• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
AS & Iran Ugal-ugalan Lagi, Pasar Saham Dunia Rontok Berjemaah

AS & Iran Ugal-ugalan Lagi, Pasar Saham Dunia Rontok Berjemaah

May 8, 2026
BTN RUPSLB September 2026, Ada Agenda Perubahan Pengurus

BTN RUPSLB September 2026, Ada Agenda Perubahan Pengurus

July 16, 2026
Pukulan Baru Buat Pos Indonesia! Fitch Pangkas Rating Jadi C

Pukulan Baru Buat Pos Indonesia! Fitch Pangkas Rating Jadi C

July 16, 2026
BTN Jajaki Sekuritisasi hingga Rp400 Miliar dengan SMF

BTN Jajaki Sekuritisasi hingga Rp400 Miliar dengan SMF

July 16, 2026
Bocoran Aksi Korporasi BTN di Kuartal III 2026

Bocoran Aksi Korporasi BTN di Kuartal III 2026

July 16, 2026
Fundamental Ekonomi dan Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi RI

Fundamental Ekonomi dan Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi RI

July 16, 2026
Danantara Resmi Gabung Jadi Anggota Asosiasi SWF Dunia

Danantara Resmi Gabung Jadi Anggota Asosiasi SWF Dunia

July 16, 2026
Kredit BTN Naik 11,2%, NPL Turun Jadi 3%

Kredit BTN Naik 11,2%, NPL Turun Jadi 3%

July 16, 2026
Purbaya Ungkap Tanda-Tanda Rupiah Perkasa, Dolar AS Bakal Rp17.000?

Purbaya Ungkap Tanda-Tanda Rupiah Perkasa, Dolar AS Bakal Rp17.000?

July 16, 2026
Samuel Sekuritas Terpantau Rajin Transaksi REPO di NSSS, Ada Apa?

Samuel Sekuritas Terpantau Rajin Transaksi REPO di NSSS, Ada Apa?

July 16, 2026
BTN Kantongi laba Rp 2,4 Triliun Semester 1-2026, Naik 40,8%

BTN Kantongi laba Rp 2,4 Triliun Semester 1-2026, Naik 40,8%

July 16, 2026
Baru Berumur 7 Hari Bursa, Saham EMMI Sudah Tinggalkan Harga IPO

Baru Berumur 7 Hari Bursa, Saham EMMI Sudah Tinggalkan Harga IPO

July 16, 2026
Penyebab IHSG Melesat 1% di Akhir Perdagangan Hari Ini

Penyebab IHSG Melesat 1% di Akhir Perdagangan Hari Ini

July 16, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Thursday, July 16, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

AS & Iran Ugal-ugalan Lagi, Pasar Saham Dunia Rontok Berjemaah

2 months ago
in Market
AS & Iran Ugal-ugalan Lagi, Pasar Saham Dunia Rontok Berjemaah
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harapan pasar global terhadap meredanya perang antara Amerika Serikat dan Iran kembali runtuh setelah bentrokan baru di Selat Hormuz memicu aksi jual besar-besaran di bursa saham dunia pada Jumat (8/5/2026). Ketegangan terbaru itu juga mengguncang optimisme investor yang sebelumnya percaya kesepakatan damai semakin dekat dan jalur pelayaran minyak dunia segera kembali normal.

Pasar keuangan global sebenarnya menikmati reli cukup kuat sepanjang pekan ini di tengah keyakinan bahwa konflik selama 10 minggu terakhir akan segera berakhir. Sentimen positif tersebut sempat mendorong penguatan saham global meski harga minyak melonjak tajam akibat perang.

Namun suasana berubah setelah muncul laporan bahwa pasukan AS menyerang target militer Iran sebagai respons atas serangan terhadap tiga kapal perusak AS di Selat Hormuz. Insiden itu disebut mengancam gencatan senjata yang telah berlangsung sekitar satu bulan.

Di sisi lain, komando militer pusat Iran menuduh Washington melanggar gencatan senjata dengan menyerang sebuah kapal tanker minyak dan kapal lainnya.

Presiden Donald Trump kemudian memperkeras retorikanya melalui platform Truth Social.

“Kami akan menjatuhkan mereka dengan cara yang jauh lebih keras dan lebih brutal di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan itu!” tulis Trump.

Meski demikian, ketika ditanya di Washington apakah gencatan senjata masih berlaku, Trump menjawab singkat, “Ya, memang benar. Mereka mempermainkan kami hari ini. Kami menghancurkan mereka.”

Bentrok terbaru itu terjadi hanya sehari setelah Trump mengatakan peluang tercapainya kesepakatan damai cukup besar. Saat ini Teheran tengah mempertimbangkan proposal satu halaman dari AS untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Laporan The Wall Street Journal juga menyebut Gedung Putih tengah mempertimbangkan untuk kembali menjalankan operasi pengawalan kapal dagang di Selat Hormuz. Operasi yang disebut “Project Freedom” itu sebelumnya dihentikan Trump hanya sehari setelah diumumkan awal pekan ini.

Project Freedom memicu kemarahan Iran dan disebut menjadi salah satu pemicu serangan Teheran terhadap United Arab Emirates.

Bursa Asia hingga Eropa Kacau Balau

Ketegangan baru tersebut langsung memukul pasar saham global pada perdagangan Jumat.

Bursa di Tokyo, Hong Kong, Sydney, Singapore, Mumbai, Bangkok, Taipei, Manila hingga Jakarta tercatat melemah dengan angka penurunan bervariasi hingga di atas 1%. Bursa Shanghai bergerak datar, sementara Seoul masih melanjutkan reli hingga mencetak rekor tertinggi baru.

Di Eropa, pasar saham di London, Paris, dan Frankfurt juga ditutup di zona merah.

Penurunan itu mengikuti koreksi di S&P 500 dan Nasdaq di Wall Street setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa. Meski begitu, analis menilai aksi ambil untung memang wajar terjadi setelah reli besar dalam beberapa waktu terakhir.

“Sekali lagi, arus berita di bidang geopolitik telah menunjukkan bahwa jalan menuju kesepakatan yang langgeng sama sekali tidak lurus,” kata analis Pepperstone, Chris Weston, dilansir AFP.

“Para pedagang harus mempertimbangkan kembali asumsi tentang arah konflik dan normalisasi arus kapal melalui Hormuz yang telah dibuat selama beberapa sesi terakhir,” imbuhnya.

Harga Minyak Naik Lagi

Harga minyak yang sebelumnya turun sekitar 10% dalam tiga hari terakhir kembali bergerak naik pada Jumat, meski penguatannya tidak sebesar lonjakan awal perdagangan.

Pasar energi masih sensitif terhadap setiap perkembangan di Selat Hormuz karena jalur tersebut merupakan titik vital distribusi minyak global. Penutupan atau gangguan di kawasan itu dapat langsung mengganggu rantai pasok energi dunia dan memicu kenaikan harga bahan bakar internasional.

Selain perang, perhatian investor juga tertuju pada data ketenagakerjaan AS yang dijadwalkan dirilis pada Jumat waktu setempat. Data tersebut dinantikan untuk melihat dampak perang dan kenaikan harga terhadap ekonomi AS.

 

(luc/luc)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BTN RUPSLB September 2026, Ada Agenda Perubahan Pengurus

BTN RUPSLB September 2026, Ada Agenda Perubahan Pengurus

July 16, 2026
Pukulan Baru Buat Pos Indonesia! Fitch Pangkas Rating Jadi C

Pukulan Baru Buat Pos Indonesia! Fitch Pangkas Rating Jadi C

July 16, 2026
BTN Jajaki Sekuritisasi hingga Rp400 Miliar dengan SMF

BTN Jajaki Sekuritisasi hingga Rp400 Miliar dengan SMF

July 16, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .