• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Sesi 1 Naik 0,41%, Sedikit Lagi Sentuh Level 6.000

IHSG Sesi 1 Naik 0,41%, Sedikit Lagi Sentuh Level 6.000

July 7, 2026
Breaking News! IHSG Tiba-Tiba Melesat 1%

Breaking News! IHSG Tiba-Tiba Melesat 1%

July 7, 2026
OJK Spill Jumlah Asuransi, Reasuransi dan Dapen yang Modalnya Cukup

OJK Spill Jumlah Asuransi, Reasuransi dan Dapen yang Modalnya Cukup

July 7, 2026
OJK Sebut IHSG Fase Konsolidasi, Anjlok 34,7% Sepanjang Tahun Ini

OJK Sebut IHSG Fase Konsolidasi, Anjlok 34,7% Sepanjang Tahun Ini

July 7, 2026
Perry Ungkap Skema ‘Win-Win’, BI Naikkan Bunga Simpanan Pemerintah

Perry Ungkap Skema ‘Win-Win’, BI Naikkan Bunga Simpanan Pemerintah

July 7, 2026
Judol Makin Marak, Bos OJK Ungkap Indikasinya

Judol Makin Marak, Bos OJK Ungkap Indikasinya

July 7, 2026
OJK Jatuhkan Sanksi Denda Rp86 Miliar, dan Cabut 1 Izin Perusahaan

OJK Jatuhkan Sanksi Denda Rp86 Miliar, dan Cabut 1 Izin Perusahaan

July 7, 2026
OJK Ungkap Kondisi Terbaru Sektor Jasa Keuangan RI

OJK Ungkap Kondisi Terbaru Sektor Jasa Keuangan RI

July 7, 2026
Mengekor Rupiah Yang Menguat, IHSG Melesat Dekati Level 6.000

Mengekor Rupiah Yang Menguat, IHSG Melesat Dekati Level 6.000

July 7, 2026
Peredaran Uang Primer (M0) Melambat, Cuma Tumbuh 13,8% di Juni 2026

Peredaran Uang Primer (M0) Melambat, Cuma Tumbuh 13,8% di Juni 2026

July 7, 2026
Asing Net Sell Rp 365,1 M di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Asing Net Sell Rp 365,1 M di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

July 7, 2026
Ditopang Dana Murah, Laba BSI Tumbuh 16,73% Pada Mei 2026

Ditopang Dana Murah, Laba BSI Tumbuh 16,73% Pada Mei 2026

July 7, 2026
Pendiri Blue Bird Ini Borong Saham Sampai Rp78,31 Miliar, Ada Apa?

Pendiri Blue Bird Ini Borong Saham Sampai Rp78,31 Miliar, Ada Apa?

July 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 7, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Sesi 1 Naik 0,41%, Sedikit Lagi Sentuh Level 6.000

2 hours ago
in Market
IHSG Sesi 1 Naik 0,41%, Sedikit Lagi Sentuh Level 6.000
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan sesi I, Selasa (7/7/2026), ditopang penguatan saham-saham perbankan besar, emiten properti, serta saham konglomerasi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 5.940,32, naik 24,25 poin atau 0,41% pada jeda siang. Sepanjang sesi pertama, indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.954,35 dan terendah 5.890,44.

Nilai transaksi mencapai Rp4,19 triliun dengan volume perdagangan 9,50 miliar saham dalam 797,8 ribu kali transaksi. Sebanyak 361 saham naik, 257 saham turun, dan 343 saham stagnan.

Dari sisi sektoral, penguatan IHSG dipimpin oleh sektor real estate yang melonjak 1,97%, diikuti bahan baku 1,31%, konsumer nonprimer 1,11%, serta keuangan yang menguat 0,69%. Sementara itu, sektor yang masih tertekan yakni utilitas (-0,23%), industri (-0,15%), dan teknologi (-0,11%).

Kontributor terbesar terhadap kenaikan indeks berasal dari saham-saham berkapitalisasi jumbo. AMMN menjadi penyumbang poin terbesar dengan kontribusi 5,91 poin, disusul BBRI (5,85 poin), ASII (4,49 poin), BBCA (4,42 poin), dan BRPT (3,78 poin). Penguatan juga didukung oleh MSIN, BBNI, INKP, JPFA, dan MORA.

Di sisi lain, kenaikan IHSG tertahan oleh pelemahan sejumlah saham unggulan. TLKM menjadi pemberat terbesar dengan menggerus 2,78 poin indeks, diikuti BRMS (-2,24 poin), INDF (-2,19 poin), BMRI (-1,64 poin), SRAJ (-1,18 poin), BREN (-1,16 poin), ICBP, MDKA, MBMA, dan AMRT.

Secara keseluruhan, dominasi sektor properti, bahan baku, dan saham perbankan berhasil mengimbangi tekanan pada saham telekomunikasi, komoditas, serta consumer defensive sehingga IHSG tetap bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama.

Adapun IHSG mulai rebound dari area bawah, tetapi belum cukup kuat untuk disebut sudah benar-benar bangkit. Kenaikan dari low Juni memang menunjukkan tekanan jual mulai mereda, namun pasar belum mendapat konfirmasi besar dari faktor yang lebih penting: foreign flow, rupiah, BI Rate, neraca dagang, dan momentum teknikal.

Secara teknikal, level penting IHSG berada di sekitar 6.450. Selama IHSG belum mampu mencetak weekly close di atas 6.450 dengan candle yang kuat, peluang kenaikan lanjutan belum terkonfirmasi. Area ini menjadi pembeda antara rebound biasa dan perubahan tren yang lebih serius.

Selama belum tembus, skenario paling masuk akal adalah IHSG bergerak sideways dalam beberapa waktu ke depan. Support penting ada di area 5.650, lalu 5.300-5.400. Jika support ini bertahan, IHSG bisa membangun base. Namun jika ditembus, risiko retest low masih terbuka.

Sementara itu, harga minyak mentah brent dijual di US$ 71,99 per barel pada perdagangan Senin kemarin. Harganya melemah 0,18%.

Sementara itu, harga minyak WTI ditutup d US$ 68,55 per barel atau turun 0,2%. Posisi ini adalah yang terendah sejak 27 Februari 2026 atau empat bulan terakhir atau sehari sbelum perang Iran meletus.

Pelemahan ini terjadi seiring arus pelayaran melalui Selat Hormuz yang terus pulih dan sinyal dari OPEC+ mengenai peningkatan pasokan minyak global.

Negara-negara anggota OPEC+ menyetujui kenaikan kuota produksi sebesar 188.000 barel per hari untuk bulan depan. Langkah ini merupakan kelanjutan dari pencabutan bertahap kebijakan pemangkasan produksi yang telah berlangsung lama, seiring membaiknya kondisi pasar.

Di sisi lain, indeks dolar melandai ek 100,853 atau posisi terendahnya sejak 19 Juni 2026. Melemahnya indeks ini akan menandai investor tengah menjual dolar AS. Investor diharapkan masuk dan membeli instrument di Emerging Market, seperti rupiah.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Breaking News! IHSG Tiba-Tiba Melesat 1%

Breaking News! IHSG Tiba-Tiba Melesat 1%

July 7, 2026
OJK Spill Jumlah Asuransi, Reasuransi dan Dapen yang Modalnya Cukup

OJK Spill Jumlah Asuransi, Reasuransi dan Dapen yang Modalnya Cukup

July 7, 2026
OJK Sebut IHSG Fase Konsolidasi, Anjlok 34,7% Sepanjang Tahun Ini

OJK Sebut IHSG Fase Konsolidasi, Anjlok 34,7% Sepanjang Tahun Ini

July 7, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .