• Latest
  • Trending
  • All
  • Business
  • Politics
Minyak Naik Tipis, Pasar Masih Dibayangi Iran & Selat Hormuz

Minyak Naik Tipis, Pasar Masih Dibayangi Iran & Selat Hormuz

May 21, 2026
Rekening Judol Nambah Terus, Bos OJK Mau Keluarin ‘Jurus’ Ini

Rekening Judol Nambah Terus, Bos OJK Mau Keluarin ‘Jurus’ Ini

July 14, 2026
BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham ‘Jumbo’ Bakal Masuk Daftar

BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham ‘Jumbo’ Bakal Masuk Daftar

July 14, 2026
Bunga Tinggi, Bos Otomotif Ungkap Efeknya ke Penjualan Mobil

Bunga Tinggi, Bos Otomotif Ungkap Efeknya ke Penjualan Mobil

July 14, 2026
Jumlah Rekening Dolar Naik 58%, Perbanas Ungkap Penyebabnya

Jumlah Rekening Dolar Naik 58%, Perbanas Ungkap Penyebabnya

July 14, 2026
Bursa Efek Indonesia Cecar Emiten TGUK Soal Pendapatan, Ada Apa?

Bursa Efek Indonesia Cecar Emiten TGUK Soal Pendapatan, Ada Apa?

July 14, 2026
OJK Gelar Forum Tata Kelola dan Risiko Manajemen, Usung Ini

OJK Gelar Forum Tata Kelola dan Risiko Manajemen, Usung Ini

July 14, 2026
IHSG Tak Bergeming Hari Ini, Bertahan di Level 6.000-an

IHSG Tak Bergeming Hari Ini, Bertahan di Level 6.000-an

July 14, 2026
RUU PFII Masih Digodok, Baru 20 dari 97 DIM Substansi Dibahas

RUU PFII Masih Digodok, Baru 20 dari 97 DIM Substansi Dibahas

July 14, 2026
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp18.080

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp18.080

July 14, 2026
Protelindo Caplok 51% Saham DATA, Geser iForte Sebagai Pengendali

Protelindo Caplok 51% Saham DATA, Geser iForte Sebagai Pengendali

July 14, 2026
OJK Sambut Baik Keputusan S&P Pertahankan Rating Surat Utang RI

OJK Sambut Baik Keputusan S&P Pertahankan Rating Surat Utang RI

July 14, 2026
Rekening di Bawah Rp100 Juta Naik Pesat, Tabungan Jumbo Tancap Gas

Rekening di Bawah Rp100 Juta Naik Pesat, Tabungan Jumbo Tancap Gas

July 14, 2026
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
Tuesday, July 14, 2026
Indonesian Business Times
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News
No Result
View All Result
Indonesian Business Times
No Result
View All Result
Home Market

Minyak Naik Tipis, Pasar Masih Dibayangi Iran & Selat Hormuz

2 months ago
in Market
Minyak Naik Tipis, Pasar Masih Dibayangi Iran & Selat Hormuz
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia- Harga minyak dunia kembali naik pada perdagangan Kamis pagi, setelah sempat jatuh tajam lebih dari 2% pada awal pekan akibat pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menunda serangan terhadap Iran.

Pelaku pasar kini bergerak di antara dua kutub besar: harapan negosiasi damai dan ketakutan gangguan pasokan global.

Menurut data Refinitiv pada Kamis (21/5/2026) pukul 09.50 WIB, harga minyak Brent kontrak Juli (LCOc1) berada di US$105,92 per barel, naik dibanding penutupan sebelumnya di US$105,02 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak Juni (CLc1) tercatat US$99,15 per barel, menguat dari posisi US$98,26 per barel.



Kenaikan hari ini datang setelah dua hari perdagangan yang sangat liar. Pada 19 Mei, Brent masih bertengger di US$111,28 per barel dan WTI US$107,77 per barel. Bahkan sehari sebelumnya Brent sempat menyentuh US$112,1 per barel dan WTI US$108,66 per barel, level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Volatilitas itu dipicu langsung oleh perkembangan konflik Timur Tengah. Reuters melaporkan Trump menunda rencana serangan terhadap Iran demi membuka ruang negosiasi baru terkait program nuklir Tehran. Pernyataan itu langsung memicu aksi jual besar di pasar minyak karena risiko perang kawasan dianggap sedikit mereda.

Namun pasar belum benar-benar tenang. Konflik yang memanas di kawasan Teluk telah mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Gangguan sekecil apa pun di titik ini selalu memicu lonjakan premi risiko energi global.

Iran sendiri dikabarkan mengirim proposal perdamaian baru melalui Pakistan. Meski demikian, proses diplomasi masih berjalan lambat. Reuters juga melaporkan muncul kabar bahwa Washington akan memberi kelonggaran sementara terhadap ekspor minyak Iran selama proses negosiasi berlangsung, walau kabar itu langsung dibantah pejabat AS.

Di saat bersamaan, AS memperpanjang pengecualian sanksi selama 30 hari bagi negara-negara yang masih membeli minyak Rusia lewat jalur laut. Kebijakan ini membuat pasar melihat Washington berusaha menjaga pasokan global tetap mengalir di tengah situasi geopolitik yang panas.

Faktor lain yang ikut menopang harga datang dari sisi cadangan minyak AS. Data Departemen Energi AS memperlihatkan Strategic Petroleum Reserve (SPR) anjlok 9,9 juta barel pekan lalu. Stok kini tersisa sekitar 374 juta barel, terendah sejak Juli 2024. Penurunan tajam cadangan strategis membuat bantalan pasokan AS makin tipis saat pasar sedang menghadapi ancaman gangguan distribusi global.

Kepala International Energy Agency (IEA) Fatih Birol bahkan mengingatkan stok minyak komersial global turun cepat dan pasokan efektif hanya tersisa untuk beberapa pekan apabila konflik terus mengganggu pengiriman energi internasional.

Pergerakan harga dalam sepekan terakhir memperlihatkan pasar minyak kini sepenuhnya digerakkan oleh geopolitik. Dalam delapan hari perdagangan terakhir, Brent bergerak dari US$105,63 per barel pada 13 Mei, melonjak ke atas US$112, lalu turun lagi mendekati US$105. Sementara WTI sempat naik dari kisaran US$101 menjadi lebih dari US$108 sebelum akhirnya kembali ke bawah US$100.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

Billionaire Developer Jamie McIntyre Eyes Batam for Potential New City Project

August 12, 2025
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

IHSG Lanjut Reli, Lompat 1,84% Tembus Level 8.200

October 21, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rekening Judol Nambah Terus, Bos OJK Mau Keluarin ‘Jurus’ Ini

Rekening Judol Nambah Terus, Bos OJK Mau Keluarin ‘Jurus’ Ini

July 14, 2026
BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham ‘Jumbo’ Bakal Masuk Daftar

BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham ‘Jumbo’ Bakal Masuk Daftar

July 14, 2026
Bunga Tinggi, Bos Otomotif Ungkap Efeknya ke Penjualan Mobil

Bunga Tinggi, Bos Otomotif Ungkap Efeknya ke Penjualan Mobil

July 14, 2026
Indonesian Business Times

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • ENTREPRENEUR
  • Lifestyle
  • Market
  • News

Copyright © 2025 .