• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp17.460

Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp17.460

May 13, 2026
WBSA Masuk HSC Sebulan Setelah IPO, OJK & BEI Soroti Ini

WBSA Masuk HSC Sebulan Setelah IPO, OJK & BEI Soroti Ini

May 13, 2026
Purbaya Klaim Bantu Stabilkan Rupiah ‘Tipis-Tipis’ di Bond Market

Purbaya Klaim Bantu Stabilkan Rupiah ‘Tipis-Tipis’ di Bond Market

May 13, 2026
Kredit Macet Tak Otomatis Pidana

Kredit Macet Tak Otomatis Pidana

May 13, 2026
Haji Isam Borong 21% Saham PACK, Sehari Langsung Cuan Rp1,19 T

Haji Isam Borong 21% Saham PACK, Sehari Langsung Cuan Rp1,19 T

May 13, 2026
DPR Buka Suara Soal Rebalancing MSCI-Jurus Perkuat Bursa Saham

DPR Buka Suara Soal Rebalancing MSCI-Jurus Perkuat Bursa Saham

May 13, 2026
RI Tak Akan Sejelek 98!

RI Tak Akan Sejelek 98!

May 13, 2026
6 Emiten RI Kena Tendang MSCI, Bos Bursa Kasih Respons Tak Terduga

6 Emiten RI Kena Tendang MSCI, Bos Bursa Kasih Respons Tak Terduga

May 13, 2026
Bukan Cuma Emiten RI yang Ditendang MSCI

Bukan Cuma Emiten RI yang Ditendang MSCI

May 13, 2026
Rebalancing MSCI Jadi Obat Pahit Penguatan Bursa

Rebalancing MSCI Jadi Obat Pahit Penguatan Bursa

May 13, 2026
Breaking News, IHSG Anjlok 2% Lebih Usai MSCI Depak 19 Emiten RI

Breaking News, IHSG Anjlok 2% Lebih Usai MSCI Depak 19 Emiten RI

May 13, 2026
Semen Indonesia (SMGR) Bakal Bagi Dividen Rp 190,84 Miliar

Semen Indonesia (SMGR) Bakal Bagi Dividen Rp 190,84 Miliar

May 13, 2026
Bos Sekuritas Ungkap Bahaya Pelemahan Rupiah, RI Harus Apa?

Bos Sekuritas Ungkap Bahaya Pelemahan Rupiah, RI Harus Apa?

May 13, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Wednesday, May 13, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp17.460

1 hour ago
in News
Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp17.460
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah berhasil kembali ke zona penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengakhiri perdagangan di level Rp17.460/US$ atau menguat 0,17%. Kondisi ini sekaligus membalikkan arah rupiah setelah pada pembukaan perdagangan pagi tadi sempat melemah 0,06% ke level Rp17.500/US$.

Dengan demikian, rupiah terlihat mulai berusaha menjauhi level psikologis Rp17.500/US$. Penguatan hari ini juga mematahkan tren pelemahan rupiah dalam tiga hari perdagangan beruntun.

Sementara itu, indeks dolar AS atau DXY per pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,12% ke level 98,419.


Penguatan rupiah hari ini cukup menarik karena terjadi di tengah dolar AS yang masih kuat di pasar global.

Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dalam sepekan setelah data inflasi AS kembali memanas dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

CPI AS pada April 2026 naik 3,8% secara tahunan, tertinggi sejak Mei 2023, seiring dampak lonjakan harga minyak akibat perang dengan Iran.

Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah juga masih tinggi setelah harapan damai AS-Iran kembali meredup. Kombinasi inflasi yang panas, harga minyak tinggi, dan risiko geopolitik membuat pasar semakin ragu terhadap peluang pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini.

Meski demikian, rupiah tetap mampu menguat di tengah tingginya minat terhadap aset safe haven, terutama dolar AS. Biasanya, kondisi dolar AS yang kuat dapat membuat ruang penguatan mata uang negara lain, termasuk rupiah, menjadi lebih terbatas.

Perkembangan di pasar saham turut mencuri perhatian pelaku pasar. Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mengumumkan hasil review indeks global periode Mei 2026.

Hasilnya, Indonesia mendapat tekanan cukup besar setelah enam saham domestik dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index, sementara tidak ada saham baru Indonesia yang masuk ke indeks tersebut.

Di sisi lain, pada MSCI Global Small Cap Indexes, terdapat satu saham Indonesia yang masuk, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Namun, terdapat 13 saham Indonesia yang dikeluarkan dari indeks small cap MSCI.

Seluruh perubahan tersebut akan efektif berlaku pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.

Kondisi ini membuat ekspektasi terhadap capital outflow dari pasar saham domestik berpotensi meningkat. Pada akhirnya, hal tersebut dapat menambah tekanan terhadap rupiah.

Di tengah sentimen tersebut, penguatan rupiah juga diperkirakan ditopang oleh ekspektasi adanya dukungan kebijakan dari pemerintah untuk membantu stabilisasi pasar keuangan domestik.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Kementerian Keuangan akan mulai membantu Bank Indonesia dalam mengendalikan tekanan kurs rupiah terhadap dolar AS pada hari ini, Rabu (13/5/2026).

Purbaya menjelaskan, salah satu skema yang akan dimanfaatkan adalah dana stabilisasi obligasi atau Bond Stabilization Fund (BSF). Instrumen ini diharapkan dapat membantu meredam tekanan di pasar surat berharga negara, yang pada akhirnya turut menopang stabilitas rupiah.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
WBSA Masuk HSC Sebulan Setelah IPO, OJK & BEI Soroti Ini

WBSA Masuk HSC Sebulan Setelah IPO, OJK & BEI Soroti Ini

May 13, 2026
Purbaya Klaim Bantu Stabilkan Rupiah ‘Tipis-Tipis’ di Bond Market

Purbaya Klaim Bantu Stabilkan Rupiah ‘Tipis-Tipis’ di Bond Market

May 13, 2026
Kredit Macet Tak Otomatis Pidana

Kredit Macet Tak Otomatis Pidana

May 13, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .