• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Investor Kini Maunya Sebentar Pegang Surat Utang RI, Ini Penyebabnya

Investor Kini Maunya Sebentar Pegang Surat Utang RI, Ini Penyebabnya

October 14, 2026
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 1%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 1%

October 15, 2026
Gelar RUPSLB, Emiten Favorit Lo Kheng Hong ABMM Mau Ganti Direksi

Gelar RUPSLB, Emiten Favorit Lo Kheng Hong ABMM Mau Ganti Direksi

October 15, 2026
Dolar AS Strong & Minyak Memanas, BI Mati-matian Jaga Rupiah

Dolar AS Strong & Minyak Memanas, BI Mati-matian Jaga Rupiah

October 15, 2026
Rupiah Melemah Tipis Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.900

Rupiah Melemah Tipis Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.900

October 15, 2026
IHSG Dibuka Melemah 0,44% di Awal Sesi I

IHSG Dibuka Melemah 0,44% di Awal Sesi I

October 15, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,29% ke Level 5.948

IHSG Ditutup Menguat 0,29% ke Level 5.948

October 15, 2026
IHSG Ditutup Naik 0,29%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Ditutup Naik 0,29%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 15, 2026
IHSG Ditutup Menguat 0,29%, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini

IHSG Ditutup Menguat 0,29%, Simak 5 Pilihan Saham Hari Ini

October 15, 2026
Bursa Asia Berguguran, Kospi Anjlok 5,6%

Bursa Asia Berguguran, Kospi Anjlok 5,6%

October 15, 2026
Penumpang KRL Makin Padat, Danantara Desak KAI Susun Masterplan

Penumpang KRL Makin Padat, Danantara Desak KAI Susun Masterplan

October 15, 2026
RSPP Dminta Jadi RS Terbaik, BP BUMN dan Danantara Siapkan Rp581 M

RSPP Dminta Jadi RS Terbaik, BP BUMN dan Danantara Siapkan Rp581 M

October 15, 2026
IHSG Ditutup Naik 0,39%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Ditutup Naik 0,39%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Investor Kini Maunya Sebentar Pegang Surat Utang RI, Ini Penyebabnya

3 hours ago
in Lifestyle
Investor Kini Maunya Sebentar Pegang Surat Utang RI, Ini Penyebabnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto buka suara ihwal preferensi investor yang kini lebih banyak memilih surat utang tenor pendek hingga menengah ketimbang panjang. Tercermin dari incoming bid surat utang negara tenor pendek pada lelang terakhir, yaitu 13 Oktober 2026.

Suminto menjelaskan, kondisi di pasar surat utang negara (SUN) itu bukan dipicu lunturnya kepercayaan investor kepada Indonesia, melainkan tren yang biasa terjadi secara global di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi dunia.

“Incoming bid yang lebih banyak pada tenor pendek hingga menengah merupakan dinamika yang lazim di tengah volatilitas pasar dan ekspektasi kenaikan suku bunga global. Hal ini mencerminkan strategi investor dalam pengelolaan risiko dan fleksibilitas portofolio,” ucap Suminto kepada CNBC Indonesia, Kamis (13/10/2026).

Suminto menegaskan, lelang surat utang negara pada 13 Oktober 2026 secara keseluruhan justru menunjukkan hasil yang cukup baik, dengan incoming bids meningkat menjadi Rp64,86 triliun atau 2,16 kali dari target indikatif Rp30 triliun.

Di tengah risiko global dan ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi, ia menegaskan, hasil lelang SUN itu menunjukkan minat investor tetap terjaga, terutama pada tenor pendek yang mencerminkan preferensi investor di tengah dinamika dan kondisi pasar saat ini.

“Di sisi lain, dukungan investor jangka panjang tetap kuat, sehingga Pemerintah dapat memenangkan Rp35 triliun dengan tetap mempertimbangkan aspek kehati-hatian dan efisiensinya (cost of funds),” tutur Suminto.

Partisipasi investor asing ia tegaskan juga tetap terjaga, terlihat dari incoming bids investor asing sebesar Rp9,63 triliun dalam lelang obligasi pada 13 Oktober, dan dimenangkan (awarded) sebesar Rp4,31 triliun.

“Secara keseluruhan, hasil lelang ini mencerminkan resiliensi pasar SUN dan kepercayaan investor terhadap pengelolaan pembiayaan Pemerintah,” ungkap Suminto.

Ia pun memastikan, pemerintah terus mengelola penerbitan surat berharga negara (SBN) secara pruden dan oportunistik, dengan mencermati dinamika pasar global serta mempertimbangkan perkembangan kebutuhan pembiayaan APBN.

“Dan kondisi permintaan investor untuk mendapatkan biaya utang (cost of fund) dan risiko yang terkendali serta menjaga kesinambungan pembiayaan secara optimal,” paparnya.

Sebagai informasi, berdasarkan hasil lelang sembilan seri surat utang negara pada 13 Oktober 2026, bid to cover ratio tertinggi terjadi pada obligasi tenor pendek, seperti SPN01261114 yang mencapai 4,8 kali, dan SPN03270113 sebesar 3,54 kali.

Sementara itu, untuk tenor menengah, seperti FR0110 bid to cover ratio nya 1,94 kali dan FR0111 sebanyak 2,08 kali. Sedangkan tenor panajang seperti FR0107 hanya 1,45 kali dan FR0105 sebanyak 1,15 kali.

Dibanding tahun lalu, tepatnya hasil lelang pada 21 Oktober 2025 bid to cover ratio untuk tenor pendek seperti SPN01251122 hanya 1,03 kali, dan SPN12261008 sebesar 1,87 kali.

Sedangkan untuk tenor menengah seperti FR0109 bid to cover ratio 6,91 kali, dan FR0106 sebesar 7,26 kali. Adapun untuk tenor panjang saat itu seperti FR0102 bid to cover ratio nya masih mampu mencapai 3,81 kali, dan FR0105 sebesar 3,91 kali.

Kepala Ekonom BCA David Sumual menganggap, semakin tingginya penawaran investor terhadap SUN tenor pendek hingga menengah saat ini lebih disebabkan kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi menengah panjang, karena tingginya ketidakpastian ekonomi dunia.

Meski begitu, ia menegaskan, kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga melanda berbagai negara, termasuk negara-negara maju.

“Tampaknya investor masih melihat prospek jangka menengah-panjang masih penuh ketidakpastian. Tren yang sama terjadi pada issuance obligasi negara-negara lain. Contoh untuk US treasury 30 tahun juga bid (permintaan) nya juga sangat lemah,” tegasnya David kepada CNBC Indonesia, Rabu (14/10/2026).

(arj/arj)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Breaking! IHSG Anjlok Diatas 1%

Breaking! IHSG Anjlok Diatas 1%

October 15, 2026
Gelar RUPSLB, Emiten Favorit Lo Kheng Hong ABMM Mau Ganti Direksi

Gelar RUPSLB, Emiten Favorit Lo Kheng Hong ABMM Mau Ganti Direksi

October 15, 2026
Dolar AS Strong & Minyak Memanas, BI Mati-matian Jaga Rupiah

Dolar AS Strong & Minyak Memanas, BI Mati-matian Jaga Rupiah

October 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .