Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo percaya diri, rata-rata level nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan mencapai Rp 16.800/US$, meskipun saat ini tengah mengalami tekanan hingga menyentuh level Rp 17.660/US$.
Perry menjelaskan, ini karena Rp 16.800/US$ merupakan batas atas dari nilai fundamental kurs yang telah BI hitung sejak penyusunan APBN 2026 pada tahun lalu. Adapun batas bawahnya Rp 16.200/US$.
“Nilai fundamentalnya berapa? average of the year Rp 16.500, kisaran bawahnya Rp 16.200 kisaran atasnya Rp 16.800,” kata Perry saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Perry menjelaskan, keyakinan itu didasarinya dari tekanan kurs hingga hari ini yang membuat rata-rata nya masih di level Rp 16.900/US$ secara tahun berjalan.
Level itu menurutunya bahkan terjadi saat faktor musiman dolar yang tengah tinggi sedang terjadi, yakni periode Mei-Juni 2026, di samping adanya tekanan tambahan dari konflik geopolitik.
“Apakah BI akan masuk? masuk. Karena sekarang year to date Rp 16.900 dan pengalaman kami kalau April, Mei, dan Juni memang tinggi, kalau Juli-Agustus akan menguat,” tutur Perry
“Sehingga the whole year kami masih meyakini nilai tukar akan di dalam kisaran Rp 16.200-Rp 16.800,” tegasnya.
(arj/arj)
Add
as a preferred
source on Google


















