
Jakarta, CNBC Indonesia — IHSG mengakhiri perdagangan Selasa (1/9) dengan penguatan 1,14% ke level 6.599,94. Kenaikan indeks didukung saham perbankan besar, dengan BBRI naik 4,00%, BBCA menguat 1,93%, dan BMRI bertambah 2,13%. Sebaliknya, DCII turun 3,95%, EMAS melemah 8,33%, dan BRMS terkoreksi 2,67%.
Investor asing membukukan net buy Rp1,76 triliun di pasar reguler dan Rp2,03 triliun di seluruh pasar. Secara sektoral, 9 dari 11 sektor berakhir di zona hijau. Sektor Industrials mencatat kenaikan 3,71%, sedangkan Basic Materials menjadi sektor yang melemah dengan penurunan 0,56%.
Pergerakan pasar saham domestik berlangsung di tengah pelemahan bursa Amerika Serikat. Dow Jones turun 0,79% ke 52.766, S&P 500 melemah 0,71% ke 7.631, dan Nasdaq terkoreksi 1,03% ke 26.099.
Saham BBRI, BBCA, dan BMRI menjadi kontributor kenaikan indeks dengan bobot masing-masing 18,97, 11,03, dan 7,35. Penguatan juga tercermin pada ETF EIDO yang naik 1,57% serta MSCI Indonesia yang menguat 2,08%.
Dari sisi emiten, ada Chandra Asri Pacific (TPIA) melalui PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN) membuka akses terminal umum bagi pengguna eksternal. Langkah tersebut dilakukan setelah CPN memperoleh Perizinan Berusaha Pengoperasian Terminal Umum dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Fasilitas terminal tersebut didukung tiga dermaga di Cilegon, Banten. Dermaga A memiliki kapasitas hingga 80.000 DWT, sementara Dermaga B dan C masing-masing berkapasitas 6.000 DWT dan 10.000 DWT.
Terminal ini dapat digunakan untuk aktivitas bongkar muat berbagai produk kimia dan petroleum cair, termasuk naphtha, LPG, propylene, ethylene, py-gas, raffinate-1, butadiene, dan PFO.
Fasilitas tersebut juga terintegrasi dengan tank farm berkapasitas 501.606 meter kubik yang terdiri dari 56 tangki. Rinciannya, 25 tangki atmosferik digunakan untuk produk kimia cair dan 31 tangki bertekanan untuk produk gas cair.
Selanjutnya, ada Metropolitan Kentjana (MKPI), pengelola Pondok Indah Mall, menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba di atas 10% pada 2026.
Pada semester I-2026, MKPI membukukan pendapatan Rp1,36 triliun, naik dari Rp1,20 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih tercatat Rp594,38 miliar, dibandingkan Rp480,12 miliar pada 1H25.
Pendapatan sewa menjadi kontributor utama dengan nilai Rp1,04 triliun. Dari jumlah tersebut, segmen mal menyumbang Rp687,46 miliar atau sekitar 75% dari total pendapatan sewa.
Pertumbuhan bisnis ke depan diharapkan mendapat dukungan dari Pondok Indah Mall 5 (PIM 5), yang mulai beroperasi pada April 2026. Namun, tingkat okupansi tenant di fasilitas tersebut masih dalam tahap peningkatan.
MKPI juga menyiapkan belanja modal sekitar Rp300 miliar untuk sejumlah proyek, termasuk pembangunan jembatan penghubung PIM 3-PIM 5, gedung parkir PIM 1, serta renovasi eks-Transmart Lebak Bulus menjadi bagian dari Pondok Indah Mall.
Lalu, ada juga emiten Cakra Buana Resources Energi (CBRE) yang berencana melakukan rights issue atau PMHMETD dengan rasio 100:260. Perseroan akan menerbitkan maksimal 11,80 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp25 per saham.
Jumlah saham baru tersebut setara dengan 72,22% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan PMHMETD I. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp108 per saham, sehingga CBRE berpotensi memperoleh dana maksimal Rp1,27 triliun.
Dari dana tersebut, sekitar Rp858,60 miliar akan digunakan untuk mengonversi utang perseroan kepada PT Garuda Nusantara Mineral, PT Saga Investama Sedaya, Yafin Tandiono Tan, dan Hilong Shipping Holding Limited menjadi modal disetor.
Sementara itu, sisa dana bersih hasil aksi korporasi akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja perseroan. Pemegang saham lama yang tidak mengambil haknya dalam rights issue berpotensi mengalami dilusi maksimal 72,22%.
Adapun periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 6–12 November 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
(ayh/ayh)



















