• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
33% Bank RI Masih Beri Special Rate, Bos LPS Ungkap Penyebabnya

33% Bank RI Masih Beri Special Rate, Bos LPS Ungkap Penyebabnya

April 14, 2026
Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

October 23, 2026
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

October 23, 2026
Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang

October 23, 2026
Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

Meneropong Wajah Baru IHSG Usai Saham HSC Didepak

October 23, 2026
BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

BMRI Respons Kebijakan DHE SDA: Buka Peluang DPK Valas

October 23, 2026
OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

October 23, 2026
BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

BI Ungkap Kabar Baik dari Sektor Swasta, Kredit Tumbuh Kencang

October 23, 2026
Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

Keterbukaan Kepemilikan Saham RI Lebih Ketat dari Negara Lain

October 23, 2026
74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

74% Emiten Cetak Laba di Tengah Badai MSCI, OJK: Bursa RI Kuat

October 23, 2026
OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T

OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,5 T

October 23, 2026
Bos OJK Lapor Prabowo, Bursa Mineral Meluncur 4 Januari 2027

Bos OJK Lapor Prabowo, Bursa Mineral Meluncur 4 Januari 2027

October 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Friday, October 23, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home ENTREPRENEUR

33% Bank RI Masih Beri Special Rate, Bos LPS Ungkap Penyebabnya

6 months ago
in ENTREPRENEUR
33% Bank RI Masih Beri Special Rate, Bos LPS Ungkap Penyebabnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai adanya kebutuhan menjaga likuiditas menyebabkan sepertiga dari industri perbankan masih memberikan special rate di atas tingkat bunga penjaminan (TBP).

Ketua Dewan Komisioner (DK) LPS, Anggito Abimanyu menjelaskan bahwa bank-bank melakukan penawaran bunga tinggi seperti mekanisme lelang. Artinya, bank yang membutuhkan dana akan “menawar” dengan bunga lebih tinggi agar nasabah mau menyimpan uangnya di bank tersebut.

Selain itu, ia menyinggung adanya persaingan menghimpun dana yang cukup ketat di industri perbankan.

“Karena memang market-nya menghendaki simpanan yang cukup tinggi ya sekarang ini. Apalagi persaingan dana kan juga cukup ketat ya,” tutur Anggito saat ditemui di BSI Tower, Selasa (14/4/2026).

Ia mengatakan bahwa dirinya tidak tahu persis apa penyebab banyak bank yang memasang bunga tabungan yang tinggi. Namun, Anggito menyebut fenomena ini harus dibenahi.

Mantan Wakil Menteri Keuangan itu kemudian menyorot bahwa masalah pada permintaan pinjaman menjadi lebih penting.

“Tapi kalau saya lihat, mungkin yang penting bukan di atas TBP. Tapi kan demandnya, permintaan terhadap dana itu harus kuat ya. Ekonominya harus tumbuh, sehingga permintaan dana itu cukup kuat ya. Supply-nya sekarang kan nggak ada masalah ya, likuiditasnya cukup,” tutur Anggito.

Sebelumnya, LPS mengungkapkan bahwa masih banyak bank yang belum patuh terhadap memasang suku bunga simpanan di bawah TBP LPS. Hal ini tercermin oleh rata-rata suku bunga simpanan bank yang malah semakin meningkat dan melampaui TBP dari tahun ke tahun.

Anggito dalam paparannya, menunjukkan bahwa TBP LPS telah turun 75 basis poin (bps) untuk simpanan Rupiah di bank umum sejak Juni 2025. Namun demikian, proporsi simpanan nasabah yang mendapatkan suku bunga simpanan di atas TBP mencapai 25% pada Desember 2022, meningkat jadi 30% pada Desember 2024 dan bertambah lagi menjadi 33% pada Desember 2025.

“Itu cukup tinggi artinya bank-bank belum patuh kepada tingkat bunga penjaminan yang kita tetapkan,” tukas Anggito dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (9/4/2026).

Ia menyebut hal ini menjadi salah satu alasan mengapa suku bunga kredit perbankan belum bisa turun. Sebab, 33% porsi simpanan tergolong di atas TBP atau disebutnya mendapatkan “special rate.”

Menurut Anggito, selama ini TBP selalu berada di atas tingkat bunga pasar. Namun penetapan TBP LPS sepanjang 2025 yang cukup agresif menempatkannya di bawah suku bunga pasar.

“Padahal rule of thumb-nya memang harusnya tingkat bunga pasar itu melindungi suku bunga yang berlaku di pasar,” tutur Anggito.

Hal inilah yang kemudian mendasari LPS menetapkan untuk menahan TBP LPS untuk periode reguler Januari. Adapun TBP ditahan di level 3,5% untuk simpanan rupiah di bank umum, untuk valuta asing sebesar 2%, dan simpanan di Bank Perekonomian Rupiah (BPR) sebesar 6%. TBP tersebut berlaku sejak 1 Februari 2026 sampai dengan 30 Mei 2026.

Sebagai informasi, TBP akan menjadi patokan bank untuk mematok besaran bunga deposito, karena bunga yang lebih tinggi dari TBP tidak akan dijamin oleh LPS.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

Neraca Sehat & Kinerja Solid, BMRI Catat Laba Rp 45,5 T di Kuartal III

October 23, 2026
Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan

October 23, 2026
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

October 23, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .