• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Dolar AS Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.750/US$ Pagi Ini

Dolar AS Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.750/US$ Pagi Ini

September 2, 2026
IHSG Sesi 1 Berakhir di Zona Merah, Turun 0,28% ke 6.581,45

IHSG Sesi 1 Berakhir di Zona Merah, Turun 0,28% ke 6.581,45

September 2, 2026
Akhir 2026, BEI Incar Penghapusan Batas Harga Rp50 per Saham

Akhir 2026, BEI Incar Penghapusan Batas Harga Rp50 per Saham

September 2, 2026
SAME Rajin Borong Saham JECX, Kali Ini Caplok 12,8 Juta Lembar

SAME Rajin Borong Saham JECX, Kali Ini Caplok 12,8 Juta Lembar

September 2, 2026
Transformasi Berbuah Manis, BRI Catat Kinerja Solid di Triwulan II

Transformasi Berbuah Manis, BRI Catat Kinerja Solid di Triwulan II

September 2, 2026
Lagi, Pengendali MGLV Jual 13,8 Juta Saham Jauh Di Bawah Harga Pasar

Lagi, Pengendali MGLV Jual 13,8 Juta Saham Jauh Di Bawah Harga Pasar

September 2, 2026
Analis Ramai-Ramai Rekomendasi Buy Saham BBRI, Ini Alasannya

Analis Ramai-Ramai Rekomendasi Buy Saham BBRI, Ini Alasannya

September 2, 2026
Permintaan Energi Naik, Harga Batu Bara Tembus USD 140 per Ton

Permintaan Energi Naik, Harga Batu Bara Tembus USD 140 per Ton

September 2, 2026
Harga Minyak Melonjak Hingga IHSG & Rupiah Kompak Melemah

Harga Minyak Melonjak Hingga IHSG & Rupiah Kompak Melemah

September 2, 2026
Harga Naik Gak Normal, BEI Gembok 3 Saham Emiten Ini

Harga Naik Gak Normal, BEI Gembok 3 Saham Emiten Ini

September 2, 2026
APEX Private Placement 218 Juta Saham, 2 Investor Kakap Ini Nampung

APEX Private Placement 218 Juta Saham, 2 Investor Kakap Ini Nampung

September 2, 2026
Oto Finance & Oto Multiartha Resmi Merger, Saham Baru Rp1,58 T Terbit

Oto Finance & Oto Multiartha Resmi Merger, Saham Baru Rp1,58 T Terbit

September 2, 2026
OJK Terbitkan Aturan Penyelenggaraan Teknologi Informasi Bank Umum

OJK Terbitkan Aturan Penyelenggaraan Teknologi Informasi Bank Umum

September 2, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, September 2, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Dolar AS Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.750/US$ Pagi Ini

4 hours ago
in Market
Dolar AS Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.750/US$ Pagi Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kembali dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini. Mata uang Garuda bergerak di zona merah setelah sehari sebelumnya berakhir stagnan. 

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan Rabu (2/9/2026) dengan pelemahan 0,23% ke posisi Rp17.750/US$.

Mata uang Garuda kembali masuk ke zona merah setelah sehari sebelumnya ditutup stagnan di level Rp17.710/US$.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) tengah melanjutkan penguatannya. Indeks yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia itu naik 0,11% ke posisi 99,780 pada pukul 09.00 WIB.

Kenaikan tersebut melanjutkan penguatan DXY sebesar 0,25% pada penutupan perdagangan Selasa (1/9/2026).


Tekanan terhadap rupiah muncul ketika pelaku pasar kembali memburu dolar AS sebagai aset aman menyusul memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Meningkatnya permintaan terhadap greenback tercermin dari berlanjutnya penguatan DXY di pasar global. Kondisi tersebut mempersempit ruang penguatan mata uang negara lain, termasuk rupiah.

AS kembali melancarkan serangan udara terbaru terhadap sejumlah target di Iran pada Selasa kemarin. Serangan tersebut membuat harga minyak acuan global naik lebih dari 4%, yang langsung memunculkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global.

Ketegangan geopolitik juga memicu aksi jual di pasar obligasi global. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke posisi tertinggi sejak Januari 2025, sedangkan yield obligasi Jepang tenor yang sama menyentuh 3% untuk pertama kalinya dalam 30 tahun.

Imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar sekaligus mendorong permintaan terhadap mata uang aman. Pergerakan tersebut membuat ruang penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, semakin terbatas.

Peluang kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada September juga meningkat menjadi 68%, dari sekitar 35% sebelum pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di simposium Jackson Hole pada Jumat lalu.

Warsh mengatakan The Fed masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan apabila inflasi gagal bergerak kembali menuju target 2%. Gubernur The Fed Michael Barr turut menyatakan suku bunga perlu dinaikkan apabila inflasi tidak segera mereda.

Pasar selanjutnya menantikan laporan ketenagakerjaan AS periode Agustus yang akan dirilis pada Jumat pekan ini.

Data tenaga kerja dan inflasi akan menjadi penentu penting sebelum pertemuan The Fed pada 15-16 September mendatang. Data yang kuat dapat memperbesar peluang kenaikan suku bunga dan kembali mengangkat dolar AS.

Di tengah tekanan global tersebut, pasar juga mencermati strategi Bank Indonesia (BI) dalam menjaga rupiah. Gubernur BI Destry Damayanti memperkirakan mata uang Garuda berada dalam tren menguat pada 2027 dengan kisaran Rp17.300-Rp17.800/US$.

“Pada tahun 2027, rupiah diperkirakan dalam tren menguat di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.800,” kata Destry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (1/9/2026).

Stabilitas rupiah akan didukung oleh kebijakan ekspor satu pintu dan pelaksanaan Peraturan Pemerintah mengenai Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Kebijakan tersebut diharapkan meningkatkan penerimaan devisa sekaligus memperkuat cadangan devisa.

BI juga akan mengandalkan intervensi valuta asing, kebijakan suku bunga, lindung nilai, pendalaman pasar uang dan valas, serta pengelolaan likuiditas dan cadangan devisa.

Pengawasan terhadap bank dan perusahaan yang melakukan pembelian dolar AS dalam jumlah besar turut diperkuat melalui koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kemudian juga Bank Indonesia akan terus memperkuat pengawasan terhadap bank dan korporasi dengan aktivitas pembelian dolar AS yang tinggi melalui koordinasi dengan OJK, serta memperkuat ketentuan pelaporan lalu lintas devisa,” jelas Destry.

Rangkaian kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat pasokan devisa dan menjaga volatilitas rupiah. Namun dalam jangka pendek, penguatan dolar, kenaikan yield obligasi AS, dan lonjakan harga minyak masih menjadi tekanan bagi mata uang Garuda.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Sesi 1 Berakhir di Zona Merah, Turun 0,28% ke 6.581,45

IHSG Sesi 1 Berakhir di Zona Merah, Turun 0,28% ke 6.581,45

September 2, 2026
Akhir 2026, BEI Incar Penghapusan Batas Harga Rp50 per Saham

Akhir 2026, BEI Incar Penghapusan Batas Harga Rp50 per Saham

September 2, 2026
SAME Rajin Borong Saham JECX, Kali Ini Caplok 12,8 Juta Lembar

SAME Rajin Borong Saham JECX, Kali Ini Caplok 12,8 Juta Lembar

September 2, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .