Jakarta, CNBC Indonesia – Amerika Serikat (AS) dan China masih menjadi dua negara langganan yang memberikan kredit utang ke Indonesia dalam jumlah yang besar.
Bank Indonesia (BI) mencatat Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh melambat. Posisi ULN Indonesia pada kuartal I-2026 tercatat sebesar US$ 433,4 miliar.
Adapun, posisi ULN ini secara tahunan tumbuh sebesar 0,8%, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal IV-2025 sebesar 1,9%.
AS dan China menjadi dua negara yang memberikan utang kepada Indonesia yang masing-masing berjumlah US$27,50 miliar dan US$25,32 miliar pada akhir Maret 2026. Adapun, posisi utang dari kedua negara turun dibandingkan bulan sebelumnya, yakni masing-masing US$ 27,81 miliar dan US$ 25,66 miliar.
Dari analisa Tim Riset CNBC Indonesia, AS dan China banyaknya memberikan utang kepada Indonesia karena berbagai alasan strategis dan ekonomi. Salah satu alasan utama adalah untuk memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan pengaruh mereka di kawasan Asia Tenggara. Dengan memberikan pinjaman, kedua negara ini dapat mendorong kerja sama ekonomi dan investasi dengan Indonesia, yang merupakan salah satu ekonomi terbesar di kawasan.
Selain itu, utang dari AS dan China sering digunakan untuk mendukung proyek infrastruktur dan pembangunan di Indonesia. China, misalnya, banyak memberikan pinjaman untuk proyek-proyek besar seperti pembangunan jalan tol, pelabuhan, dan kereta cepat. Sementara itu, AS lebih banyak berkontribusi dalam bentuk investasi dan bantuan keuangan untuk sektor teknologi dan energi.
Faktor lain yang mempengaruhi pemberian utang adalah kepentingan ekonomi global. Indonesia memiliki sumber daya alam yang penting, seperti batu bara, minyak kelapa sawit, dan nikel, yang menjadi komoditas utama dalam perdagangan internasional. Dengan memberikan pinjaman, AS dan China dapat memastikan akses terhadap sumber daya ini serta memperkuat hubungan dagang dengan Indonesia.
Namun, tren terbaru menunjukkan bahwa baik Amerika Serikat maupun China mulai mengurangi pinjaman mereka ke Indonesia karena ketegangan perdagangan global dan perubahan strategi investasi.
(haa/haa)
Add
as a preferred
source on Google



















