• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Booming Chip Jadi Petaka, Warga Skip Makan Demi Nutup Rugi Investasi

Booming Chip Jadi Petaka, Warga Skip Makan Demi Nutup Rugi Investasi

August 26, 2026
Rupiah Menguat 0,17%, Dolar AS Ditutup di Level Rp17.685

Rupiah Menguat 0,17%, Dolar AS Ditutup di Level Rp17.685

August 28, 2026
Bos Bursa Jelaskan Dampak Karhutla Kalimantan ke Bursa Karbon

Bos Bursa Jelaskan Dampak Karhutla Kalimantan ke Bursa Karbon

August 28, 2026
Pasar Nilai Target Ekonomi 6% di 2027 Sangat Optimistis

Pasar Nilai Target Ekonomi 6% di 2027 Sangat Optimistis

August 28, 2026
10 Ribu Pengunjung & 300 Akad KPR

10 Ribu Pengunjung & 300 Akad KPR

August 28, 2026
OJK Buka Suara Soal Sengketa Investasi Emiten Peter Sondakh (BWPT)

OJK Buka Suara Soal Sengketa Investasi Emiten Peter Sondakh (BWPT)

August 28, 2026
Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Investor Komentar Begini!

Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Investor Komentar Begini!

August 28, 2026
Asing Masih Net Sell di Sesi 1, tapi Pelan-Pelan Borong Saham Bank

Asing Masih Net Sell di Sesi 1, tapi Pelan-Pelan Borong Saham Bank

August 28, 2026
Dipengaruhi Indeks Dolar AS, Gimana Nasib Rupiah di Akhir 2026?

Dipengaruhi Indeks Dolar AS, Gimana Nasib Rupiah di Akhir 2026?

August 28, 2026
BEI Tetapkan 3 Emiten Hijau, Ini Daftarnya

BEI Tetapkan 3 Emiten Hijau, Ini Daftarnya

August 28, 2026
Dipengaruhi Indesk Dolar AS, Gimana Nasib Rupiah di Akhir 2026?

Dipengaruhi Indesk Dolar AS, Gimana Nasib Rupiah di Akhir 2026?

August 28, 2026
IHSG Sesi 1 Ditutup Naik 0,42%, Parkir di Level 6.548,86

IHSG Sesi 1 Ditutup Naik 0,42%, Parkir di Level 6.548,86

August 28, 2026
Investasi Tak Harus Rumit, bank bjb Hadirkan SR025 Mulai Rp1 Juta

Investasi Tak Harus Rumit, bank bjb Hadirkan SR025 Mulai Rp1 Juta

August 28, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, August 28, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Booming Chip Jadi Petaka, Warga Skip Makan Demi Nutup Rugi Investasi

2 days ago
in Market
Booming Chip Jadi Petaka, Warga Skip Makan Demi Nutup Rugi Investasi
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar saham Korea Selatan yang sempat menjadi primadona dunia berkat gelombang euforia kecerdasan buatan (AI), kini berubah menjadi mimpi buruk bagi jutaan investor ritel. Indeks Kospi yang sebelumnya melesat lebih dari tiga kali lipat, ambruk sekitar 40% hanya dalam enam minggu selama Juni-Juli 2026, menguapkan kekayaan pasar senilai sekitar 2,5 triliun dolar AS.

Kejatuhan ini menghantam keras investor individu, yang dijuluki “semut” karena kecil secara individu namun berkekuatan besar secara kolektif. Mereka menyumbang 60-70% volume transaksi harian Kospi dan sebagian besar menaruh kepercayaan besar pada dua produsen chip memori raksasa, Samsung Electronics dan SK Hynix.

Salah satu korbannya adalah seorang guru bahasa Inggris berusia 30 tahun yang merugi hingga 19.000 dolar AS dan kini terpaksa memangkas pengeluaran sehari-hari, termasuk mengurangi jatah makan. Kisah serupa dialami seorang sound engineer berusia 44 tahun yang kehilangan 7.200 dolar AS dalam waktu seminggu setelah menanamkan setengah pesangonnya ke saham semikonduktor.

Lonjakan volatilitas ini dipicu oleh peluncuran ETF leveraged saham tunggal pertama di Korea Selatan pada Mei 2026. Produk ini memungkinkan investor melipatgandakan taruhan pada Samsung dan SK Hynix menggunakan instrumen utang dan derivatif – jika saham naik 5%, ETF bisa naik 10%, namun jika turun 5%, kerugian pun ikut berlipat menjadi 10%.

Ketika permintaan chip AI mulai diragukan dan persaingan dari China kian ketat, gelembung pun pecah. Banyak investor yang terlanjur ikut arus FOMO (fear of missing out) harus gigit jari. Salah satunya seorang akuntan berusia 30 tahun yang nilai investasinya anjlok 69% hanya dalam hitungan minggu setelah masuk lewat ETF leveraged.

Kospi sempat melonjak hingga menembus 9.000 poin pada Juni 2026, atau tiga kali lipat level tahun 2025, sebelum akhirnya terjun bebas. Sepanjang 2025, Kospi bahkan tercatat sebagai indeks saham dengan kinerja terbaik di dunia dengan kenaikan 76%, mendorong Korea Selatan naik ke posisi bursa terbesar kelima dunia, melampaui Inggris dan Prancis.

Presiden Lee Jae Myung, yang mengaku sebagai investor “semut” dan sempat menjanjikan Kospi menembus 5.000 poin pada 2030, kini menghadapi tekanan politik. Tingkat persetujuan publiknya merosot ke level terendah sejak menjabat, yakni 43,3%, di tengah tudingan bahwa pelonggaran regulasi pemerintahnya turut memicu bencana pasar ini.

Dampaknya bahkan menjalar hingga ke Amerika Serikat. Sebuah hedge fund berbasis AI dilaporkan merugi sekitar 67% pada Juli 2026 akibat eksposur besar pada saham SK Hynix, dan terpaksa melikuidasi sebagian besar portofolio sahamnya untuk melunasi utang kepada kreditur.

Popularitas saham chip Korea juga sempat memikat investor AS, terlebih setelah Interactive Brokers menjadi broker AS pertama yang membuka akses perdagangan langsung saham Korea pada Mei 2026. Sebuah ETF baru bertiket DRAM yang berfokus pada produsen chip memori bahkan tercatat sebagai peluncuran ETF paling sukses dalam sejarah AS dari sisi penggalangan dana investor baru.

Merespons gejolak ini, otoritas Korea Selatan mengambil sejumlah langkah darurat. Persetujuan produk leveraged saham tunggal baru dihentikan sementara, setoran modal minimum untuk memperdagangkan ETF jenis ini dinaikkan tiga kali lipat menjadi sekitar 21.000 dolar AS, dan pelatihan wajib bagi investor ritel diperluas.

Sejumlah kelompok investor bahkan mengirimkan karangan bunga duka ke parlemen sebagai bentuk protes simbolis atas kerugian besar yang mereka alami. Kepala Korea Stockholders’ Alliance, organisasi yang mewakili sekitar 14 juta investor ritel di Korea Selatan, menyerukan agar ETF leveraged saham tunggal dihapus sepenuhnya dan pemerintah menyiapkan langkah penyelamatan bagi korban.

Meski demikian, tak semua pihak pesimistis. Kepala Divisi Asia di Federated Hermes menilai fundamental laba perusahaan chip memori Korea masih akan bertahan kuat dalam dua tahun ke depan, sehingga investor berpotensi memulihkan sebagian besar modal mereka dalam jangka panjang.

Indeks volatilitas Kospi 200 sendiri telah menurun dari puncaknya 86,18 pada 30 Juli menjadi 56,76 pekan ini, menandakan gejolak pasar mulai mereda meski kepercayaan investor ritel masih rapuh. Bursa yang sempat dijuluki “Rollerkospi” ini kini menjadi pengingat keras soal risiko euforia AI yang berlebihan.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rupiah Menguat 0,17%, Dolar AS Ditutup di Level Rp17.685

Rupiah Menguat 0,17%, Dolar AS Ditutup di Level Rp17.685

August 28, 2026
Bos Bursa Jelaskan Dampak Karhutla Kalimantan ke Bursa Karbon

Bos Bursa Jelaskan Dampak Karhutla Kalimantan ke Bursa Karbon

August 28, 2026
Pasar Nilai Target Ekonomi 6% di 2027 Sangat Optimistis

Pasar Nilai Target Ekonomi 6% di 2027 Sangat Optimistis

August 28, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .