• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
BI Ungkap Kredit Nganggur Tembus Rp2.562 T hingga September 2026

BI Ungkap Kredit Nganggur Tembus Rp2.562 T hingga September 2026

October 21, 2026
OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

October 22, 2026
Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

October 22, 2026
Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

October 22, 2026
Pasar Diguncang MSCI, Yield SBN RI Tembus 7,4%, Kemenkeu Buka Suara

Pasar Diguncang MSCI, Yield SBN RI Tembus 7,4%, Kemenkeu Buka Suara

October 22, 2026
Waskita Karya Catat Kenaikan Pendapatan Hingga 53,73%

Waskita Karya Catat Kenaikan Pendapatan Hingga 53,73%

October 22, 2026
MSCI Mau Turunkan Status RI, Kemlu Siapkan Jurus Ini

MSCI Mau Turunkan Status RI, Kemlu Siapkan Jurus Ini

October 22, 2026
Sovereign Wealth Fund Terbesar Dunia Boncos US Miliar

Sovereign Wealth Fund Terbesar Dunia Boncos US$30 Miliar

October 22, 2026
Aksi Borong Besar-Besaran, Belasan Saham BUMN Menguat

Aksi Borong Besar-Besaran, Belasan Saham BUMN Menguat

October 22, 2026
Danantara Minta Investor Data Center Raksasa Siapkan Sumber Energi

Danantara Minta Investor Data Center Raksasa Siapkan Sumber Energi

October 22, 2026
Danantara Bidik Investasi USD 30 Miliar Lewat New Asia Forum 2026

Danantara Bidik Investasi USD 30 Miliar Lewat New Asia Forum 2026

October 22, 2026
Saham-Saham BUMN Diborong, Kawal IHSG Parkir di Zona Hijau

Saham-Saham BUMN Diborong, Kawal IHSG Parkir di Zona Hijau

October 22, 2026
Indonesia Tidak Pernah Telat Bayar Utang

Indonesia Tidak Pernah Telat Bayar Utang

October 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, October 22, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

BI Ungkap Kredit Nganggur Tembus Rp2.562 T hingga September 2026

1 day ago
in Lifestyle
BI Ungkap Kredit Nganggur Tembus Rp2.562 T hingga September 2026
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan fenomena dana kredit yang sudah disiapkan perbankan namun belum dicairkan ke debitur atau undisbursed loan masih bertahan di level tinggi. Hingga September 2026, nilainya tercatat mencapai Rp 2.562 triliun.

Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan besarnya undisbursed loan tersebut menjadi faktor potensi pertumbuhan kredit yang masih tinggi.

“Potensi kenaikan kredit masih tinggi sejalan dengan masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan atau undisbursed loan yang tercatat 2,562 triliun rupiah atau 21,7% dari platform kredit yang tersedia,” kata Destry saat konferensi persi, Rabu (21/10/2026).

Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit sepanjang semester I-2026 mulai ditopang oleh sektor korporasi swasta.

Deputi Gubernur BI Solikin M.Juhro mengungkapkan pertumbuhan kredit tersebut ditopang umumnya memang oleh kredit investasi dan modal kerja yang tumbuh tinggi yang sebagian besar tersalurkan ke sektor swasta.

“Ini menunjukkan bahwa memang ada perbaikan-perbaikan dan juga dilihat di sektor real lah, ini memang yang menjadi hal yang positif,” kata Solikin saat konferensi pers, Rabu (21/10/2026).

Di sisi lain, Solikin mengatakan bahwa likuiditas atau suplai pembiayaan dari perbankan pun saat ini masih baik untuk menopang pertumbuhan kredit.

“Jadi secara umum dengan demikian fungsi intermediasi perbankan ini ke depan akan berjalan terus membaik dan juga tentunya ditopang oleh ketahanan sektor keuangan yang juga terjaga dengan baik,” tutur Solikin.

Untuk mendorong penyaluran kredit lebih masif, BI memperbarui kebijakan iro Wajib Minimum untuk Bank Umum Konvensional (BUK) dan Bank Umum Syariah (BUS).

Pelonggaran GWM BUK diturunkan dari 9% menjadi 7%, dengan tahapan turun sebesar 1% dari 9% menjadi 8% berlaku mulai 1 November 2026. Kemudian turun sebesar 1% dari 8% menjadi 7% berlaku mulai 1 Desember 2026.

Sementara untuk BUS dan Unit Usaha Syariah (UUS) diturunkan dari 7,5% menjadi 5,5%, dengan tahapan turun sebesar 1% dari 7,5% menjadi 6,5% berlaku mulai 1 November 2026. Kemudian, turun sebesar 1% dari 6,5% menjadi 5,5% berlaku mulai 1 Desember 2026.

Penurunan GWM dimaksud melalui penyesuaian Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang diturunkan dari 6% menjadi 5% berlaku mulai 1 Desember 2026.

“Besaran bagian tertentu dari pemenuhan kewajiban GWM dalam Rupiah secara rata-rata yang diberikan remunerasi paling banyak sebesar 5% dari GWM Rupiah secara rata-rata berlaku mulai 1 Desember 2026,” ujar Destry.

Adapun kredit perbankan pada September 2026 tercatat tinggi yaitu sebesar 13,26% secara year-on-year (yoy) dan didukung oleh kredit investasi kredit modal kerja dan kredit konsumsi yang masing-masing tumbuh sebesar 23,2%, 11,89% dan 4,86%.

Lebih rinci, berdasarkan pangsa yang sektor, industri pengolahan tumbuh 14,6%, industri pertambangan tumbuh 15,1%, sektor konstruksi tumbuh 10,6%, dan sektor pengangkutan tumbuh 13,4%.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

OJK Ungkap Minat IPO Tidak Turun, Ada Bank Ngantre di Pipeline

October 22, 2026
Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

Kemenkeu Tanggapi Efek MSCI: Ekonomi RI Tetap Kuat!

October 22, 2026
Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

Racikan Jamu BI di Tengah Gejolak Global

October 22, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .