 14 Miliar

June 13, 2026
Mayat Pejabat RI Ditelantarkan di Jalan Gara-Gara Zalim ke Rakyat

Mayat Pejabat RI Ditelantarkan di Jalan Gara-Gara Zalim ke Rakyat

June 13, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Saturday, June 13, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Ciri-Ciri Golongan Masyarakat Kelas Bawah, Anda Termasuk?

5 hours ago
in News
Ciri-Ciri Golongan Masyarakat Kelas Bawah, Anda Termasuk?
Share on FacebookShare on Twitter



Daftar Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Struktur kelas ekonomi masyarakat sering kali menjadi topik hangat yang memicu diskusi panjang. Di tengah dinamika inflasi, bayang-bayang pelemahan daya beli, hingga tren pemutusan hubungan kerja (PHK), batas antara kelas menengah dan kelas bawah kini kian tipis.

Banyak orang yang merasa diri mereka berada di zona aman “kelas menengah”, padahal secara riil finansial, posisinya sudah bergeser ke lapisan bawah. Mengutip laporan GoBankingRates, batasan sosiologis dan finansial sebetulnya bisa diukur lewat indikator aktivitas sehari-hari.

Lantas, bagaimana cara mengidentifikasinya? Berikut adalah 5 ciri utama masyarakat kelas bawah atau kelas menengah bawah yang patut Anda cermati untuk merefleksikan kondisi dompet saat ini:

1. Hunian Layak Jadi Barang Mewah

Tempat tinggal merupakan salah satu komponen pengeluaran terbesar bagi setiap keluarga. Bagi masyarakat kelas bawah, memiliki atau bahkan sekadar menyewa hunian yang nyaman, aman, dan berada di lingkungan yang layak adalah tantangan berat.

Jika sebagian besar pendapatan Anda habis hanya untuk membayar kontrakan yang kondisinya pas-pasan, atau Anda terpaksa tinggal di lingkungan dengan akses sanitasi dan keamanan yang minim karena keterbatasan dana, ini merupakan indikator kuat bahwa Anda berada di segmen ekonomi bawah.

2. Jenis Pekerjaan Rentan Tanpa jaminan

Karakteristik kelas bawah sering kali tercermin dari stabilitas pendapatan. Mayoritas kelompok ini bekerja di sektor informal, pekerja paruh waktu (part-time), atau buruh harian lepas yang tidak memiliki kepastian pendapatan bulanan.

Selain rentan terhadap risiko pemecatan seketika, jenis pekerjaan di sektor ini umumnya tidak dilengkapi dengan fasilitas jaminan sosial yang memadai, seperti asuransi kesehatan swasta, BPJS Ketenagakerjaan, hingga tunjangan-tunjangan lainnya yang biasa dinikmati oleh pekerja kelas menengah ke atas.

3. Absennya Tabungan dan Rencana Investasi

Menabung dan berinvestasi adalah fondasi utama untuk membangun kekayaan jangka panjang sekaligus tameng proteksi ketika terjadi krisis finansial mendadak. Namun, bagi kalangan kelas bawah, menyisihkan uang adalah sebuah kemewahan yang sulit dijangkau akibat fenomena living paycheck to paycheck (gaji numpang lewat).

Pendapatan yang diperoleh habis seluruhnya untuk membiayai kebutuhan pokok dasar (pangan dan utilitas). Artinya, apabila Anda sama sekali tidak memiliki dana darurat yang ideal, tidak punya aset investasi, serta belum memiliki rencana pensiun yang jelas, dapat dipastikan Anda masuk dalam golongan ini.

4. Gaya Hidup Kaku dan Terbatas

Apakah Anda mampu merencanakan liburan setahun sekali? Sering makan di restoran atau membeli pakaian baru tanpa harus mengorbankan anggaran dapur?

Bagi kelas menengah ke atas, kesenangan-kesenangan kecil tersebut adalah hal lumrah karena ada ruang fleksibilitas dalam anggaran mereka. Sebaliknya, bagi kelas bawah, anggaran pengeluaran sangat kaku. Menikmati hiburan atau melakukan rekreasi sering kali dianggap sebagai pemborosan yang dapat mengancam stabilitas dapur untuk esok hari.

5. Hambatan Akses Pendidikan Tinggi

Pendidikan sering disebut sebagai social elevator atau sarana paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan dan menaikkan kelas sosial. Melalui pendidikan tinggi, seseorang memiliki peluang lebih besar untuk mengakses pekerjaan dengan gaji yang jauh lebih baik.

Akan tetapi, hambatan sistemik dan biaya kuliah yang terus melambung tinggi kerap membuat jenjang perguruan tinggi menjadi tidak rasional bagi kelas bawah. Jika Anda atau keluarga merasa kuliah terasa terlalu mahal dan mustahil dijangkau tanpa berutang besar, batasan finansial ini mempertegas posisi ekonomi Anda di lapisan bawah.

Hubungan Kelas Ekonomi dan Keuangan Anda

Mengetahui posisi kelas ekonomi bukan bertujuan untuk memicu pesimisme, melainkan sebagai alarm jitu bagi perencanaan keuangan Anda. Dengan memahami indikator-indikator di atas, Anda dapat lebih realistis dalam menyusun skala prioritas, menekan pengeluaran konsumtif, serta mencari peluang tambahan untuk mendongkrak pendapatan demi perlahan naik kelas.

(fab/fab)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Tertarik Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal 2026

Tertarik Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal 2026

June 13, 2026
Harta Karun Rp38 T Diambil Pemerintah, Penemu Malah Dibiarkan Melarat

Harta Karun Rp38 T Diambil Pemerintah, Penemu Malah Dibiarkan Melarat

June 13, 2026
Bukan BI Checking Lagi, Ini Cara Cek Utang Sendiri di Internet

Bukan BI Checking Lagi, Ini Cara Cek Utang Sendiri di Internet

June 13, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .