• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Utang Luar Negeri RI Naik Jadi US4 M di Akhir Mei 2026

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi US$444 M di Akhir Mei 2026

July 15, 2026
IHSG Masih Berkutat di Level 6.000an, Sesi 1 Ditutup Naik 0,47%

IHSG Masih Berkutat di Level 6.000an, Sesi 1 Ditutup Naik 0,47%

July 15, 2026
BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham Jumbo Bakal Masuk Daftar

BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham Jumbo Bakal Masuk Daftar

July 15, 2026
Prasabti Pesti Ditunjuk Jadi Plt Dirut PT Pos

Prasabti Pesti Ditunjuk Jadi Plt Dirut PT Pos

July 15, 2026
Utang Luar Negeri RI Naik US$ 28 M di Mei 2026, Ternyata Ini Sebabnya!

Utang Luar Negeri RI Naik US$ 28 M di Mei 2026, Ternyata Ini Sebabnya!

July 15, 2026
Penjualan Meledak, Piutang Menggunung, Ada Apa dengan TGUK?

Penjualan Meledak, Piutang Menggunung, Ada Apa dengan TGUK?

July 15, 2026
Kiblat Pusat Finansial Bentukan RI, Dubai atau Singapura?

Kiblat Pusat Finansial Bentukan RI, Dubai atau Singapura?

July 15, 2026
Harga Minyak Dunia Terus Meroket, Sekarang Tembus US,72 per Barel

Harga Minyak Dunia Terus Meroket, Sekarang Tembus US$85,72 per Barel

July 15, 2026
RI Ngebut, Mau Bangun ‘Dubai’ Baru di Bali

RI Ngebut, Mau Bangun ‘Dubai’ Baru di Bali

July 15, 2026
Rupiah Menguat 0,17% Pagi Ini, Dolar AS Turun Jadi Rp18.050

Rupiah Menguat 0,17% Pagi Ini, Dolar AS Turun Jadi Rp18.050

July 15, 2026
IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,47% ke Level 6.068

IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,47% ke Level 6.068

July 15, 2026
Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

July 15, 2026
Bursa Asia Perkasa Hari Ini, Kospi Korea Terbang 6,3%

Bursa Asia Perkasa Hari Ini, Kospi Korea Terbang 6,3%

July 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, July 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi US$444 M di Akhir Mei 2026

2 hours ago
in ENTREPRENEUR
Utang Luar Negeri RI Naik Jadi US4 M di Akhir Mei 2026
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia hingga Mei 2026 tetap dalam kondisi terkendali di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Berdasarkan data BI, posisi ULN Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar US$444,4 miliar atau tumbuh 2,1% secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada April 2026 yang sebesar 2,0% (yoy).

Bank Indonesia menjelaskan kenaikan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan utang luar negeri sektor publik, baik pemerintah maupun bank sentral, sementara ULN swasta masih mencatat kontraksi meski mulai melandai.

“Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi pertumbuhan ULN swasta yang lebih rendah,” tulis BI dalam laporannya, Rabu (15/7/2026).

Investor Asing Masih Percaya RI

Posisi ULN pemerintah pada Mei 2026 mencapai US$217,3 miliar atau tumbuh 3,7% (yoy), relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya.

BI menilai perkembangan tersebut terutama didorong oleh masuknya dana investor ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional, yang mencerminkan masih terjaganya kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Meski demikian, pada saat yang sama pemerintah juga tetap melakukan pembayaran kewajiban utang luar negeri yang jatuh tempo.

BI menegaskan pemerintah terus menjaga kredibilitas fiskal dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu serta mengelola utang secara hati-hati dan terukur.

Sebagai instrumen pembiayaan APBN, pemanfaatan ULN pemerintah diarahkan untuk mendukung sektor-sektor produktif. Porsi terbesar digunakan untuk sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22%, diikuti administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 20,6%, jasa pendidikan 16,2%, konstruksi 11,5%, serta transportasi dan pergudangan 8,5%.

Mayoritas utang pemerintah juga masih didominasi utang berjangka panjang sehingga dinilai lebih aman terhadap risiko pembiayaan jangka pendek.

Sementara itu, kenaikan ULN Bank Indonesia berasal dari meningkatnya kepemilikan investor asing pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Kondisi tersebut sejalan dengan strategi operasi moneter pro-market yang ditempuh BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Utang Swasta Masih Menyusut

Di sisi lain, utang luar negeri swasta masih mengalami kontraksi. Posisi ULN swasta pada Mei 2026 tercatat sebesar US$195,9 miliar atau turun 0,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski masih terkontraksi, penurunannya lebih kecil dibandingkan April 2026 yang mencapai 0,5%.

Perbaikan tersebut terutama ditopang oleh kelompok lembaga keuangan yang kontraksinya menyempit menjadi 0,8% dari sebelumnya 5,0%.

Berdasarkan sektor usaha, utang luar negeri swasta terbesar berasal dari industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta sektor pertambangan dan penggalian. Keempat sektor tersebut menyumbang sekitar 79,9% dari total ULN swasta.

ULN swasta juga masih didominasi utang jangka panjang dengan porsi mencapai 74,9% dari total utang luar negeri swasta.

Rasio Utang terhadap PDB Tetap Aman

BI menilai struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat. Hal ini tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang berada di level 29,9% pada Mei 2026.

Selain itu, sekitar 83,9% dari total utang luar negeri Indonesia merupakan utang jangka panjang, sehingga dinilai lebih tahan terhadap gejolak pasar keuangan global.

BI menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam memantau perkembangan utang luar negeri guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Indonesia akan terus mengoptimalkan peran ULN untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” tulis BI.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Masih Berkutat di Level 6.000an, Sesi 1 Ditutup Naik 0,47%

IHSG Masih Berkutat di Level 6.000an, Sesi 1 Ditutup Naik 0,47%

July 15, 2026
BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham Jumbo Bakal Masuk Daftar

BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham Jumbo Bakal Masuk Daftar

July 15, 2026
Prasabti Pesti Ditunjuk Jadi Plt Dirut PT Pos

Prasabti Pesti Ditunjuk Jadi Plt Dirut PT Pos

July 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .