• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

November 1, 2026
Data 5,7 Juta Pelanggan Bocor, Fore Ngadu ke Komdigi

Data 5,7 Juta Pelanggan Bocor, Fore Ngadu ke Komdigi

November 1, 2026
Nasabah Mau Uang Aman di Bank? Jangan Lakukan Ini

Nasabah Mau Uang Aman di Bank? Jangan Lakukan Ini

November 1, 2026
Video: Akhir 2026, Rupiah Diramal Bergerak di Rp 17.800

Video: Akhir 2026, Rupiah Diramal Bergerak di Rp 17.800

November 1, 2026
Investor Asing Curhat ke Bos BI, Sesalkan Keputusan MSCI

Investor Asing Curhat ke Bos BI, Sesalkan Keputusan MSCI

November 1, 2026
Laris Manis! Kredit Program Pemerintah Tembus Rp294,6 T

Laris Manis! Kredit Program Pemerintah Tembus Rp294,6 T

November 1, 2026
Kena Bobol Rp114 T, Binance Sudah Ganti 95%-Penarikan Dibuka Lagi

Kena Bobol Rp114 T, Binance Sudah Ganti 95%-Penarikan Dibuka Lagi

November 1, 2026
Intip Racikan Investasi Pilihan MI Hadapi Sentimen MSCI

Intip Racikan Investasi Pilihan MI Hadapi Sentimen MSCI

November 1, 2026
Kata Pelaku Pasar Soal RI Mau Bikin Rating Bursa Sendiri

Kata Pelaku Pasar Soal RI Mau Bikin Rating Bursa Sendiri

November 1, 2026
Penyidikan Kasus BPR DCN Malang Rampung, OJK Serahkan 2 Tersangka

Penyidikan Kasus BPR DCN Malang Rampung, OJK Serahkan 2 Tersangka

November 1, 2026
Bisnis Raja Gula dari Semarang Hancur Usai Ribut dengan Pemerintah

Bisnis Raja Gula dari Semarang Hancur Usai Ribut dengan Pemerintah

November 1, 2026
Pakai Info Rahasia Militer, Tentara Cuan Rp7,2 Miliar di Pasar Taruhan

Pakai Info Rahasia Militer, Tentara Cuan Rp7,2 Miliar di Pasar Taruhan

November 1, 2026
Skandal Manipulasi Saham Bikin Geger, Ribuan Investor Jadi Korban

Skandal Manipulasi Saham Bikin Geger, Ribuan Investor Jadi Korban

October 31, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Sunday, November 1, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

2 hours ago
in Lifestyle
OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Tingkat inklusi keuangan syariah di Indonesia baru mencapai 13,4%, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Angka ini menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia belum terjangkau dan memanfaatkan produk-produk keuangan syariah.

Padahal, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri keuangan syariah. Terlebih, tingkat literasi keuangan syariah masyarakat sebenarnya telah mencapai 43,07%.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, tingginya tingkat literasi tersebut belum diikuti dengan akses yang memadai terhadap produk dan layanan keuangan syariah. Menurut dia, keterbatasan aksesibilitas masih menjadi salah satu hambatan utama dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah di Tanah Air.

“Untuk bank-bank syariah terus kita dorong supaya dia bisa meningkatkan aksesibilitas kepada masyarakat,” kata pimpinan OJK yang akrab disapa Kiki tersebut dalam acara Syariah Financial Fair (SYAFIF) di Makassar, Minggu (1/11/2026).

Selain aksesibilitas, tantangan lainnya adalah inovasi dan diferensiasi produk. Pelaku industri keuangan syariah perlu menghadirkan produk yang tidak hanya memiliki keunggulan kompetitif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat luas.

Kiki mencontohkan produk pembiayaan rumah berbasis syariah yang saat ini cukup diminati masyarakat, termasuk kalangan non-Muslim. Menurut dia, daya tarik produk tersebut menunjukkan bahwa layanan keuangan syariah berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas apabila mampu menawarkan nilai tambah bagi konsumen.

“Ketika satu produk syariah itu bagus, yang menggunakan tidak hanya orang Muslim, tetapi semua agama juga senang menggunakannya.”

Di sisi lain, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya dalam industri ekonomi syariah global. Saat ini, Indonesia menempati peringkat keempat dalam Global Islamic Economy Indicator Score 2025-2026.

Kiki menilai posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia menjadi modal strategis untuk meningkatkan daya saing sekaligus mengejar posisi teratas. Tingkat literasi keuangan syariah yang telah mencapai 43,07% juga dinilai sebagai modal awal untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah nasional.

Adapun SYAFIF merupakan program OJK untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah masyarakat. Pada 2026, kegiatan tersebut telah diselenggarakan di empat kota dan menjangkau ribuan orang.

Dalam penutupan SYAFIF di Makassar, OJK bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI), turut meluncurkan Panduan Referensi dan Dakwah Keuangan Syariah (PELITA Syariah). Panduan tersebut memuat naskah referensi khutbah yang dapat dimanfaatkan para tokoh agama untuk mengedukasi masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah. Melalui PELITA Syariah, OJK berharap pemahaman masyarakat semakin meningkat sehingga mereka dapat terhindar dari berbagai risiko akibat minimnya literasi keuangan, mulai dari penipuan hingga investasi ilegal.

(hsy/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Data 5,7 Juta Pelanggan Bocor, Fore Ngadu ke Komdigi

Data 5,7 Juta Pelanggan Bocor, Fore Ngadu ke Komdigi

November 1, 2026
OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

November 1, 2026
Nasabah Mau Uang Aman di Bank? Jangan Lakukan Ini

Nasabah Mau Uang Aman di Bank? Jangan Lakukan Ini

November 1, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .