
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Allo Bank Tbk (BBHI) akan melaksanakan pembelian kembali alias buyback saham senilai Rp300 miliar. Aksi buyback dilakukan dalam tempo tiga bulan. Tepatnya, sejak 3 September 2026 hingga 2 Desember 2026.
Adapun alasan dari aksi korporasi ini adalah untuk memiliki fleksibilitas yang memungkinkan menjaga stabilitas harga saham agar lebih mencerminkan kinerja perseroan. Selain itu, langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar, dan fundamental.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dikutip Kamis (3/9/2026), hal ini juga untuk menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha perseroan mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Pembelian kembali saham diharap dapat menstabilkan harga dari fluktuasi, dapat menjaga harga saham pada level baik dan pada akhirnya akan berimbas pada nilai pemegang saham.
Kalau perseroan menggunakan seluruh dana pembelian kembali tersebut maka jumlah aset dan ekuitas berpotensi mengalami penurunan Rp300 miliar. Menyebabkan rasio kecukupan modal (CAR) susut sekitar 2,77 persen atau dengan menggunakan asumsi per 30 Juni 2026, secara proforma CAR turun dari 66,35 persen menjadi sekitar 63,58 persen.
Buyback saham tidak berdampak negatif material terhadap kegiatan usaha, likuiditas maupun pertumbuhan usaha. Saat ini perseroan dikatakan memiliki modal kerja, dana kas cukup untuk melakukan, membiayai seluruh kegiatan usaha, kegiatan pengembangan usaha, kegiatan operasional, dan pembelian kembali saham.
(ayh/ayh)


















