• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
OJK Ungkap Penyebab Asuransi Belum Banyak Masuk ke Saham

OJK Ungkap Penyebab Asuransi Belum Banyak Masuk ke Saham

March 3, 2026
Permintaan Global Cetak Rekor, Batu Bara Makin Naik Daun

Permintaan Global Cetak Rekor, Batu Bara Makin Naik Daun

September 22, 2026
IHSG Sesi I Anjlok 1,11%, Bayan Resources (BYAN) Jadi Beban Utama

IHSG Sesi I Anjlok 1,11%, Bayan Resources (BYAN) Jadi Beban Utama

September 22, 2026
Video: Tegang Houthi Vs Saudi – Menanti RDG BI, IHSG dan Rupiah Melemah

Video: Tegang Houthi Vs Saudi – Menanti RDG BI, IHSG dan Rupiah Melemah

September 22, 2026
5 Konglomerat Termuda di Dunia, Paling Kaya Usia 21 Tahun

5 Konglomerat Termuda di Dunia, Paling Kaya Usia 21 Tahun

September 22, 2026
Emiten Grup Lippo Ini Mau Caplok 14 Rumah Sakit, Nilainya Rp6,9 T

Emiten Grup Lippo Ini Mau Caplok 14 Rumah Sakit, Nilainya Rp6,9 T

September 22, 2026
Nilai Tukar Rupiah Dibuka Loyo, Dolar AS Kini Tembus Rp17.860

Nilai Tukar Rupiah Dibuka Loyo, Dolar AS Kini Tembus Rp17.860

September 22, 2026
Kena OTT KPK, Segini Harta Kekayaan Bupati Bolmut Sirajudin Lasena

Kena OTT KPK, Segini Harta Kekayaan Bupati Bolmut Sirajudin Lasena

September 22, 2026
Ada Peringatan Bahaya AI, Rencana IPO Anthropic Mundur

Ada Peringatan Bahaya AI, Rencana IPO Anthropic Mundur

September 22, 2026
Crypto Winter Tamat? Bitcoin Meledak 34%, Tembus US$ 86.000

Crypto Winter Tamat? Bitcoin Meledak 34%, Tembus US$ 86.000

September 22, 2026
Tiba-Tiba IHSG Turun 1% Lebih, Ini Penyebabnya

Tiba-Tiba IHSG Turun 1% Lebih, Ini Penyebabnya

September 22, 2026
Emiten Grup Lippo Ini Mau Caplok 14 Rumah Sakit, Nilainya Rp8,9 T

Emiten Grup Lippo Ini Mau Caplok 14 Rumah Sakit, Nilainya Rp8,9 T

September 22, 2026
Pemerintah Kasih Bukti Investor RI Loyal Beli Surat Berharga Negara

Pemerintah Kasih Bukti Investor RI Loyal Beli Surat Berharga Negara

September 22, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, September 22, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

OJK Ungkap Penyebab Asuransi Belum Banyak Masuk ke Saham

7 months ago
in Lifestyle
OJK Ungkap Penyebab Asuransi Belum Banyak Masuk ke Saham
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Industri asuransi tengah didorong untuk aktif menjadi investor institusi di instrumen saham untuk mendongkrak IHSG. Meski demikian, ada beberapa pertimbangan yang membuat lembaga keuangan ini tidak bisa menyerap saham dalam jumlah besar.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan pengaturan investasi perusahaan asuransi dan dana pensiun dirancang dengan mempertimbangkan manajemen risiko serta kesesuaian karakteristik masing-masing usaha.

Per Januari 2026, total investasi industri asuransi mencapai Rp2.564 triliun dengan komposisi terbesar ditempatkan pada SBN sebesar Rp1.444 triliun atau 54%. Selanjutnya deposito dan instrumen sejenis sebesar Rp406 triliun atau 15,85%, serta saham Rp249,17 triliun atau 9,72%.

“Struktur tersebut mencerminkan preferensi industri terhadap instrumen yang stabil serta mendukung asset liability matching,” ujar Ogi dalam Konferensi Pers RDK OJK, di Jakarta, Selasa, (3/3/2026).

Pada dana pensiun sukarela, total dana investasi tercatat Rp399,27 triliun atau tumbuh 7,61% secara tahunan. Komposisinya meliputi SBN sebesar Rp94 triliun atau 38,6%, deposito 27%, saham 5,64%, serta penempatan pada SRBI sebesar 0,73% dari total investasi.

“Penurunan penempatan di SRBI terjadi karena instrumen yang jatuh tempo dialihkan ke instrumen lain, termasuk SBN dan deposito. Penempatan pada deposito juga diperlukan untuk menjaga likuiditas dan memenuhi kewajiban jangka pendek, khususnya pada DPLK yang membutuhkan asset liability matching,” jelasnya.

Dari sisi kinerja, tingkat pengembalian investasi (ROI) dana pensiun tercatat 8,17% per Desember 2025 dan 0,31% pada Januari 2026. Hal ini mencerminkan pengelolaan investasi yang konservatif namun berkesinambungan.

Di sektor asuransi, total investasi asuransi komersial tercatat Rp793 triliun dengan komposisi SBN sebesar 41,08%, saham 17,57%, dan reksa dana 15%. Untuk asuransi jiwa, kewajiban lebih banyak ditempatkan di SBN mencapai 42% dan saham 21,40% guna mengoptimalkan imbal hasil jangka menengah hingga panjang.

Sementara itu, asuransi umum dan reasuransi cenderung lebih konservatif dalam penempatan investasi. Stabilitas suku bunga juga memberikan kepastian dalam pengelolaan instrumen investasi industri.

OJK menegaskan prinsip yang dikembangkan adalah diversifikasi yang sehat berdasarkan profil risiko masing-masing lembaga. Meski demikian, OJK tetap akan mendorong optimalisasi asuransi dan dana pensiun sebagai investor institusi dan melakukan evaluasi penerapan life cycle fund di industri asuransi pada semester I-2026.

(mkh/mkh)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Permintaan Global Cetak Rekor, Batu Bara Makin Naik Daun

Permintaan Global Cetak Rekor, Batu Bara Makin Naik Daun

September 22, 2026
IHSG Sesi I Anjlok 1,11%, Bayan Resources (BYAN) Jadi Beban Utama

IHSG Sesi I Anjlok 1,11%, Bayan Resources (BYAN) Jadi Beban Utama

September 22, 2026
Video: Tegang Houthi Vs Saudi – Menanti RDG BI, IHSG dan Rupiah Melemah

Video: Tegang Houthi Vs Saudi – Menanti RDG BI, IHSG dan Rupiah Melemah

September 22, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .