• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Iran Panas Lagi, Harga Minyak Melonjak ke US1

Iran Panas Lagi, Harga Minyak Melonjak ke US$111

May 18, 2026
Terungkap! 2 Negara Adidaya Ini Pemberi Utang Utama RI di Q1-2026

Terungkap! 2 Negara Adidaya Ini Pemberi Utang Utama RI di Q1-2026

May 18, 2026
Rupiah Loyo, Ada Bank Sudah Jual Dolar Rp 17.800

Rupiah Loyo, Ada Bank Sudah Jual Dolar Rp 17.800

May 18, 2026
IHSG Tembus Ke Level 6.400, Purbaya: Waktunya Serok Bawah

IHSG Tembus Ke Level 6.400, Purbaya: Waktunya Serok Bawah

May 18, 2026
IHSG Sesi 1 Ambruk 3,76%, Duit Rp 482 Triliun Menguap

IHSG Sesi 1 Ambruk 3,76%, Duit Rp 482 Triliun Menguap

May 18, 2026
Rupiah Melemah Parah, Begini Proyeksi Dolar AS Ke Depan

Rupiah Melemah Parah, Begini Proyeksi Dolar AS Ke Depan

May 18, 2026
Dividen sampai Musim Haji Alasan Dolar AS Capai Rp17.630

Dividen sampai Musim Haji Alasan Dolar AS Capai Rp17.630

May 18, 2026
Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.627 Triliun di Akhir Kuartal I

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.627 Triliun di Akhir Kuartal I

May 18, 2026
PLTN UEA Diserang, Harga Minyak Mendidih & Harga Emas Ambruk 4%

PLTN UEA Diserang, Harga Minyak Mendidih & Harga Emas Ambruk 4%

May 18, 2026
IHSG & Rupiah Sama-sama Anjlok, Begini Kata Purbaya!

IHSG & Rupiah Sama-sama Anjlok, Begini Kata Purbaya!

May 18, 2026
Dihantam Banyak Sentimen, Rupiah & IHSG Awali Pekan Yang Berat

Dihantam Banyak Sentimen, Rupiah & IHSG Awali Pekan Yang Berat

May 18, 2026
Video: Sentimen MSCI – FTSE Bikin IHSG Ambruk Lebih Dari 4%

Video: Sentimen MSCI – FTSE Bikin IHSG Ambruk Lebih Dari 4%

May 18, 2026
Breaking! Nilai Rupiah Turun 1,15%, Dolar AS Bertengger di Rp17.660

Breaking! Nilai Rupiah Turun 1,15%, Dolar AS Bertengger di Rp17.660

May 18, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Monday, May 18, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home News

Iran Panas Lagi, Harga Minyak Melonjak ke US$111

1 hour ago
in News
Iran Panas Lagi, Harga Minyak Melonjak ke US1
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia kembali melonjak pada perdagangan Senin (18/5/2026) dan bergerak ke level tertinggi dalam dua pekan terakhir. Pasar bereaksi keras setelah serangan drone menghantam fasilitas nuklir Barakah di Uni Emirat Arab (UEA), sementara ketegangan terkait Iran kembali memanas.

Menurut data Refinitiv pada Senin (18/5/2026) pukul 10.15 WIB, harga minyak Brent kontrak Juli (LCOc1) berada di US$111,24 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI/CLc1) naik ke US$107,70 per barel.

Kenaikan hari ini memperpanjang reli minyak sepanjang Mei. Dalam delapan hari perdagangan terakhir, Brent sudah melesat sekitar 11,2%, dari posisi US$100,06 per barel pada 7 Mei menjadi di atas US$111 per barel. WTI bahkan naik lebih tajam, dari US$94,81 menjadi US$107,70 per barel.



Pergerakan harga kali ini datang di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan minyak global. Reuters melaporkan upaya mengakhiri konflik AS-Israel dengan Iran belum menemukan titik terang. Pasar semakin sensitif setelah jalur energi kawasan Teluk kembali berada dalam ancaman.

UEA melaporkan adanya serangan drone terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah. Di saat yang sama, Arab Saudi mengaku berhasil mencegat tiga drone yang masuk dari wilayah udara Irak. Situasi tersebut membuat pasar mulai menghitung ulang risiko terhadap infrastruktur energi di kawasan penghasil minyak terbesar dunia.

Ketegangan geopolitik ini punya dampak besar terhadap pasar minyak karena kawasan Teluk dan Selat Hormuz menjadi jalur vital distribusi energi dunia. Selama konflik berlangsung, risiko gangguan pasokan terus membayangi pelaku pasar.

Reuters menyebut kontrak Brent sempat menyentuh US$112 per barel pada perdagangan Asia, tertinggi sejak 5 Mei. Sementara WTI sempat menembus US$108,70 per barel, level tertinggi sejak akhir April.

Pasar sebelumnya sempat berharap ada jalur diplomasi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu Presiden China Xi Jinping pekan lalu. Namun pembicaraan itu belum menghasilkan sinyal kuat mengenai penyelesaian konflik maupun upaya menekan ketegangan di Timur Tengah.

Analis Prestige Economics Jason Schenker mengatakan konflik Iran yang berlangsung lebih lama dapat meninggalkan “luka” harga minyak dalam jangka panjang. Kondisi tersebut berpotensi menjaga suku bunga tetap tinggi lebih lama dan memberi tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Selain konflik Timur Tengah, pasar minyak memperoleh sentimen tambahan dari kebijakan Washington terhadap Rusia. Pemerintahan Trump membiarkan masa berlaku waiver sanksi minyak laut Rusia berakhir. Kebijakan itu sebelumnya memungkinkan sejumlah negara, termasuk India, tetap membeli minyak Rusia.

Artinya, pasar kini menghadapi dua tekanan sekaligus: risiko pasokan dari Timur Tengah dan potensi berkurangnya fleksibilitas perdagangan minyak Rusia. Kombinasi tersebut membuat pelaku pasar kembali masuk ke aset energi dan mendorong harga minyak bergerak cepat dalam beberapa sesi terakhir.

CNBC Indonesia Research 

(emb/emb)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Terungkap! 2 Negara Adidaya Ini Pemberi Utang Utama RI di Q1-2026

Terungkap! 2 Negara Adidaya Ini Pemberi Utang Utama RI di Q1-2026

May 18, 2026
Rupiah Loyo, Ada Bank Sudah Jual Dolar Rp 17.800

Rupiah Loyo, Ada Bank Sudah Jual Dolar Rp 17.800

May 18, 2026
IHSG Tembus Ke Level 6.400, Purbaya: Waktunya Serok Bawah

IHSG Tembus Ke Level 6.400, Purbaya: Waktunya Serok Bawah

May 18, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .