• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Penyebab IHSG Lompat 3,5% Lebih Balik ke Level 6.200

Penyebab IHSG Lompat 3,5% Lebih Balik ke Level 6.200

June 15, 2026
OJK Perketat Aturan BPR, Modal di Bawah Rp6 M Terancam Kena Sanksi

OJK Perketat Aturan BPR, Modal di Bawah Rp6 M Terancam Kena Sanksi

July 3, 2026
Emiten Prajogo Pangestu (CDIA) Mau Beli Saham PT AMP Rp 1,4 Triliun

Emiten Prajogo Pangestu (CDIA) Mau Beli Saham PT AMP Rp 1,4 Triliun

July 3, 2026
Investor ‘The Big Short’ Pasang Taruhan Besar Lawan Tesla-Nvidia

Investor ‘The Big Short’ Pasang Taruhan Besar Lawan Tesla-Nvidia

July 3, 2026
Mandiri Jogja Marathon Dongkrak Belanja Warga DIY 7,4%

Mandiri Jogja Marathon Dongkrak Belanja Warga DIY 7,4%

July 3, 2026
Bos BRI (BBRI) Ungkap Jurus Transformasi Menyeluruh

Bos BRI (BBRI) Ungkap Jurus Transformasi Menyeluruh

July 3, 2026
Tiga Bulan Menjabat Jadi Dirut PT Pos, Ini Temuan Daud Joseph

Tiga Bulan Menjabat Jadi Dirut PT Pos, Ini Temuan Daud Joseph

July 3, 2026
Masuk Era Baru, ETF Emas Segera Hadir di Pasar Modal Indonesia

Masuk Era Baru, ETF Emas Segera Hadir di Pasar Modal Indonesia

July 3, 2026
Volume Pasar Belum Balik, IHSG Sudah Tancap Gas Naik 2,28%

Volume Pasar Belum Balik, IHSG Sudah Tancap Gas Naik 2,28%

July 3, 2026
Analis Buka-Bukaan Soal Prospek Saham ANTM, Target Segini!

Analis Buka-Bukaan Soal Prospek Saham ANTM, Target Segini!

July 3, 2026
Menguat Lebih Dari 2% di Akhir Pekan, IHSG Melaju ke 5.800-an

Menguat Lebih Dari 2% di Akhir Pekan, IHSG Melaju ke 5.800-an

July 3, 2026
BEI Lelang 11 Saham Bursa Bulan Depan, Ini Syarat Pesertanya

BEI Lelang 11 Saham Bursa Bulan Depan, Ini Syarat Pesertanya

July 3, 2026
UBS Pangkas Proyeksi Harga Emas di 2026 Jadi USD 5.500 per Troy Ons

UBS Pangkas Proyeksi Harga Emas di 2026 Jadi USD 5.500 per Troy Ons

July 3, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, July 3, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Penyebab IHSG Lompat 3,5% Lebih Balik ke Level 6.200

3 weeks ago
in Lifestyle
Penyebab IHSG Lompat 3,5% Lebih Balik ke Level 6.200
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melesat pada perdagangan Senin (15/6/2026), melanjutkan reli penguatan signifikan yang dicatatkan pekan lalu.

Berdasarkan data IDX Mobile pada pukul 09.10 WIB, IHSG melesat 3,5% lebih ke level 6.221,44.

Sebanyak 548 saham menguat, 82 saham melemah, dan 91 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp3,61 triliun dengan volume perdagangan 5,81 miliar saham dan berpindah tangan sebanyak 363 ribu kali.

Adapun emiten yang paling ramai ditransaksikan hari ini termasuk BBCA, BBRI, BMRI, TPIA dan BUMI.

Melesatnya IHSG terjadi karena rebound saham-saham blue chip berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan yang sejak awal tahun kinerja sahamnya masih tertekan. Sementara itu saham-saham emiten konglo yang kompak ambruk sejak pengumuman MSCI kini perlahan mulai sedikit pulih dan pelan-pelan naik dari level terendah sejak awal tahun.

Sentimen positif indeks saham domestik datang dari pengumuman kesepakatan damai AS-Iran yang menyetujui akan membuka Selat Hormuz yang pada akhirnya ikut menarik turun harga minyak mentah global. Selain itu, kinerja apik rupiah terhadap dolar AS yang berhasil bangkit dari level terendah sepanjang masa ikut memberikan dorongan kepada indeks.

Mengutip data Refinitiv, seluruh sektor perdagangan menguat, dengan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh barang baku, utilitas dan finansial. BBCA menjadi penopang utama kinerja IHSG dengan sumbangsih 25 indeks poin. Lalu ada BBRI dan BMRI dengan sumbangan masing-masing 16 dan 15 indeks poin.

Kemudian ada BRMS, AMMN dan MORA dengan kontribusi penguatan masing-masing sekitar 11 indeks poin.

Pergerakan pasar keuangan pada hari ini dan satu pekan depan diperkirakan masih akan dibayangi ketidakpastian global yang meningkat akibat konflik di Timur Tengah. Setelah harga minyak dunia melonjak tajam dan volatilitas pasar meningkat dalam beberapa pekan terakhir, investor kini menunggu sejumlah data ekonomi penting yang dapat memberi petunjuk mengenai arah pertumbuhan ekonomi global, prospek suku bunga, hingga stabilitas nilai tukar.

Fokus utama pasar akan tertuju pada rapat suku bunga Bank Indonesia dan The Federal Reserve (The Fed), data konsumsi Amerika Serikat, serta sederet indikator ekonomi China yang selama ini menjadi barometer permintaan komoditas dunia. Bagi Indonesia, kombinasi data tersebut akan berpengaruh terhadap pergerakan rupiah, IHSG, pasar obligasi, hingga prospek sektor komoditas seperti batu bara, nikel, dan minyak sawit mentah (CPO).

Bursa Asia menyambut positif kabar tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Harga minyak dunia langsung merosot tajam, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kedua negara telah menyelesaikan perjanjian untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Di kawasan Asia, investor merespons perkembangan geopolitik ini dengan antusias. Indeks Kospi Korea Selatan melesat 5,1%, memimpin penguatan di kawasan. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 3,6%, sedangkan indeks Topix menguat 2,6%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turut mencatat kenaikan sebesar 1,3%.

Mengutip CNBC Internasional, kontrak berjangka minyak mentah AS untuk pengiriman Juli turun 4,77% menjadi US$80,83 per barel pada pukul 20.27 ET.

Sedangkan kontrak berjangka Brent, patokan internasional, untuk pengiriman Agustus diperdagangkan sekitar 4% lebih rendah menjadi US$83,77 per barel.

Dalam postingan di media sosial, Trump mengatakan bahwa selat Hormuz akan dibuka pada hari Jumat, hari di mana upacara penandatanganan perjanjian damai resmi dijadwalkan berlangsung di Swiss.

“Dengan dibukanya Selat Hormuz setelah penandatanganan Perjanjian pada hari Jumat, untuk tujuan pembersihan ranjau, minyak akan mengalir kembali di kedua ujungnya bagi kawasan ini, dan dunia!” katanya.

Seperti diketahui, sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz sebelum lalu lintas kapal tanker anjlok pada awal Maret akibat serangan Iran. Gangguan di Selat Hormuz telah memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif telah mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mengumumkan penghentian segera dan permanen atas operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon. Perdana Menteri Pakistan tersebut telah bertindak sebagai mediator antara Amerika Serikat dan Iran.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Perketat Aturan BPR, Modal di Bawah Rp6 M Terancam Kena Sanksi

OJK Perketat Aturan BPR, Modal di Bawah Rp6 M Terancam Kena Sanksi

July 3, 2026
Emiten Prajogo Pangestu (CDIA) Mau Beli Saham PT AMP Rp 1,4 Triliun

Emiten Prajogo Pangestu (CDIA) Mau Beli Saham PT AMP Rp 1,4 Triliun

July 3, 2026
Investor ‘The Big Short’ Pasang Taruhan Besar Lawan Tesla-Nvidia

Investor ‘The Big Short’ Pasang Taruhan Besar Lawan Tesla-Nvidia

July 3, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .