
Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah foto yang diambil saat rapat kabinet Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memunculkan spekulasi besar mengenai kemungkinan intervensi Washington di pasar valuta asing. Dalam foto tersebut, Menteri Keuangan AS Scott Bessent terlihat memiliki catatan yang mengindikasikan rencana pembelian yen Jepang senilai miliaran dolar AS.
Mengutip Reuters, Minggu (2/8/2026), foto tersebut diambil selama rapat kabinet Presiden Donald Trump di Camp David pada Jumat dan memperlihatkan buku catatan yang berada tepat di depan Bessent.
Dalam catatan itu terlihat tulisan yang digarisbawahi, yakni “To Do” dan di bawahnya terdapat tulisan “Buy Japanese Yen (JPY) $5-10 bil” atau “Beli Yen Jepang (JPY) senilai US$5-10 miliar.”
Foto Reuters tersebut diambil dari belakang bahu Bessent pada bagian rapat yang terbuka untuk media. Menurut Reuters, foto diambil pada pukul 11:33 waktu setempat.
Selain tulisan mengenai yen Jepang, tidak terdapat catatan lain yang terlihat pada halaman tersebut.
Nama Scott Bessent yang tertera pada kartu peserta rapat juga tampak jelas berada tepat di atas buku catatan itu, sehingga menguatkan dugaan bahwa catatan tersebut memang milik Menteri Keuangan AS.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai maksud tulisan tersebut.
Jika benar Washington kembali masuk ke pasar yen, langkah tersebut akan menjadi salah satu intervensi paling langka dalam sejarah kebijakan mata uang AS modern.
Menurut Reuters, Departemen Keuangan AS terakhir kali melakukan intervensi untuk membantu memperkuat yen pada 2011.
Saat itu Amerika Serikat bergabung dengan negara-negara G7 dalam aksi terkoordinasi setelah Jepang dilanda gempa bumi dan tsunami dahsyat yang menyebabkan kerusakan besar.
Intervensi bersama tersebut dilakukan untuk menstabilkan pasar keuangan dan mengurangi volatilitas ekstrem pada nilai tukar yen.
Sejak saat itu, AS tidak pernah lagi tercatat melakukan intervensi langsung untuk menopang mata uang Jepang.
Kemunculan catatan tersebut menjadi semakin menarik karena terjadi hanya beberapa jam setelah Reuters menerbitkan laporan mengenai kemungkinan intervensi AS di pasar mata uang Jepang.
Pada Jumat pagi, sekitar dua jam sebelum foto di Camp David diambil, Reuters melaporkan bahwa Departemen Keuangan AS telah memberi tahu sejumlah bank bahwa pemerintah mungkin akan melakukan intervensi di pasar yen pada hari yang sama.
Informasi itu diperoleh Reuters dari sumber yang mengetahui persoalan tersebut.
Laporan tersebut memicu perhatian besar di kalangan pelaku pasar karena intervensi langsung AS untuk mendukung yen merupakan langkah yang sangat jarang dilakukan.
Adapun sebelum isu intervensi AS mencuat, pemerintah Jepang telah lebih dahulu melakukan langkah untuk memperkuat mata uangnya.
Otoritas Jepang pada Jumat pagi waktu Tokyo dilaporkan melakukan intervensi guna menopang nilai tukar yen yang selama beberapa waktu terakhir mengalami tekanan terhadap dolar AS.
Langkah tersebut memicu penguatan signifikan mata uang Jepang dalam perdagangan pagi hari.
(luc/luc)



















