Jakarta, CNBC Indonesia — Pertumbuhan tabungan masyarakat menunjukkan pola yang berbeda antar kelompok nasabah. Rekening dengan saldo di bawah Rp100 juta semakin banyak, namun nilai simpanannya hanya tumbuh tipis. Sebaliknya, rekening jumbo di atas Rp5 miliar bertambah lebih lambat, tetapi nominal dana yang disimpan melesat jauh lebih tinggi.
Berdasarkan Data Distribusi Simpanan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga Mei 2026 total simpanan masyarakat mencapai Rp10.329,93 triliun atau tumbuh 13,4% secara tahunan (year on year/yoy).
Pendorong utama kenaikan tersebut berasal dari simpanan di atas Rp5 miliar. Nilai simpanan kelompok ini mencapai Rp6.026,75 triliun atau naik 21,4% yoy.
Meski demikian, jumlah rekening pada kelompok tersebut hanya sebanyak 155.438 rekening atau sekitar 0,02% dari total rekening perbankan. Pertumbuhan jumlah rekeningnya pun sebesar 7,2% yoy.
Di sisi lain, rekening dengan saldo di bawah Rp100 juta mencapai 674.640.099 rekening atau sekitar 98,9% dari total rekening perbankan. Jumlahnya tumbuh lebih tinggi, yakni 8,9% yoy.
Namun, pertumbuhan jumlah rekening tersebut tidak diikuti kenaikan nilai simpanan yang sebanding. Nominal simpanan kelompok di bawah Rp100 juta hanya mencapai Rp1.143,26 triliun atau naik 4,9% yoy.
Adapun berdasarkan besaran bank, nominal simpanan kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 2 tumbuh paling tinggi, yakni 20,9% yoy. Kemudian diikuti oleh KBMI 4 16,4% yoy. KBMI 3 dan KBMI 1, masing-masing tumbuh 7,6% yoy dan 6,8% yoy.
Secara rasio, KBMI 4 masih menjadi tempat favorit masyarakat menyimpan uang dengan kontribusi 53,7% terhadap dana pihak ketiga (DPK). Kemudian KBMI 3 menyumbang 27%, KBMI 2 10,2%, dan KBMI 1 9,1%.
(mkh/mkh)
Add
as a preferred
source on Google



















