• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Kenapa Pajak RI Tak Setinggi Eropa? Ini Penjelasan Kemenkeu

Kenapa Pajak RI Tak Setinggi Eropa? Ini Penjelasan Kemenkeu

September 6, 2026
Literasi Keuangan RI Lampaui Target 2029, Lebih Cepat 3 Tahun

Literasi Keuangan RI Lampaui Target 2029, Lebih Cepat 3 Tahun

September 7, 2026
Kejagung Tetapkan Toba Pulp Tersangka Kasus Dugaan Transfer Pricing

Kejagung Tetapkan Toba Pulp Tersangka Kasus Dugaan Transfer Pricing

September 7, 2026
Ribuan Warga RI Ketipu AI!

Ribuan Warga RI Ketipu AI!

September 7, 2026
Pinjol Warga RI Tembus Rp105,6 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,32%

Pinjol Warga RI Tembus Rp105,6 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,32%

September 7, 2026
58 Dapen Tutup Dalam 6 Tahun, Ini Biang Keroknya

58 Dapen Tutup Dalam 6 Tahun, Ini Biang Keroknya

September 7, 2026
Video: Jurus PTBA Kejar Bisnis Beyond Batu Bara

Video: Jurus PTBA Kejar Bisnis Beyond Batu Bara

September 7, 2026
Pembiayaan Multifinance Masih Tumbuh Terbatas, NPF Naik Tipis

Pembiayaan Multifinance Masih Tumbuh Terbatas, NPF Naik Tipis

September 7, 2026
7 Startup Lulus Sandbox OJK, dari Tokenisasi Emas hingga Stablecoin

7 Startup Lulus Sandbox OJK, dari Tokenisasi Emas hingga Stablecoin

September 7, 2026
Danantara Ungkap Sektor Ini Bakal Jadi Motor Investasi Baru

Danantara Ungkap Sektor Ini Bakal Jadi Motor Investasi Baru

September 7, 2026
Gak Cuma Jual Batu Bara, PTBA Kejar Proyek Gasifikasi Jadi DME

Gak Cuma Jual Batu Bara, PTBA Kejar Proyek Gasifikasi Jadi DME

September 7, 2026
Bandel di Pasar Modal, OJK Beri Sanksi Rp104 Miliar ke 113 Pihak

Bandel di Pasar Modal, OJK Beri Sanksi Rp104 Miliar ke 113 Pihak

September 7, 2026
Danantara Ungkap Kriteria Sektor Layak Investasi, Apa Saja?

Danantara Ungkap Kriteria Sektor Layak Investasi, Apa Saja?

September 7, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, September 7, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Kenapa Pajak RI Tak Setinggi Eropa? Ini Penjelasan Kemenkeu

1 day ago
in News
Kenapa Pajak RI Tak Setinggi Eropa? Ini Penjelasan Kemenkeu
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Herman Saheruddin menjelaskan alasan tarif pajak di Indonesia relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara di Eropa.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya mengandalkan penerimaan pajak untuk membiayai kebutuhan belanja negara, tetapi juga memanfaatkan instrumen Surat Berharga Negara (SBN).

Herman mengatakan masyarakat yang pernah tinggal atau menempuh pendidikan di negara-negara Eropa akan merasakan perbedaan beban pajak yang cukup signifikan dibandingkan Indonesia.

“Nah kalau teman-teman nanti sekolah lanjut sekolah S2 misalnya di luar negeri ya kayak di Belanda, pajaknya itu jauh lebih tinggi daripada di Indonesia. Jadi Indonesia ini termasuk salah satu negara yang pajaknya terjangkau, jadi artinya relatively lebih rendah daripada negara-negara seperti di Eropa,” kata Herman dalam Lampung Financial Festival 2026, Sabtu (6/9/2026).

Menurutnya, penerimaan pajak merupakan salah satu sumber utama pembiayaan negara yang digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) dan guru.

“Nah kenapa kok pajak kita itu bisa tidak setinggi di Eropa misalnya? Karena dari penerimaan negara kan digunakan untuk belanja tadi ya. Jadi misalnya untuk membangun infrastruktur, untuk membayar gaji pegawai negeri dan lain sebagainya, gaji guru,” ujarnya.

Namun, Herman menegaskan pemerintah tidak serta-merta menaikkan pajak ketika kebutuhan belanja negara meningkat. Sebab, kenaikan pajak yang terlalu tinggi berisiko menekan aktivitas ekonomi.

“Nah kalau duitnya kurang tentu saja sebenarnya pemerintah bisa naikin pajak tapi kan kita nggak pengen ekonominya melambat,” katanya.

SBN Jadi Penopang APBN

Sebagai alternatif pembiayaan, pemerintah menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) untuk menutup kebutuhan anggaran yang tidak sepenuhnya dapat dipenuhi dari penerimaan pajak.

“Jadi salah satu cara untuk membiayai kelebihan kebutuhan belanja yang sudah dibiayai sebagian oleh penerimaan pajak ya dengan menerbitkan SBN, surat berharga negara,” kata Herman.

Ia menjelaskan SBN dapat dibeli oleh investor domestik maupun investor asing. Dana yang dihimpun melalui penerbitan SBN kemudian digunakan pemerintah untuk mendukung pembangunan nasional.

“Jadi sebenarnya SBN itu ada untuk membantu negara melakukan pembangunan. Jadi tidak selalu mengandalkan pajak tapi dari SBN,” ujarnya.

Menurut Herman, masyarakat yang membeli SBN tidak hanya memperoleh keuntungan investasi berupa kupon atau bagi hasil, tetapi juga turut berkontribusi dalam pembangunan berbagai proyek pemerintah.

“Kalau adik-adik beli SBN itu selain adik-adik dapat investasi, dapat bunga atau bagi hasil kalau syariah, adik-adik juga membantu untuk membangun negeri,” katanya.

Ia mencontohkan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, termasuk pelabuhan di Papua, yang salah satunya didukung oleh pendanaan dari penerbitan SBN.

Herman juga menyoroti perubahan komposisi kepemilikan SBN dalam beberapa tahun terakhir. Jika dahulu sebagian besar dimiliki investor asing, kini porsi kepemilikan domestik semakin dominan.

“Nah sekarang beda dengan dulu. Dulu mungkin 20 tahun yang lalu atau 10 tahun yang lalu SBN itu banyak dimiliki oleh asing. Sekarang yang banyak punya adalah kita-kita investor dalam negeri bahkan banyak investor ritel seperti adik-adik yang sudah punya SBN,” ujarnya.

Karena itu, pembayaran bunga SBN oleh pemerintah pada akhirnya lebih banyak mengalir kembali kepada masyarakat Indonesia.

“Jadi kalau misalnya pembayaran bunga SBN oleh negara itu sebenarnya kembali ke kita sendiri begitu,” katanya.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Literasi Keuangan RI Lampaui Target 2029, Lebih Cepat 3 Tahun

Literasi Keuangan RI Lampaui Target 2029, Lebih Cepat 3 Tahun

September 7, 2026
Kejagung Tetapkan Toba Pulp Tersangka Kasus Dugaan Transfer Pricing

Kejagung Tetapkan Toba Pulp Tersangka Kasus Dugaan Transfer Pricing

September 7, 2026
Ribuan Warga RI Ketipu AI!

Ribuan Warga RI Ketipu AI!

September 7, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .