• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Kualitas Kredit BNI (BBNI) Membaik! Biaya Dana dan NPL Turun

Kualitas Kredit BNI (BBNI) Membaik! Biaya Dana dan NPL Turun

October 27, 2026
BEI Tetap Pede! Bidik Transaksi Harian Rp21 T, Laba Bersih Rp563 M

BEI Tetap Pede! Bidik Transaksi Harian Rp21 T, Laba Bersih Rp563 M

October 28, 2026
Harga Nikel Melonjak, Saham Antam (ANTM) Ditarget ke Rp3.470

Harga Nikel Melonjak, Saham Antam (ANTM) Ditarget ke Rp3.470

October 28, 2026
BEI Bidik Kapitalisasi Pasar Rp30.000 T pada 2030, Realistiskah?

BEI Bidik Kapitalisasi Pasar Rp30.000 T pada 2030, Realistiskah?

October 28, 2026
Pelemahan Rupiah Berlanjut, Bank Ini Sudah Jual Dolar Rp18.400

Pelemahan Rupiah Berlanjut, Bank Ini Sudah Jual Dolar Rp18.400

October 28, 2026
Usai Demutualisasi, BEI Siapkan Rp596 Miliar Buat Ini

Usai Demutualisasi, BEI Siapkan Rp596 Miliar Buat Ini

October 28, 2026
BEI Pasang Cita-Cita Ambisius, Masuk 10 Besar Bursa Terbesar Dunia

BEI Pasang Cita-Cita Ambisius, Masuk 10 Besar Bursa Terbesar Dunia

October 28, 2026
Rupiah Digempur Kabar Buruk dari AS

Rupiah Digempur Kabar Buruk dari AS

October 28, 2026
Direktur Citra Borneo Utama (CBUT) Ronny Hertantyo Meninggal Dunia

Direktur Citra Borneo Utama (CBUT) Ronny Hertantyo Meninggal Dunia

October 28, 2026
BEI Pasang Cita-Cita Ambisius, Incar 10 Bursa Terbesar Dunia

BEI Pasang Cita-Cita Ambisius, Incar 10 Bursa Terbesar Dunia

October 28, 2026
Jelang Demutualisasi, BEI Bagikan Dividen Tunai Rp1,56 Triliun

Jelang Demutualisasi, BEI Bagikan Dividen Tunai Rp1,56 Triliun

October 28, 2026
RUPSLB BEI Sepakat Demutualisasi, Anggaran Dasar Dirombak

RUPSLB BEI Sepakat Demutualisasi, Anggaran Dasar Dirombak

October 28, 2026
Direktur Citra Borneo Utama (CBRE) Ronny Hertantyo Meninggal Dunia

Direktur Citra Borneo Utama (CBRE) Ronny Hertantyo Meninggal Dunia

October 28, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, October 28, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Kualitas Kredit BNI (BBNI) Membaik! Biaya Dana dan NPL Turun

1 day ago
in News
Kualitas Kredit BNI (BBNI) Membaik! Biaya Dana dan NPL Turun
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatatkan perbaikan kualitas kredit dan penurunan biaya dana (cost of fund/CoF) hingga kuartal III-2026. Kondisi ini menjadi penopang kinerja perseroan di tengah tekanan margin industri perbankan dan ekspansi kredit yang tumbuh tinggi.

BNI mencatatkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross sebesar 1,9% per September 2026, membaik dibandingkan 2% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, rasio loan at risk (LaR) turun dari 10,4% menjadi 7,8%.

Dari sisi pendanaan, biaya dana BNI turun menjadi 2,77% dari sebelumnya 2,83%. Penurunan tersebut didukung pertumbuhan dana murah atau current account savings account (CASA) yang mencapai 19,6% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp733,7 triliun.

Perbaikan kualitas aset dan penguatan struktur pendanaan tersebut terjadi seiring pertumbuhan kredit BNI sebesar 22,2% YoY menjadi Rp992,5 triliun hingga kuartal III-2026.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, perseroan tetap menjaga pertumbuhan bisnis dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan disiplin dalam pengelolaan risiko.

“Di tengah dinamika pasar yang menantang, BNI tetap menjaga momentum pertumbuhan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan disiplin dalam pengelolaan risiko. Fokus kami adalah memperkuat fundamental dan produktivitas untuk menciptakan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Putrama dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).

Penguatan dana murah menjadi salah satu strategi BNI untuk menjaga efisiensi pendanaan di tengah dinamika suku bunga dan tekanan margin perbankan.

Hingga September 2026, CASA BNI tumbuh 19,6% YoY menjadi Rp733,7 triliun. Pertumbuhan ini ditopang peningkatan giro sebesar 25,9% YoY dan tabungan sebesar 11,6% YoY.

Pertumbuhan giro BNI bahkan melampaui industri yang tercatat sebesar 9,8% berdasarkan data Agustus 2026. Pangsa pasar giro BNI meningkat 120 basis poin (bps) menjadi 13,2%, sedangkan pangsa pasar tabungan naik 10 bps menjadi 9,2%.

Penguatan penghimpunan dana murah turut didukung peningkatan aktivitas transaksi melalui layanan digital. Hingga September 2026, jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 16,6 juta, tumbuh 58% YoY, dengan nilai transaksi sebesar Rp1.774 triliun atau meningkat 25% YoY.

Sementara itu, BNIdirect mencatatkan nilai transaksi Rp9.324 triliun, tumbuh 16% YoY, dengan jumlah pengguna mencapai 293.000 atau meningkat 19% YoY.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan, penguatan dana murah menjadi bagian penting untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan profitabilitas.

“Pertumbuhan kredit yang selektif dan penguatan dana murah menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan profitabilitas. Kami terus mengoptimalkan struktur pendanaan agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan,” tutur Paolo.

Meski biaya dana turun, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) BNI tercatat sebesar 3,5%, turun 30 bps secara tahunan. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi penyesuaian imbal hasil kredit (loan yield) dari 7,3% menjadi 6,9%, sejalan dengan tekanan margin di industri perbankan.

Di tengah kondisi tersebut, BNI membukukan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp33,2 triliun, tumbuh 13,6% YoY. Laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) juga meningkat 11,6% YoY menjadi Rp27,5 triliun.

Adapun laba bersih BNI mencapai Rp16,1 triliun hingga kuartal III-2026, meningkat 6,6% YoY.

Direktur Risk Management BNI David Pirzada mengatakan, perbaikan kualitas aset diikuti upaya menjaga kecukupan pencadangan untuk mengantisipasi potensi risiko kredit.

BNI mempertahankan rasio total pencadangan terhadap kredit sebesar 3,8%, lebih tinggi dibandingkan rasio industri sebesar 3,5%. Sementara itu, non-performing loan coverage ratio tercatat sebesar 193,3%.

“Pengelolaan risiko dilakukan sejak penetapan sektor prioritas, analisis kelayakan debitur, hingga pemantauan pasca penyaluran kredit, didukung sistem peringatan dini yang terus diperkuat,” ujar David.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BEI Tetap Pede! Bidik Transaksi Harian Rp21 T, Laba Bersih Rp563 M

BEI Tetap Pede! Bidik Transaksi Harian Rp21 T, Laba Bersih Rp563 M

October 28, 2026
Harga Nikel Melonjak, Saham Antam (ANTM) Ditarget ke Rp3.470

Harga Nikel Melonjak, Saham Antam (ANTM) Ditarget ke Rp3.470

October 28, 2026
BEI Bidik Kapitalisasi Pasar Rp30.000 T pada 2030, Realistiskah?

BEI Bidik Kapitalisasi Pasar Rp30.000 T pada 2030, Realistiskah?

October 28, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .