
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Pegadaian buka suara mengenai potensi melakukan penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan mengatakan pihaknya terus berkinerja baik dan siap menjalankan perintah dari BPI Danantara sebagai pengendali.
“Alhamdulillah kinerja Pegadaian tumbuh terus dan bagus. Kami selalu siap menjalankan arahan dari Danantara,” kata Damar kepada CNBC Indonesia, Kamis (6/8/2026).
Namun, Damar enggan membeberkan lebih lanjut perkiraan waktu pelaksanaan IPO tersebut. “[Kami] Mengikuti proses yang ada,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengatakan sejumlah perusahaan pelat merah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan didorong untuk menjadi perusahaan publik dalam waktu dekat. Dirinya menyebut sejumlah perusahaan BUMN itu termasuk PT Pegadaian.
Menurut para analis, wacana IPO Pegadaian memiliki prospek yang positif. Namun demikian, mereka memandang perusahaan itu tidak dapat segera melantai di BEI, memandang kondisi pasar yang belum kondusif.
Pengamat pasar modal, Elandry Pratama menilai wacana IPO Pegadaian cukup menarik karena secara fundamental memiliki bisnis yang kuat, defensif, memiliki merek kuat di masyarakat, jaringan luas, serta basis nasabah yang besar.
Dia memandang IPO ini dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat permodalan, mendukung ekspansi bisnis, pengembangan layanan digital, sekaligus meningkatkan transparansi dan tata kelola perusahaan.
“Selain itu, investor nantinya perlu melihat kewajaran valuasi dibandingkan prospek pertumbuhan dan emiten sektor keuangan lainnya,” kata Elandry kepada CNBC Indonesia, Kamis (6/8/2026).
Dari sisi timing, ia berpendapat IPO Pegadaian ideal dilakukan ketika kondisi pasar lebih kondusif, likuiditas meningkat, dan risk appetite investor kembali membaik.
“Dengan market sentiment yang positif, peluang mendapatkan valuasi optimal bagi perusahaan dan respons positif dari investor akan lebih besar,” ucap Elandry.
Senada, Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan menilai prospek IPO Pegadaian cukup positif dan berpotensi mendapat respons baik dari pasar. Ia mengatakan Pegadaian memiliki model bisnis yang relatif defensif karena sebagian besar pembiayaan dijamin oleh agunan yang likuid, terutama emas.
Selain itu, Ekky menyorot posisi kompetitifnya juga kuat dengan pangsa pasar pergadaian sekitar 80% dan basis sekitar 19 juta nasabah. Lebih lanjut, sinergi dengan BRI dan PNM dalam Holding Ultra Mikro dapat memperluas basis nasabah, memperkuat distribusi, dan meningkatkan efisiensi pendanaan.
Ekky memaparkan kinerja keuangan Pegadaian juga mendukung. Hingga April 2026, aset Pegadaian mencapai Rp183,8 triliun atau tumbuh 56% secara tahunan (yoy), outstanding loan naik 58,8% menjadi Rp153,6 triliun, dan laba bersih tumbuh 87,2% menjadi Rp4,38 triliun.
Ia juga menyoroti bisnis Pegadaian lainnya selain gadai, yakni bisnis bullion. Ekky menyebut pegadaian sudah memiliki basis nasabah, jaringan penyimpanan emas, pengalaman penaksiran, serta aliran emas dari bisnis gadai.
“Bisnis ini berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru melalui tabungan emas, deposito emas, perdagangan emas, penitipan, dan pembiayaan berbasis emas,” katanya.
Serupa dengan Elandry, Ekky menyebut keberhasilan IPO Pegadaian nanti tetap sangat bergantung pada valuasi dan struktur penawaran.
“Investor perlu melihat apakah dana IPO digunakan untuk memperkuat modal dan mendanai ekspansi, atau sebagian besar hanya berupa pelepasan saham pemegang saham lama. Porsi free float, kebijakan dividen, hubungan dengan BRI sebagai induk, serta perlindungan terhadap pemegang saham minoritas juga akan menjadi perhatian,” jelasnya.
Untuk waktu pelaksanaan, Ekky juga berpendapatan bahwa IPO Pegadaian tidak perlu dipaksakan pada 2026 karena kondisi pasar masih cukup menantang dan investor asing masih cenderung mengurangi eksposur terhadap saham Indonesia.
“Waktu yang lebih ideal berada pada 2027, setelah laporan keuangan penuh 2026 tersedia dan pasar dapat melihat keberlanjutan pertumbuhan pembiayaan, kualitas aset, serta kontribusi bisnis bullion,” tandasnya.
(mkh/mkh)

















