Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Tabungan Negara Tbk sepanjang semester pertama tahun ini mencetak laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp2,4 triliun, naik 40,8% secara tahunan (year on year/yoy) per semester 1 2026.
Laba tersebut didukung dari penyaluran kredit dan pembiayaan yang meningkat 11,2% yoy per akhir Juni 2026 menjadi Rp418,11 triliun.
Pertumbuhan kredit tersebut diikuti dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross di level 3%, membaik dibandingkan posisi Juni 2025 sebesar 3,3%. Pada periode yang sama rasio loan at risk (LAR) dari 20,2% pada Juni 2025 menjadi 18,6% pada Juni 2026.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan kinerja positif tersebut menunjukkan strategi transformasi BTN yang selaras dengan arah transformasi Danantara Indonesia, telah berjalan sesuai target. Menurut Nixon, BTN tidak hanya terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin pembiayaan perumahan nasional, tetapi juga membangun ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi guna mendukung program prioritas pemerintah, termasuk Program 3 Juta Rumah, sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.
“Pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi selama satu dekade yang secara konsisten kami lakukan. Kami optimistis hingga akhir tahun nanti, kinerja BTN tetap on track melanjutkan catatan positif di paruh pertama tahun ini,” ujar Nixon dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja per 30 Juni 2026 di Jakarta, Kamis (16/7).
(mkh/mkh)
Add
as a preferred
source on Google















