• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
OJK Ungkap Penyebab Asuransi Belum Banyak Masuk ke Saham

OJK Ungkap Penyebab Asuransi Belum Banyak Masuk ke Saham

March 3, 2026
BI Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% di RDG September 2026

BI Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% di RDG September 2026

September 23, 2026
Jadi Menteri Keuangan, Suahasil Lepas Kursi Wakil Komisaris PLN

Jadi Menteri Keuangan, Suahasil Lepas Kursi Wakil Komisaris PLN

September 23, 2026
Petinggi Bayan Ini Jual saham Lagi dengan Nilai Fantastis

Petinggi Bayan Ini Jual saham Lagi dengan Nilai Fantastis

September 23, 2026
Volume Transaksi Digital RI Tembus Angka 6 Miliar, QRIS Jadi Andalan!

Volume Transaksi Digital RI Tembus Angka 6 Miliar, QRIS Jadi Andalan!

September 23, 2026
BI Telah Guyur Likuditas Rp461,2 Triliun ke Bank

BI Telah Guyur Likuditas Rp461,2 Triliun ke Bank

September 23, 2026
Alasan BI Tahan Lagi Suku Bunga 5,75%: Jaga Rupiah!

Alasan BI Tahan Lagi Suku Bunga 5,75%: Jaga Rupiah!

September 23, 2026
Breaking News! BI Rate Tetap 5,75%

Breaking News! BI Rate Tetap 5,75%

September 23, 2026
Dolar AS Kini Rp17.855, BI Beri Penjelasan & Ramal Situasi ke Depan

Dolar AS Kini Rp17.855, BI Beri Penjelasan & Ramal Situasi ke Depan

September 23, 2026
Bos Sekuritas Ungkap Efek BEI Hapus Batas Harga Saham Rp 50

Bos Sekuritas Ungkap Efek BEI Hapus Batas Harga Saham Rp 50

September 23, 2026
Investor Dunia Serbu RI, Inflow US$ 400 Juta 21 September 2026

Investor Dunia Serbu RI, Inflow US$ 400 Juta 21 September 2026

September 23, 2026
Bos BI Ramal Fed Fund Rate Bakal Naik Lagi

Bos BI Ramal Fed Fund Rate Bakal Naik Lagi

September 23, 2026
BI Anggap Ekonomi Dunia Masih Akan Suram

BI Anggap Ekonomi Dunia Masih Akan Suram

September 23, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, September 23, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Lifestyle

OJK Ungkap Penyebab Asuransi Belum Banyak Masuk ke Saham

7 months ago
in Lifestyle
OJK Ungkap Penyebab Asuransi Belum Banyak Masuk ke Saham
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Industri asuransi tengah didorong untuk aktif menjadi investor institusi di instrumen saham untuk mendongkrak IHSG. Meski demikian, ada beberapa pertimbangan yang membuat lembaga keuangan ini tidak bisa menyerap saham dalam jumlah besar.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan pengaturan investasi perusahaan asuransi dan dana pensiun dirancang dengan mempertimbangkan manajemen risiko serta kesesuaian karakteristik masing-masing usaha.

Per Januari 2026, total investasi industri asuransi mencapai Rp2.564 triliun dengan komposisi terbesar ditempatkan pada SBN sebesar Rp1.444 triliun atau 54%. Selanjutnya deposito dan instrumen sejenis sebesar Rp406 triliun atau 15,85%, serta saham Rp249,17 triliun atau 9,72%.

“Struktur tersebut mencerminkan preferensi industri terhadap instrumen yang stabil serta mendukung asset liability matching,” ujar Ogi dalam Konferensi Pers RDK OJK, di Jakarta, Selasa, (3/3/2026).

Pada dana pensiun sukarela, total dana investasi tercatat Rp399,27 triliun atau tumbuh 7,61% secara tahunan. Komposisinya meliputi SBN sebesar Rp94 triliun atau 38,6%, deposito 27%, saham 5,64%, serta penempatan pada SRBI sebesar 0,73% dari total investasi.

“Penurunan penempatan di SRBI terjadi karena instrumen yang jatuh tempo dialihkan ke instrumen lain, termasuk SBN dan deposito. Penempatan pada deposito juga diperlukan untuk menjaga likuiditas dan memenuhi kewajiban jangka pendek, khususnya pada DPLK yang membutuhkan asset liability matching,” jelasnya.

Dari sisi kinerja, tingkat pengembalian investasi (ROI) dana pensiun tercatat 8,17% per Desember 2025 dan 0,31% pada Januari 2026. Hal ini mencerminkan pengelolaan investasi yang konservatif namun berkesinambungan.

Di sektor asuransi, total investasi asuransi komersial tercatat Rp793 triliun dengan komposisi SBN sebesar 41,08%, saham 17,57%, dan reksa dana 15%. Untuk asuransi jiwa, kewajiban lebih banyak ditempatkan di SBN mencapai 42% dan saham 21,40% guna mengoptimalkan imbal hasil jangka menengah hingga panjang.

Sementara itu, asuransi umum dan reasuransi cenderung lebih konservatif dalam penempatan investasi. Stabilitas suku bunga juga memberikan kepastian dalam pengelolaan instrumen investasi industri.

OJK menegaskan prinsip yang dikembangkan adalah diversifikasi yang sehat berdasarkan profil risiko masing-masing lembaga. Meski demikian, OJK tetap akan mendorong optimalisasi asuransi dan dana pensiun sebagai investor institusi dan melakukan evaluasi penerapan life cycle fund di industri asuransi pada semester I-2026.

(mkh/mkh)



Add



as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

Dirut TBS Energi (TOBA) Borong 335.000 Saham di Harga Segini

August 8, 2025
Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

Bukan Cuma Prajogo, Ini Grup Konglomerat yang Jadi Biang IHSG Hijau

August 8, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BI Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% di RDG September 2026

BI Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% di RDG September 2026

September 23, 2026
Jadi Menteri Keuangan, Suahasil Lepas Kursi Wakil Komisaris PLN

Jadi Menteri Keuangan, Suahasil Lepas Kursi Wakil Komisaris PLN

September 23, 2026
Petinggi Bayan Ini Jual saham Lagi dengan Nilai Fantastis

Petinggi Bayan Ini Jual saham Lagi dengan Nilai Fantastis

September 23, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .