• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
IHSG Tembus Ke Level 6.400, Purbaya: Waktunya Serok Bawah

IHSG Tembus Ke Level 6.400, Purbaya: Waktunya Serok Bawah

May 18, 2026
Dolar Rp 17.600/US$, Gubernur BI: Rupiah Masih Stabil

Dolar Rp 17.600/US$, Gubernur BI: Rupiah Masih Stabil

May 18, 2026
Belasan Tahun Mau Go Private, SCPI Kembali Tender Offer Buat Delisting

Belasan Tahun Mau Go Private, SCPI Kembali Tender Offer Buat Delisting

May 18, 2026
Tanpa Sokongan MSCI & FTSE, Saham Prajogo Tumbang Berjamaah di 2026

Tanpa Sokongan MSCI & FTSE, Saham Prajogo Tumbang Berjamaah di 2026

May 18, 2026
Diterjang Aksi Jual, IHSG Sempat Koreksi Lebih Dari 4,6%

Diterjang Aksi Jual, IHSG Sempat Koreksi Lebih Dari 4,6%

May 18, 2026
Belasan Tahun Mau Go Private, SCPI Kembali Tender OfferBuat Delisting

Belasan Tahun Mau Go Private, SCPI Kembali Tender OfferBuat Delisting

May 18, 2026
Dolar AS Sudah Kini Rp 17.630, Bisa Tembus Rp18.000?

Dolar AS Sudah Kini Rp 17.630, Bisa Tembus Rp18.000?

May 18, 2026
Rupiah Terlemah Sepanjang Masa, DPR Panggil Dewan Gubernur BI

Rupiah Terlemah Sepanjang Masa, DPR Panggil Dewan Gubernur BI

May 18, 2026
Terungkap! 2 Negara Adidaya Ini Pemberi Utang Utama RI di Q1-2026

Terungkap! 2 Negara Adidaya Ini Pemberi Utang Utama RI di Q1-2026

May 18, 2026
Rupiah Loyo, Ada Bank Sudah Jual Dolar Rp 17.800

Rupiah Loyo, Ada Bank Sudah Jual Dolar Rp 17.800

May 18, 2026
IHSG Sesi 1 Ambruk 3,76%, Duit Rp 482 Triliun Menguap

IHSG Sesi 1 Ambruk 3,76%, Duit Rp 482 Triliun Menguap

May 18, 2026
Rupiah Melemah Parah, Begini Proyeksi Dolar AS Ke Depan

Rupiah Melemah Parah, Begini Proyeksi Dolar AS Ke Depan

May 18, 2026
Dividen sampai Musim Haji Alasan Dolar AS Capai Rp17.630

Dividen sampai Musim Haji Alasan Dolar AS Capai Rp17.630

May 18, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, May 18, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Tembus Ke Level 6.400, Purbaya: Waktunya Serok Bawah

2 hours ago
in Market
IHSG Tembus Ke Level 6.400, Purbaya: Waktunya Serok Bawah
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terhadap kondisi pasar modal di Indonesia terkini. Dia tidak khawatir terhadap koreksi yang terjadi hari ini. Bahkan msnurutnya kondisi saat ini merupakan waktunya investor untuk membeli saham di pasar modal Indonesia.

IHSG memulai perdagangan hari ini turun 94,34 poin atau 1,40% ke posisi 6.447,97. Namun dua menit setelah pasar dibuka IHSG ambruk makin dalam hingga 2,59% dan semakin parah 60 menit setelahnya dengan IHSG Anjlok 4,3% ke level 6.428.

Purbaya melihat agar pelemahan IHSG hari ini tak perlu dikhawatirkan karena ekonomi Indonesia masih tumbuh kencang. Bahkan jauh dari resesi seperti yang ditakutkan kembali seperti tahun 1997-1998, meskipun nilai mata uang rupiah bahkan sempat menembus level Rp17.660/US$ seperti dilansir dari Refinitiv.

“Ini banyak sentimen, kalau rupiah melemah seolah-olah kita akan bergerak seperti 97 – 98 lagi. Beda 97 – 98 itu kebijakannya salah dan instability sosial politik terjadi setelah setahun kita resesi. 97 pertengahan itu kita sudah resesi. Kita kan sekarang belum resesi ekonomi masih tumbuh kencang jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semua,” kata Purbaya.

“Jadi teman-teman gak usah khawatir investor pasar saham kalau saya bilang ga usah takut serok bawah (beli saham di harga bawah) sekarang,” tambahnya.

Purbaya juga memberikan pandangan teknikal pergerakan saham akan kembali rebound dalam kurun waktu satu – dua hari ke depan.

“Saya lihat teknikalnya sehari – dua hari juga sudah kembali,” katanya.

Lebih lanjut, menurutnya dari Kemenkeu juga sudah melakukan upaya stabilisasi rupiah. Dengan cara mengaktifkan Bond Stabilitation Fund (BSF). Ini merupakan instrumen yang dikeluarkan untuk menyerap obligasi pemerintah yang dilepas investor, supaya tidak menimbulkan kepanikan di pasar obligasi.

“Nanti kita juga akan masuk ke bond market mulai hari ini. Udah masuk tapi hanya sedikit mulai hari ini kita akan masuk lebih signifikan lagi sehingga pasar obligasi terkendali. Sehingga asing yang pegang obligasi engga keluar karena takut misalnya ada capital loss karena harga obligasi turun. Itu akan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit,” kata Purbaya.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Dolar Rp 17.600/US$, Gubernur BI: Rupiah Masih Stabil

Dolar Rp 17.600/US$, Gubernur BI: Rupiah Masih Stabil

May 18, 2026
Belasan Tahun Mau Go Private, SCPI Kembali Tender Offer Buat Delisting

Belasan Tahun Mau Go Private, SCPI Kembali Tender Offer Buat Delisting

May 18, 2026
Tanpa Sokongan MSCI & FTSE, Saham Prajogo Tumbang Berjamaah di 2026

Tanpa Sokongan MSCI & FTSE, Saham Prajogo Tumbang Berjamaah di 2026

May 18, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .