• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Morgan Stanley Terciduk Asik Jual-Beli Saham GOTO, Cuan Berapa?

Morgan Stanley Terciduk Asik Jual-Beli Saham GOTO, Cuan Berapa?

October 15, 2026
Bos BSI Blak-Blakan Tujuan Rights Issue, Kejar Free Float Saham 15%

Bos BSI Blak-Blakan Tujuan Rights Issue, Kejar Free Float Saham 15%

October 15, 2026
Bisnis Hilirisasi Antam (ANTM) Melesat, Ini Buktinya

Bisnis Hilirisasi Antam (ANTM) Melesat, Ini Buktinya

October 15, 2026
BSI (BRIS) Bidik Kantor Cabang Jeddah Buka Januari 2027

BSI (BRIS) Bidik Kantor Cabang Jeddah Buka Januari 2027

October 15, 2026
Soroti Karhutla, Ini Respons 9 Perusahaan Termasuk Emiten Haji Isam

Soroti Karhutla, Ini Respons 9 Perusahaan Termasuk Emiten Haji Isam

October 15, 2026
100% Kebun Sawit di Kalteng, MKTR Klaim Operasi Tetap Normal

100% Kebun Sawit di Kalteng, MKTR Klaim Operasi Tetap Normal

October 15, 2026
Danantara Minta Garuda (GIAA) Tegas Soal Target Pasar

Danantara Minta Garuda (GIAA) Tegas Soal Target Pasar

October 15, 2026
Dana Haji Tembus Rp184 Triliun, BPKH Kebut Transformasi Digital

Dana Haji Tembus Rp184 Triliun, BPKH Kebut Transformasi Digital

October 15, 2026
Pendapatan Turun, Rugi WSBP Bengkak Jadi Rp410 Miliar

Pendapatan Turun, Rugi WSBP Bengkak Jadi Rp410 Miliar

October 15, 2026
Punya 23 Juta Akun Kripto, RI Siap Tukar Data Pajak pada 2027

Punya 23 Juta Akun Kripto, RI Siap Tukar Data Pajak pada 2027

October 15, 2026
Bayan Gelar RUPSLB Usai Dicaplok Haji Isam, Mau Rombak Pengurus?

Bayan Gelar RUPSLB Usai Dicaplok Haji Isam, Mau Rombak Pengurus?

October 15, 2026
IHSG Ditutup Anjlok 1,33% ke 5.863

IHSG Ditutup Anjlok 1,33% ke 5.863

October 15, 2026
IHSG Ditutup Melemah 1,33% ke 5.863

IHSG Ditutup Melemah 1,33% ke 5.863

October 15, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 15, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

Morgan Stanley Terciduk Asik Jual-Beli Saham GOTO, Cuan Berapa?

2 hours ago
in ENTREPRENEUR
Morgan Stanley Terciduk Asik Jual-Beli Saham GOTO, Cuan Berapa?
Share on FacebookShare on Twitter



Daftar Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Morgan Stanley and Co International PLC kembali mengurangi kepemilikannya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Dalam satu hari, raksasa keuangan asal Amerika Serikat (AS) itu menjual dan membeli saham GOTO sekaligus, dengan harga jual lebih tinggi dari harga beli.

Laporan kepemilikan saham yang disampaikan melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Kamis (15/10/2026) mencatat dua transaksi pada Senin (12/10/2026):

  • Penjualan 1.749.199.000 saham biasa GOTO di harga Rp29 per saham, senilai Rp50,73 miliar.
  • Pembelian 151.774.300 saham di harga Rp27 per saham, senilai Rp4,10 miliar.

Kedua transaksi berstatus kepemilikan langsung dengan tujuan investasi.

Hasilnya, Morgan Stanley mencatat penjualan bersih (net sell) 1.597.424.700 saham GOTO. Kas bersih yang diterima dari kedua transaksi mencapai Rp46,63 miliar.

Kepemilikan Morgan Stanley turun dari 70.267.481.384 saham menjadi 68.670.056.684 saham. Porsi hak suaranya menyusut dari 6,103% menjadi 5,9642%, atau berkurang 0,1388 poin persentase.

Dalam laporan tersebut, kelompok yang terorganisasi terdiri dari Morgan Stanley and Co International PLC dan Morgan Stanley and Co. LLC-Client Account.

Selisih Harga Rp2 per Saham

Harga jual Rp29 lebih tinggi Rp2 dari harga beli Rp27 pada hari yang sama. Selisih itu setara 7,41%.

Jika dihitung pada volume yang saling berpasangan (matched), yakni 151,77 juta saham yang dibeli, selisih harga jual dan beli menghasilkan sekitar Rp303,55 juta.

Sisa saham yang dijual, yakni sekitar 1,6 miliar saham, berasal dari kepemilikan sebelumnya. Keuntungan dari porsi ini bergantung pada harga perolehan awal, yang tidak diungkapkan dalam laporan.

Sebagai gambaran, Morgan Stanley pernah memborong saham GOTO di harga Rp23 pada Agustus dan Rp25 pada awal September. Dibandingkan harga jual Rp29, selisihnya masing-masing 26,09% dan 16%. Bila seluruh 1,75 miliar saham yang dilepas berasal dari pembelian di harga tersebut, potensi selisihnya berkisar Rp7 miliar hingga Rp10,5 miliar.

Namun, perhitungan ini bersifat ilustratif. Sebagian transaksi Morgan Stanley tercatat atas nama rekening nasabah (client account), dan harga perolehan per lot tidak dipublikasikan.

Rangkaian Transaksi Morgan Stanley

Transaksi ini menambah panjang deretan aksi jual-beli Morgan Stanley di saham GOTO dalam dua bulan terakhir.

Sebagaimana diberitakan CNBC Indonesia sebelumnya, Morgan Stanley memborong 3,8 miliar saham GOTO di harga Rp23 pada 21 Agustus 2026, senilai Rp87,3 miliar. Pada 2 September 2026, perusahaan kembali menyerok sekitar 21,92 miliar saham di harga Rp25, senilai Rp547,98 miliar. Pembelian itu mendongkrak kepemilikannya dari 5,72% menjadi 7,6%.

Dua hari kemudian, Morgan Stanley melepas sekitar 7,4 miliar saham di harga rata-rata Rp25,39 senilai sekitar Rp187 miliar. Pada 18 September 2026, perusahaan membeli 400 juta saham di harga Rp27, lalu menjualnya kembali sebanyak 450 juta saham di harga yang sama pada 23 September 2026.

Per 23 September, kepemilikan Morgan Stanley tercatat 80,41 miliar saham atau 6,98%. Dengan posisi sebelum transaksi 12 Oktober sebesar 70,27 miliar saham, kepemilikannya sudah menyusut sekitar 10,15 miliar saham dalam rentang tersebut.

Gembok Gocap Dibuka, Saham GOTO Bergejolak

Aksi Morgan Stanley terjadi di tengah gejolak saham GOTO. Sejak Mei 2026, saham GOTO tertahan di harga minimum Rp50 atau “gocap”. Mulai 28 September 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) menurunkan batas harga minimum di pasar reguler dan tunai menjadi Rp1.

Setelah batas harga itu dibuka, saham GOTO langsung tertekan. Saham ini sempat menyentuh auto reject bawah (ARB) dua hari berturut-turut ke Rp37, lalu terus turun hingga Rp27 pada sesi I perdagangan 2 Oktober 2026, sebelum memantul ke Rp30.

Pada hari yang sama, investor asing mencatatkan jual bersih saham GOTO senilai Rp927,64 miliar, terbesar di antara saham lain di bursa.

Manajemen GOTO menilai gejolak harga saham dipicu faktor teknis, bukan kinerja bisnis. Saham GOTO telah dikeluarkan dari indeks FTSE GEIS Mid Cap sejak 22 Juni 2026 dan dari MSCI Global Standard Indexes sejak 31 Agustus 2026.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan GOTO, R.A. Koesoemohadiani, menjelaskan dalam surat ke BEI bahwa dana pasif yang mengacu pada indeks tersebut harus menjual saham GOTO. Namun, rendahnya volume perdagangan membuat penjualan itu tidak dapat dilakukan di pasar reguler. Setelah batas harga minimum dihapus, pemegang saham yang tertahan akhirnya bisa menjual.

“Perseroan meyakini harga saham saat ini tidak mencerminkan fundamental bisnis yang terus menguat,” tulis manajemen.

Dari sisi kinerja, GOTO membukukan laba bersih dua kuartal berturut-turut. Pada kuartal II-2026, laba bersih GOTO mencapai Rp252 miliar, naik sekitar 47% dari Rp171 miliar pada kuartal sebelumnya. Pendapatan bersih tumbuh 31% secara tahunan menjadi Rp5,7 triliun.

Batalkan 32 Miliar Saham Treasuri

Sehari setelah transaksi Morgan Stanley dilaporkan efektif, GOTO menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (14/10/2026). Pemegang saham menyetujui seluruh agenda rapat.

Salah satu keputusan RUPSLB adalah pembatalan 32,19 miliar saham treasuri seri A hasil pembelian kembali (buyback) periode 12 Juni 2024-11 Juni 2025. Saham ini semula dialokasikan untuk program kepemilikan saham karyawan dan manajemen (ESOP/MSOP), yang kemudian dibatalkan perseroan.

Presiden Komisaris GOTO, Agus Martowardojo, menyebut pembatalan tersebut akan “meningkatkan porsi kepemilikan mereka secara proporsional”.

RUPSLB juga menyetujui pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatan Wakil Direktur Utama.

Selain itu, GOTO masih mengantongi restu buyback hingga Rp3,5 triliun yang berlaku sejak 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos BSI Blak-Blakan Tujuan Rights Issue, Kejar Free Float Saham 15%

Bos BSI Blak-Blakan Tujuan Rights Issue, Kejar Free Float Saham 15%

October 15, 2026
Bisnis Hilirisasi Antam (ANTM) Melesat, Ini Buktinya

Bisnis Hilirisasi Antam (ANTM) Melesat, Ini Buktinya

October 15, 2026
BSI (BRIS) Bidik Kantor Cabang Jeddah Buka Januari 2027

BSI (BRIS) Bidik Kantor Cabang Jeddah Buka Januari 2027

October 15, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .