Jakarta, CNBC Indonesia- Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), Rachmad Basuki mengungkapkan dampak gejolak geopolitik global dan kenaikan harga minyak dunia terhadap industri otomotif nasional.
Bagi produsen alat mobil dan motor, kondisi kelangkaan bahan baku dan kenaikan harga minyak seperti plastik hingga oli dan pelumas menyebabkan harga produksi melonjak. Hanya saja tekanan daya beli membuat lonjakan harga bahan baku ini tidak bisa langsung ditransmisikan ke harga komponen otomotif sehingga menekan margin bisnis.
GIAMM juga menyebutkan pelemahan nilai tukar Rupiah juga membuat biaya impor bahan baku naik. Di sisi lain isu relokasi pabrik juga tengah menghantui kondisi bisnis otomotif RI.
Lalu seperti apa dampak gejolak global ke Industri komponen otomotif? Selengkapnya simak dialog Crysania Suhartanto dengan Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), Rachmad Basuki dalam Manufacture Check, CNBC Indonesia (Rabu, 08/07/2026)



















